<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884</id><updated>2012-02-10T04:01:48.506+07:00</updated><category term='Ibu'/><category term='Teka-Teki'/><category term='Persahabatan'/><category term='Pemilu'/><category term='Twitter'/><category term='Pernikahan'/><category term='televisi'/><category term='pendidikan'/><category term='Refleksi'/><category term='Pornografi'/><category term='Jakarta'/><category term='Ucapan'/><category term='bahasa'/><category term='renungan'/><category term='Perempuan'/><category term='cerita konyol'/><category term='perang'/><category term='Cinta'/><category term='Kebudayaan'/><category term='teror'/><category term='Kehidupan'/><category term='buku'/><category term='natal'/><category term='Jurnalistik'/><category term='Politik'/><category term='puasa'/><category term='Anak'/><category term='Keluarga'/><category term='dunia'/><category term='agama'/><category term='Kenangan'/><category term='Fiksi'/><category term='binatang'/><category term='film'/><category term='indonesia'/><category term='makanan'/><category term='kantor'/><category term='humor'/><title type='text'>Restless Mind</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-7729052514703813431</id><published>2011-04-10T23:43:00.002+07:00</published><updated>2011-12-10T23:58:05.478+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>Pararel ... Humor a la Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Pernahkah kita membaca suatu kata dalam Bahasa Indonesia yang salah dalam penulisannya ? &amp;nbsp;&amp;nbsp;Saya rasa sebagian dari kita mungkin pernah membacanya tetapi entah kenapa tidak menganggapnya sebagai suatu kesalahan bahkan menganggapnya sebagai suatu kecelakaan dalam penulisan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Padahal jika kita mau merenungkannya lebih dalam lagi, kemungkinan besar yang menuliskannya pun tidak tahu bagaimana cara menuliskan kata itu. Sejauh artinya masih bisa dipahami, urusan benar atau salah dalam menulis, menjadi urutan paling belakang, mungkin begitu pikiran alam bawah sadarnya membenarkan ketidaktahuannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Baru-baru ini ketika saya berkunjung ke sebuah mal di daerah Bekasi, tiba-tiba pandangan saya tertumbuk pada sebuah tulisan yang terpampang di dinding gedung parkir mal tersebut. Judulnya “Pararel”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Ketika membaca tulisan “Pararel”, asumsi saya, tulisan itu dibuat karena si penulisnya berangkat dari bagaimana kata tersebut dilafalkan oleh sebagian besar orang. &amp;nbsp;Sayangnya asumsi saya ini salah total. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Ketika saya iseng-iseng mencoba untuk bertanya ke Paman Google dengan mengetik kata “Pararel” saya menemukan beberapa tulisan yang menggunakan kata tersebut. Bahkan saya menemukan 2 (dua) universitas ternama di Jakarta yang menuliskan kata “Paralel” dengan “Pararel”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Saya jadi ingat diskusi kecil kedua anak saya ketika membaca kata tersebut. Mereka berdua serempak berkomentar, “Hahahaha …mana ada pararel dalam bahasa Indonesia.”&amp;nbsp; Komentar yang kemduian berlanjut mendiskusikan kata “Atlet”. Si sulung bertanya kepada saya, mana penulisan yang benar, atlit atau atlet ? Belum sempat saya menjawab, si bungsu sudah mendahului saya, katanya “Kalau tidak salah sih, atlet. Aku pernah baca tulisannya. Buktinya Hotel Atlet saja ditulis “Atlet” bukan “Atlit”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Dan karena rasa penasaran saya yang semakin meningkat, kata “Atlit” pun saya tanyakan ke Paman Google ? Hasilnya ? Lebih parah dari kata “Pararel”, kali ini pewarta berita yang menggunakan kata “Atlit” tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Saya jadi &amp;nbsp;teringat sebuah buku berbahasa asing yang berjudul “Lost in Translation : Misadventures in English Abroad”. Buku “Lost in Translation” ini &amp;nbsp;berisikan cuplikan kesalahan tata bahasa maupun kesalahan penulisan yang dilakukan di berbagai belahan dunia dimana bahasa Ibu mereka bukan bahasa Inggris. Di salah satu bagian buku tersebut, ada kisah tentang tulisan bahasa Inggris di sebuah hotel di Indonesia, alih-alih menuliskannya ‘sameday service’ ; si penulis menuliskannya ‘someday’. Pengucapannya memang agak mirip tetapi artinya bertolak-belakang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Siapa pun yang membacanya akan tersenyum simpul dan mafhum bahkan kemungkinan besar akan menganggapnya sebagai sebuah kecelakaan penulisan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Tetapi bagaimana halnya jika kesalahan tersebut justru terjadi ketika kita menggunakan bahasa Ibu kita sendiri ? Apakah kita akan mafhum juga ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Entahlah. Namun satu hal yang pasti, tidak ada salahnya kita membuka Tesaurus Bahasa Indonesia atau membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk memastikan keabsahan penulisan suatu kata. Apalagi jika tulisan itu untuk publik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 115%;"&gt;Menjadi orang Indonesia bukan berarti kita pasti benar dalam menuliskan suatu kata. Saya pun hampir tergelincir, alih-alih menuliskan mafhum, saya malah menulis mahfum. Untung ada Tesaurus Bahasa Indonesia. Jika tidak ? Lengkap sudah Humor a la Indonesia …&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BMT2ipp0G3s/TaHd5Ih54KI/AAAAAAAAAZ8/YDkMre4UDGM/s1600/Tesamoko.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" r6="true" src="http://1.bp.blogspot.com/-BMT2ipp0G3s/TaHd5Ih54KI/AAAAAAAAAZ8/YDkMre4UDGM/s320/Tesamoko.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-7729052514703813431?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/7729052514703813431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=7729052514703813431&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/7729052514703813431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/7729052514703813431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2011/04/pararel-humor-la-indonesia.html' title='Pararel ... Humor a la Indonesia'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BMT2ipp0G3s/TaHd5Ih54KI/AAAAAAAAAZ8/YDkMre4UDGM/s72-c/Tesamoko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-5070289900442156421</id><published>2011-04-10T21:16:00.004+07:00</published><updated>2011-12-10T23:52:35.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kantor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Renungan tentang Pertemanan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ketika foto wajah yang cantik dan mulus beredar di milis bbm saya beberapa waktu lalu, jantung saya berhenti berdetak. Rasanya wajah itu tidak asing lagi bagi saya, rasanya mata saya masih bisa mengenalinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang dijadikan bahan gunjingan seantero Indonesia itu adalah salah satu rekan saya ketika saya masih bekerja di bank asing tersebut. Bahkan bukan hanya rekan sekerja, kami bertiga – Linda, begitu saya memanggilnya – bekerja di bagian yang sama, senasib dan sepenanggungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ketika berita tersebut beredar, hingga hari ini, tidak habis-habisnya saya berpikir, apa yang membuat ia nekad melakukan perbuatan seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat pertemuan saya tanpa sengaja dengan dirinya beberapa tahun lalu, ia masih menegur saya dengan ramah, bertukar-cerita tentang masa-masa dimana kami bekerja di bagian yang sama, saling bercerita tentang keluarga masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, tidak ada yang berubah dari dirinya, wajahnya masih sama seperti saya mengenalnya puluhan tahun lalu. Kecantikan dan keramahannya tidak memudar walaupun saat itu usianya sudah tidak semuda belasan tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ketika salah satu petinggi kepolisian mengatakan bahwa yang ada di badannya tidak ada lagi yang ‘asli’, saya jadi tergugu. Apalagi ketika membaca cercaan yang dialamatkan kepadanya, baik di media elektronik maupun di milis bbm, rasanya saya tidak sanggup menanggapinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Di grup milis bbm saya, beberapa di antaranya juga mengenalnya semasa kuliah, bahkan ada juga yang mengenalnya semasa SMA. Membaca&amp;nbsp;hujatan yang mereka tujukan kepadanya membuat saya hanya bisa mengusap dada. Linda bukan teman dekat saya, pertemanan kami hanyalah karena kami bersama-sama bekerja di bagian yang sama, selama beberapa tahun, sebelum akhirnya saya pindah ke divisi lain dan akhirnya mengundurkan diri dari bank ternama itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Namun melihat bagaimana dengan sekejap teman-temannya berpaling, membuat saya mengamini apa yang disampaikan para bijak bahwa teman yang sesungguhnya adalah teman di kala kesusahan sedang menghampiri kita dan bukan di kala kita sedang berada di puncak kejayaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak hendak menjadi si manusia paling suci ataupun super hebat, tetapi entah kenapa ada sesuatu dalam diri saya yang menahan saya untuk menghujat dirinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya merasa bahwa kehidupan ini penuh dengan misteri yang tidak dapat diketahui oleh manusia, kita tidak pernah tahu bagaimana kehidupan akan membawa kita di masa mendatang, kita tidak pernah tahu apakah kita selamanya akan bertahan untuk berjalan di jalan yang lurus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Justru dari peristiwa itu, ada pelajaran yang bisa dipetik, betapa kita tidak pernah bisa menaksir seberapa kuat diri kita menghadapi tekanan sekeliling kita, seberapa rentan kita terhadap godaan yang ada dan seberapa cepat diri kita menyadari kesalahan yang kita perbuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah tahu dan tidak akan pernah tahu …&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang bertanya kepada saya mengenai apa yang dilakukannya, dengan lantang saya akan&amp;nbsp;berkata bahwa apa yang diperbuatnya salah dan tentunya dia harus dihukum atas perbuatannya itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apakah saya harus ‘membuang’ ia dari daftar teman yang saya miliki, rasanya tidak. Dia pernah menjadi rekan sekerja yang menyenangkan dan penuh pengertian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan mereka yang menghujat&amp;nbsp; ? Bukan hak saya untuk mengadilinya. Mereka pun tentu punya alasan untuk amnesia dan menghujat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-5070289900442156421?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/5070289900442156421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=5070289900442156421&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5070289900442156421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5070289900442156421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2011/04/renungan-tentang-pertemanan.html' title='Renungan tentang Pertemanan'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-8066153612378441411</id><published>2011-02-06T22:44:00.000+07:00</published><updated>2011-02-06T22:44:23.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Anak-Anak Yang Terpinggirkan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/TU6_3th86WI/AAAAAAAAAZg/jfUuLD1CzYM/s1600/IMG_0235.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" h5="true" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/TU6_3th86WI/AAAAAAAAAZg/jfUuLD1CzYM/s200/IMG_0235.jpg" width="129" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ketika saya sedang mengunduh hasil jepretan saya beberapa waktu lalu, mata saya tiba-tiba terpaku pada wajah polos anak-anak yang terekam oleh sang kamera.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Entah kenapa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;saya selalu jatuh cinta melihat anak-anak. Rasanya kepahitan hidup tidak pernah menghampiri mereka. Dunia bagi mereka selalu penuh warna, tidak semata hitam-putih atau abu-abu. Alam khayal mereka mampu menembus dunia tanpa batas, yang entah kenapa tidak pernah bisa dimasuki orang dewasa.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Alam khayal mereka tidak pernah bisa dibeli dengan uang, tidak ada perbedaan antara si kaya dan miskin di alam kehidupan anak-anak. Di dunia tanpa batas anak-anak, semua sederajat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/TU7AIP0FS-I/AAAAAAAAAZk/RAMkKpkVAXo/s1600/IMG_0005.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" h5="true" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/TU7AIP0FS-I/AAAAAAAAAZk/RAMkKpkVAXo/s200/IMG_0005.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Satu-satunya pembeda hanyalah perbedaan yang dibuat manusia dewasa, pengkotak-kotakkan berdasarkan faktor ekonomi, faktor kasih sayang, faktor budaya dan masih banyak lagi, tergantung siapa yang membuat batasan dan kotak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Wajah anak-anak yang terekam oleh kamera saya bukanlah anak-anak yang kehidupannya berlimpah-ruah dengan makanan enak, mainan mutakhir, ataupun baju yang bagus, licin dan berbau harum. Wajah anak-anak yang terekam kamera saya, adalah anak-anak yang terpinggirkan, anak-anak yang akrab dengan tanah becek dan comberan, anak-anak yang berumah di atas kuburan, anak-anak yang akrab dengan kehidupan manusia dewasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/TU7AdjSkLuI/AAAAAAAAAZo/DFRvsChrwSo/s1600/IMG_0230.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; height: 209px; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; width: 168px;"&gt;&lt;img border="0" h5="true" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/TU7AdjSkLuI/AAAAAAAAAZo/DFRvsChrwSo/s200/IMG_0230.jpg" width="167" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Melihat wajah-wajah polos itu membuat saya tertawa dan juga miris ketika teringat komentar-komentar mereka yang polos.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Betapa tidak, ketika saya bertanya siapa yang sudah bisa membaca, tiba-tiba salah satu dari keempat anak itu nyeletuk, “Tante, dari dulu saya sudah tidak bisa baca, sudah tidak bisa nulis, sudah tidak bisa ngaji, hahahahaha.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Saya yang biasanya memiliki segudang kalimat ampuh, hanya bisa tersenyum miris dan mengalihkan pembicaraan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;“Siapa yang bisa nyanyi ? Ayo lagu apa yang kalian ingat ?”Tanya saya sambil berharap mereka akan berlomba-lomba mengangkat tangan dan bernyanyi lagu anak-anak &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Tapi harapan saya punah, ketika dengan lantangnya mereka menjawab, “Saya bisa Tante, lagu tentang BH.”jawab mereka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Kali ini saya berjuang dengan diri saya sendiri untuk tetap tersenyum, untuk tidak menggurui, untuk tidak merasa putus asa. Hingga ketika akhirnya saya memutuskan untuk mengajak mereka bernyanyi Lagu Potong Bebek Angsa, entah kenapa tiba-tiba saya menangkap sinar kerinduan mereka untuk berada di tempat dimana mereka dapat menyanyikan lagu tentang dunia mereka, yang sudah tergantikan dengan kegetiran hidup mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Kegetirah hidup yang tergambar lewat sumpah-serapah ; sumpah-serapah yang maknanya pun entah mereka sadari atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;“Siapa yang bisa mengaji ?” tanya saya lagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;“Saya bisa mengaji Tante.”kata anak-anak itu lagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;“Sudah khatam belum ?”lanjut saya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;“Khatam ? Apaan tuh artinya ? “kata salah seorang anak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;“Ah bego, kalau saya sih memang sudah tidak pernah bisa ngaji,”kata si kecil penggemar kata sudah pernah – entah mengerti atau tidak makna dari kata ‘sudah’ .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Bagi mereka, anak-anak yang &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terpinggirkan itu, kata takut sudah kehilangan maknanya. Apa yang harus mereka takuti ?&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Setan ? Mereka tinggal di kuburan, berumah dan bertempat-tinggal bersama makam. Orang ? Apa yang harus ditakuti, jika sumpah serapah yang menjadi bagian dari kehidupan mereka justru mereka dapati dari interaksi mereka dengan orang tua mereka ataupun lingkup kehidupan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Saya jadi ingat ketika imlek lalu, saat para kaum papa berkumpul di halaman klenteng untuk menantikan sedekah, ada seorang anak yang dengan kepolosannya mengganggu sang Ibu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Namanya juga anak-anak, saat mereka bermain, kemampuan mereka untuk menaksir apakah yang mereka lakukan sudah melewati ambang batas amatlah tipis bahkan nyaris tidak ada.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saat itu, rupanya sang Ibu merasa terganggu dengan ulah sang anak, alih-alih menegur atau memberikan pengertian, si Ibu dengan tenangnya meludahi sang anak.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Si anak ? dengan tenangnya membersihkan mukanya dari ludah si Ibu dan kembali tertawa-tawa menggoda sang Ibu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Mungkin karena itulah Tuhan memberikan dunia tanpa batas kepada makhluk-makhluk polos yang kecil mungil itu, dunia yang sanggup menghilangkan kegetiran hidup walaupun hanya sesaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Gantilah baju lusuh mereka dan saat itulah kita akan menyadari bahwa sesunguhnya wajah polos mereka, tidak mengenal kasta dan perbedaan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-8066153612378441411?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/8066153612378441411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=8066153612378441411&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/8066153612378441411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/8066153612378441411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2011/02/anak-anak-yang-terpinggirkan.html' title='Anak-Anak Yang Terpinggirkan'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/TU6_3th86WI/AAAAAAAAAZg/jfUuLD1CzYM/s72-c/IMG_0235.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-6923063807799219082</id><published>2011-01-30T21:02:00.000+07:00</published><updated>2011-01-30T21:02:20.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebudayaan'/><title type='text'>Pengendara Motor .. Cerminan Bangsa Indonesia ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/TUVuRohBgjI/AAAAAAAAAZU/H3HAY1f9Hvc/s1600/imagesCAG00KLW.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" s5="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/TUVuRohBgjI/AAAAAAAAAZU/H3HAY1f9Hvc/s1600/imagesCAG00KLW.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Semenjak berkantor di ujung dunia, saya jadi berkesempatan melihat sisi lain dari wajah Jakarta yang selama ini selalu menghias pagi saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya tidak pernah bermimpi berkantor di belahan Jakarta yang jauh dari kesan glamor dan mewah, belahan Jakarta yang mobil mewahnya bisa dihitung dengan jari, belahan Jakarta yang Pak Polisinya pun nyaris tidak ada, belahan Jakarta yang walapun dilewati jalur busway nyaris tidak terlihat aktivitas buswaynya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tetapi rupanya Tuhan memang berkehendak lain, kali ini Tuhan memaksa saya untuk menikmati wajah Jakarta yang selama sejarah saya bermimpi tidak pernah mampir ke alam tidur saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Bagaimana tidak, sudah hampir empat bulan saya berkantor di bagian barat Jakarta, tetap saja setiap hari saya harus mengurut dada, membatin – kadang bersyukur namun lebih banyak menyesali diri – melihat carut-marutnya lalu lintas di belahan barat Jakarta ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Betapa tidak, jika selama ini saya selalu bersua dengan pasukan motor yang jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan pasukan mobil , kali ini yang terjadi sebaliknya. Pasukan motornya sanggup menguasai hampir 80 % dari jalan yang terpanjang di antara jalan-jalan di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Belum lagi melihat para pengendara motor yang dengan seenaknya menentang arus, seakan nyawa mereka tidak satu melainkan seribu, membuat kadar tingkatan sumpah serapah saya naik dua kali lipat banyaknya. Kadar sumpah serapah yang kerap saya tahan jika saya sadar bahwa hampir sebagian besar team saya mengendari sepeda motor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jika di pusat kota jalur busway rasanya jalur yang terhormat, di sini jalur busway hanyalah pemanis jalan saja. Dulu, saya berangan-angan bahwa saya akan naik busway hingga ke satu titik dan supir saya akan menjemput saya di titik tersebut. Tetapi ketika saya melihat betapa hebatnya sterilisasi jalur busway di jalan yang panjang itu, saya langsung menghentikan angan-angan itu dari alam pikiran saya. Bisa-bisa mobil saya jauh lebih cepat dari si busway. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jika sebelumnya mata saya terbelalak karena ulah si motor, saat itu mulut saya yang membentuk lingkaran besar karena kagum dengan ulah mobil yang tanpa merasa bersalah menggunakan jalur busway. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Rasanya pagi itu saya bertanya kepada Tuhan, berapa lama lagi saya harus bertemu dengan keanehan tapi nyata a la Jakarta, berapa lama lagi saya sanggup bertahan melihat ketidakberaturan seperti itu. Keajaiban yang sanggup memutarbalikkan pagi saya yang indah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya tidak habis berpikir, kemana perginya si rasa malu dan sungkan yang dimiliki oleh para penguasa jalanan itu ? Atau memang mereka tidak memiliki rasa malu dan sungkan ? Atau mungkin rasa itu ada tapi jika mereka bertahan dengan rasa sungkan dan malu, mereka akan jadi yang tertindas, sehingga mereka memutuskan membuang jauh-jauh rasa itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Seorang rekan saya pernah berkomentar, inilah fakta tentang orang Indonesia yang sesungguhnya. Lihat saja jumlah orang yang memiliki motor, lebih banyak dari mereka yang memiliki mobil. Motor itu bukanlah barang yang sulit untuk dimiliki, siapa pun bisa memiliki motor, entah mereka berpendidikan atau tidak, entah mereka mampu atau tidak, entah mereka dari kelas sosial tinggi atau rendah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tapi apa hubungannya dengan fakta tentang orang Indonesia yang sesungguhnya, hubungannya dengan tidak adanya rasa malu dan sungkan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tnol.co.id/id/community/activities/6318-john-c-potter-orang-pertama-pengguna-sepeda-motor-di-indonesia-.html"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Berdasarkan data tahun 2009&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;, ada 35 juta unit sepeda motor berseliweran di Indonesia dengan rasio sepeda motor versus penduduk Indonesia yaitu 8:1. Sehingga, jika melihat angka di atas, cukup beralasan untuk mengatakan bahwa inilah fakta tentang orang Indonesia (tidak semuanya tetapi sebagian besar), bangsa yang kepemilikan rasa sungkan dan malunya berada nyaris di titik paling bawah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Lihat saja ulah para pasukan ninja, betapa bangganya mereka jika bisa menerobos lampu merah, betapa bangganya mereka jika mampu meliuk-liuk di antara mobil-mobil tanpa peduli bahwa jika mereka tidak awas liukan itu bisa mengakibatkan goresan ataupun tabrakan beruntun, betapa bangganya mereka karena mampu menggunakan jalur busway.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya jadi berpikir, jika di jalan saja cerminan bangsa Indonesia sudah seperti itu, bagaimana dengan kehidupan lainnya ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tiba-tiba ada suara lain yang berbisik di telinga saya, ‘Tidak usah heran jika korupsi merajalela, tidak usah heran jika suap pun marak, wong urat malu dan sungkan bangsa ini nyaris tidak ada.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya pun teringat nasihat ibu saya beberapa waktu lalu, katanya ‘Jika kamu meminta, jika kamu membiarkan dirimu di suap, ingat, nama kamu akan selamanya tercoreng, karena para penyuap akan menceritakan namamu ke penyuap lainnya. Mungkin kamu tidak tahu, tetapi di belakang kamu, mereka akan mentertawakan kamu.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Kata beliau lagi, ‘tidak mudah untuk hidup bersih, tapi setidaknya jika kamu memelihara rasa malu dan sungkan, anak-cucu kamu tidak perlu hidup dengan corengan di wajah mereka, hidup kamu pun akan berjalan dengan tenang.’&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-6923063807799219082?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/6923063807799219082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=6923063807799219082&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6923063807799219082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6923063807799219082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2011/01/pengendara-motor-cerminan-bangsa.html' title='Pengendara Motor .. Cerminan Bangsa Indonesia ?'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/TUVuRohBgjI/AAAAAAAAAZU/H3HAY1f9Hvc/s72-c/imagesCAG00KLW.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-1424854440715822505</id><published>2011-01-23T18:46:00.000+07:00</published><updated>2011-01-23T18:46:10.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><title type='text'>Pertarungan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Beberapa waktu lalu ketika saya iseng-iseng mampir menengok akun Facebook saya dan meninggalkan jejak di salah satu profil seorang teman, ia langsung membalasnya serta menanyakan keberadaan saya yang mendadak hilang dari peredaran dunia maya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tidak lama kemudian, ada pesan yang muncul di sarang saya, pesan dari sesama blogger – &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang kemudian beralih menjadi teman di dunia nyata – bertanya tentang keberadaan blog saya yang mendadak kosong melompong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Nyaris beberapa hari sebelumnya, karib saya pun memperingatkan saya tentang kualitas kehidupan yang saya jalani beberapa bulan terakhir. Ia memperingatkan betapa pentingnya menjaga diri dari “burn-out”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;alias kelelahan total yang pernah saya alami beberapa waktu lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya pun seperti biasa merenung, melihat kembali kilas balik kehidupan saya sejak saya dinyatakan hilang oleh teman-teman saya, baik di dunia nyata maupun dunia maya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Harus saya akui, komentar dan pertanyaan mereka tepat, saya memang menghilang, tepatnya menghilangkan diri dari melakukan hal-hal yang saya sukai, membenamkan diri dengan pekerjaan, seolah waktu yang disediakan Tuhan bagi saya hanyalah untuk bekerja dan bukan membuat hidup saya berwarna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Seperti biasa, kiri dan kanan saya saling membenarkan, hingga di suatu sore ketika saya melewati jalan-jalan yang kerap saya lewati dulu, duduk di sudut tempat ngopi yang kerap menjadi tempat persembunyian saya untuk merenung, saya menyadari bahwa saya harus memenangkan kehidupan saya kembali, kehidupan dimana saya memiliki waktu untuk merenung, menyapa kehidupan lewat lensa kamera saya, atau pun menjelajah alam khayal lewat untaian kata-kata buku yang saya baca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tiba-tiba saja ketika kesadaran itu datang, saya mendadak terserang penyakit rindu, rindu bercengkerama dengan pagi, rindu menikmati sore dengan teman-teman masa lalu, rindu bertukar-sapa dengan dunia maya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;… dan inilah akhirnya .. tulisan pertama di tahun 2011 … akhirnya saya bisa memenangkan diri saya kembali &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-1424854440715822505?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/1424854440715822505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=1424854440715822505&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1424854440715822505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1424854440715822505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2011/01/pertarungan.html' title='Pertarungan'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-601909482406998636</id><published>2010-09-03T21:21:00.001+07:00</published><updated>2010-09-04T17:43:29.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Di Suatu Musim</title><content type='html'>Pagi di Bali selalu tidak sama dengan Jakarta, pagi di Bali selalu pagi yang magis, yang mampu membawa aku bertemu dengan hembusan nafas Tuhan. Ya, hembusan nafas Tuhan, karena setiap kali aku berjalan menyusuri jalan setapak menuju pantai, Tuhan selalu menyambutku dengan hamparan permadani bunga kamboja Bali di atas hijaunya rerumputan bersaput embun, menciumku lewat ombak yang berkejaran, memelukku dengan langit birunya, ujarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, aku mencoba untuk bertemu dengan hembusan nafas Tuhanmu Anya. Entah apa yang kamu lihat Anya. Aku lewat di jalan setapak yang selalu kamu lewati, aku memandang langit biru, bertemu dengan sang anjing dan ombak, tapi tetap saja aku tidak bertemu dengan hembusan nafas Tuhanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mataku memang berbeda dengan matamu, Anya. Atau mungkin karena Tuhan sudah lama memendam cinta kepadamu, sehingga Ia selalu memberikan hembusan cintanya padamu. Ah betapa aku merindukan matamu, merindukan dirimu, sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan aku tidak berusaha Anya, aku berusaha sekuat tenaga, berusaha menghilangkan bayangmu dari kehidupanku, berusaha menepis rasa itu, tetapi semakin kuat aku berusaha, semakin kuat pula rasa dan bayangan itu menghampiriku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jika aku melanggar janjiku kepadamu untuk tidak menemuimu, mungkin tidak seperih ini rasa kehilanganku Anya. Mungkin jika aku berusaha lebih gigih lagi untuk mendapatkanmu, aku masih bisa membisikkan betapa aku berterimakasih atas cintamu, betapa aku tidak ingin melihatmu menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terlepas dari segalanya, aku tahu jauh di sudut hatimu, ada sepotong ruang yang kau sisakan untukku, ruang tempat engkau menyimpan hari-hari indah kita sebelum rasa cinta itu datang menggangu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang salah Anya, salah karena berusaha mencuri dirimu, salah karena tetap mempertahankan rasa cinta itu, salah karena tidak menuruti kehendakmu untuk menepis rasa indah itu, salah karena tidak mampu membuang mimpiku untuk hidup bersamamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahkan marah kepada nafas Tuhanmu Anya, marah karena Ia tidak mendengarkan doa yang kulantunkan setiap hari, di setiap helaan nafasku, meminta-Nya memberiku kesempatan untuk memilikimu, walau hanya sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anya, kamu masih ingat pembicaraan kita tentang pesanmu jika kau dipanggil Tuhan ? Katamu jika aku mencintaimu, tidak perduli aku ada di belahan dunia yang berbeda denganmu, aku harus datang dan melaksanakannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini aku datang Anya, di sela rasa marahku, di sela rasa rindu yang memuncak, di sela rasa kehilangan dirimu, hanya untuk memenuhi janjiku melarungmu di laut biru di pulau dimana waktu berhenti berputar dan berharap engkau melihatku dari balik awan biru itu, betapa diriku mencintaimu, amat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih karena mengizinkan aku untuk memenuhi janjiku. Peluk aku Anya, peluk aku lewat hembusan angin, saat aku menaburkanmu untuk bersatu dengan nafas Tuhanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Postingan ini dibuat untuk &lt;a href="http://ceritaeka.com/"&gt;http://ceritaeka.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-601909482406998636?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/601909482406998636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=601909482406998636&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/601909482406998636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/601909482406998636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/09/di-suatu-musim_03.html' title='Di Suatu Musim'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-5081324374331698547</id><published>2010-09-01T06:23:00.001+07:00</published><updated>2010-09-01T07:22:28.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Di Suatu Musim</title><content type='html'>Pagi di Bali tidak sama dengan Jakarta, pagi di Bali selalu pagi yang magis, yang mampu membawa aku bertemu dengan hembusan nafas Tuhan, katamu suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hembusan nafas Tuhan, karena setiap kali aku berjalan menyusuri jalan setapak menuju pantai, Tuhan selalu menganugerahiku hamparan permadani kamboja putih di atas hijaunya rerumputan bersaput embun, menyapaku lewat&amp;nbsp;ombak yang berkejaran, menciumku lewat&amp;nbsp;birunya langit, ujarmu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah betapa aku merindukanmu, sangat. Kamu benar, pagi di Bali selalu pagi yang magis, yang mampu membawaku bertemu dengan bayangmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-5081324374331698547?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/5081324374331698547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=5081324374331698547&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5081324374331698547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5081324374331698547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/09/di-suatu-musim.html' title='Di Suatu Musim'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-7508534224079410023</id><published>2010-08-31T06:12:00.000+07:00</published><updated>2010-08-31T06:12:19.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Perempuan ... Oh Nasibmu ...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/THw5zPcY6YI/AAAAAAAAAZA/rwptl6k8t9I/s1600/jurnalis+perempuan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/THw5zPcY6YI/AAAAAAAAAZA/rwptl6k8t9I/s320/jurnalis+perempuan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam jurnal perempuan edisi 67 hal 32 mengenai Nasib Jurnalis Perempuan di Indonesia yang berisikan hasil penelitian oleh Aliansi Jurnalis Independen pada tahun 2009, di salah satu rekomendasinya tertera bahwa perusahaan diharapkan memberikan hak-hak kesehatan reproduksi seperti cuti haid, cuti melahirkan serta menyusui di samping menyediakan ruangan bagi jurnalis yang menyusui. Perempuan yang melakukan peliputan malam hari, diberikan fasilitas antar jemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada penemuan yang menarik dari hasil penelitian itu, masih terdapatnya bias gender yang dialami para jurnalis perempuan, dimana perekrutan terhadap jurnalis perempuan oleh media semata sebagai siasat untuk ‘mendekati’ narasumber laki-laki, di samping harus memiliki persyaratan fisik menarik – baik wajah maupun tubuh – sesuai standar industri (khusus penilaian fisik ini berlaku untuk industri televisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian itu juga dikemukakan betapa para jurnalis perempuan juga kerap mengalami pelecehan seksual dari narasumber, entah itu berupa tindakan meraba atau rayuan, bahkan ada juga yang mendapat ajakan kencan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca hasil penelitian itu membuat saya terkejut, dan memaksa saya untuk menggali sisa-sisa ingatan saat status saya masih menjadi “stringer journalist” ketika kuliah dulu. Menggali sisa-sisa ingatan ketika berhadapan dengan narasumber, perlakuan mereka terhadap saya atau perjalanan panjang yang saya lakukan bersama rekan-rekan jurnalis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil ingatan saya yang tersisa, narasumber yang selama ini saya wawancarai tidak pernah ada yang meraba-raba atau merayu apalagi mengajak kencan, mungkin karena penampilan saya yang selalu bercelana jeans, padahal narasumber saya saat itu dari menteri hingga rakyat jelata. Peliputan malam hari ? hm … saat itu memang tidak ada antar jemput, yang ada saya pergi sendiri dengan biaya sendiri, padahal saat itu saya sedang mengerjakan tugas meliput suasana pasar induk dini hari. Tidak juga saat saya harus meliput Kebun Binatang Ragunan saat malam hari, bagaimana mau dijemput, liputan itu mengharuskan saya bermalam di Kebun Binatang bersama rekan jurnalis pria, tidur bersama binatang yang sedang di karantina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pengalaman masa lalu dan ingatan yang tersisa tidak bisa disejajarkan dengan hasil penelitian AJI, pertama karena saya belum menikah, kedua saya bukanlah jurnalis yang dibayar penuh oleh media, ketiga media televisi belum menjamur seperti saat ini, keempat euphoria “stringer journalist” – namanya juga “stringer journalist”, tugas peliputan tentu saja tergantung order dan keinginan untuk mendapatkan order.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terlepas dari pengalaman masa lalu, hasil penelitian AJI adalah sesuatu yang menyedihkan, karena kondisi yang dialami jurnalis perempuan adalah kondisi yang dialami pekerja kantoran perempuan lainnya – terutama bagi pekerja kontrak (out-sourcing) dan jenis pekerjaan mereka masuk dalam lingkup pekerjaan yang mengharuskan mereka bekerja malam hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian AJI terasa mengejutkan karena ternyata pekerja media pun mengalami hal yang sama – tidak semua pastinya, tergantung dari perusahaan dimana mereka bernaung – sementara media adalah salah satu alat untuk menyiarkan kebenaran untuk kepentingan masyarakat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian itu pun di satu sisi memperlihatkan bahwa kondisi perempuan sebagai “obyek” tidak pandang bulu, entah itu TKI, entah itu pekerja kantoran, entah itu jurnalis, entah itu artis, entah itu rakyat jelata, siapa pun dalam skala kecil atau besar pasti pernah masuk dalam kategori “obyek” tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah seperti itu siapa yang harus disalahkan ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat pembicaraan saya beberapa waktu lalu dengan seorang teman, saat itu dalam pembicaran tersebut rekan saya berpendapat bahwa dalam kondisi dimana uang berbicara, dimana keuntungan materi lebih berkuasa, maka sampai kapan pun situasi tidak akan berpihak kepada mereka yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi AJI pun pada akhirnya hanya akan berhenti sebatas rekomendasi, karena gaungnya pun tetap kalah dengan kekuasaan pemilik media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan kondisi para perempuan pekerja kantoran lainnya – mengingat kondisi yang dialami jurnalis perempuan pun dialami perempuan yang berstatus sebagai pekerja – sampai kapan pun peraturan ketenagakerjaan tidak akan berpihak selama kekuasaan tetap berada di tangan para pemilik perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan ataupun pengaturan undang-undang yang lebih berpihak hanya dapat terjadi, jika peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tidaklah sekedar peraturan tertulis yang penerapannya tidak terpantau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-7508534224079410023?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/7508534224079410023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=7508534224079410023&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/7508534224079410023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/7508534224079410023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/08/perempuan-oh-nasibmu.html' title='Perempuan ... Oh Nasibmu ...'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/THw5zPcY6YI/AAAAAAAAAZA/rwptl6k8t9I/s72-c/jurnalis+perempuan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-5180395942175475339</id><published>2010-08-30T04:37:00.000+07:00</published><updated>2010-08-30T04:37:43.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Indonesia atau Indo, Saudara-Saudara ?</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu di sebuah situs jejaring sosial, ada sebuah komentar mengenai kondisi di Indonesia yang diberikan oleh seorang Indonesia yang kebetulan bertempat-tinggal di luar negeri. Dalam komentar itu, orang tersebut menyebut Indonesia dengan kata Indo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat, saat itu saya tidak bisa menahan diri saya untuk menyampaikan keberatan saya terhadap penggunaan kata Indo, dengan memintanya menggunakan kata Indonesia atau jika hendak menyingkatnya bisa dengan kata Ind. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun kemudian menerima balasan darinya, yang mengatakan bahwa kata Indo itu lazim dipergunakan oleh orang-orang Indonesia yang bertempat tinggal di luar Indonesia. Lagipula kata Indo itu tidaklah mengandung konotasi merendahkan seperti kata Indon yang digunakan oleh orang Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah komentar balasan yang membuat saya terhenyak dan berbalik memperhatikan penyebutan Indonesia yang dipergunakan oleh rekan-rekan saya yang kebetulan bertempat tinggal di luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar yang membuat terbangun dari hipnotis bahwa hampir sebagian besar rekan-rekan saya yang bertempat tinggal di luar Indonesia, ternyata menggunakan kata Indo sebagai pengganti kata Indonesia.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Entah kenapa, saya merasa ada yang kurang tepat dengan kata ganti itu, apalagi karena mereka yang menggunakan kata ganti itu notabene adalah orang Indonesia yang besar dan bersekolah di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mungkin mereka mendadak amnesia ? Lupa bahwa kata Indo dalam bahasa Indonesia bukanlah kata ganti dari Indonesia, melainkan kata yang memiliki arti orang Indonesia yang berdarah Eropa ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang asing menggunakan kata tersebut, masih bisa dimengerti karena mereka bukan orang Indonesia. Tetapi jika yang menggunakan kata tersebut adalah orang Indonesia sendiri, rasanya lidah saya tidak tahan untuk tidak berkomentar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika mereka yang menggunakan kata tersebut adalah mereka yang berpendidikan tinggi, ambang toleransi saya semakin menipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika Indon masih meraja, saya tidak pernah menggunakan kata tersebut jika berbicara dengan pimpinan perusahaan saya yang kebetulan orang Amerika dan Inggris. Saya tetap menggunakan kata ”Indonesia” dan bukan ”Indon”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika dalam percakapan bahasa Inggris, saat kita merujuk kepada bahasa Indonesia yang digunakan dalam tulisan, dimana kalimat yang digunakan hanya merujuk kepada kata ”Bahasa” saja, saya selalu memilih menggunakan ”Bahasa Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dimana keindonesiaan kita terusik karena Malaysia, mungkin ada baiknya kita juga berkaca kembali, melihat bagaimana kita meggunakan kata Indonesia sebagaimana layaknya kata tersebut harus diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi orang Indonesia yang dapat bersaing di dunia Internasional bukanlah dengan melupakan hakikat dari bahasa kita sendiri, menjadi orang Indonesia yang tinggal di negara asing bukanlah serta merta membuat kita mendadak amnesia terhadap nama dari negara kita sendiri, dengan menggantinya menjadi ”INDO”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat kicauan burung pagi yang kurang lebih berbunyi ”Lebih berharga&amp;nbsp;mereka yang berusaha berbahasa asing dengan baik dan benar daripada mereka yang tidak bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-5180395942175475339?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/5180395942175475339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=5180395942175475339&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5180395942175475339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5180395942175475339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/08/indonesia-atau-indo-saudara-saudara.html' title='Indonesia atau Indo, Saudara-Saudara ?'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-2846914319677775111</id><published>2010-08-26T06:04:00.000+07:00</published><updated>2010-08-26T06:04:42.584+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>KRL khusus Perempuan di mata Perempuan</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/THWf5iHqetI/AAAAAAAAAYw/iNFQdPHjbDY/s1600/groping.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/THWf5iHqetI/AAAAAAAAAYw/iNFQdPHjbDY/s320/groping.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Saat membaca berita mengenai peluncuran KRL khusus perempuan tersebut entah kenapa saya merasa justru terlecehkan, terlecehkan karena bagi saya dengan membuat pemisahan seperti itu berarti perempuan tidak memiliki harganya lagi, perempuan tidak mampu berjuang untuk menegakkan haknya sebagai manusia yang layak dihargai sama seperti laki-laki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rupanya pendapat tersebut ditentang oleh sebagian besar perempuan yang memberikan komentarnya terhadap pernyataan saya tersebut, mengingat di mata mereka selama ini saya hampir tidak pernah menggunakan fasilitas transportasi umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat itu ada benarnya, tetapi mereka lupa bahwa dulu, saat kereta belum seintensif sekarang penggunaannya, dimana bis, metromini, dan mikrolet masih meraja di dunia transportasi umum, saya adalah pengguna setia mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saya duduk di bangku SMA hingga kuliah bahkan di tahun pertama saya bekerja kantoran, kendaraan utama saya adalah ketiga angkutan umum tersebut. Bahkan saat saya kuliah, kecintaan saya terhadap mereka luar biasa, untuk menempuh jarak dari rumah hingga ke tempat kuliah saya harus berganti kendaraan hingga 4 (empat) kali, begitu pula saat pulangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mengalami hari-hari dimana saya tetap harus memaksakan diri masuk ke lautan penumpang yang penuh sesak, bernapas di antara ketiak orang, karena penuhnya bus atau metromini yang saya naiki. Atau hari-hari dimana saya harus dengan tega melayangkan sikut saya supaya saya bisa masuk dengan cepat dan mendapat tempat duduk jika kebetulan ada bus baru yang tiba di terminal. Atau hari-hari dimana saya harus berlari-lari mengejar bis dan mendaratkan kaki saya ke dalam bis ketika bis melambatkan jalannya atau pun sebaliknya mendaratkan kaki saya di aspal ketika turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga saya pun mengerti benar rasanya berada di antara lautan penumpang dimana para pria penggemar kesempatan dalam kesempitan melancarkan aksinya, dari menggosokkan alat kemaluannya, menempelkan punggung bagian belakangnya hingga kernet yang hobby menepuk pantat penumpang wanita – karena saya termasuk salah satu korbannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tentu saja kemudian ada bantahan yang menyatakan bahwa itu dulu, beda dengan sekarang. Itu pun sah-sah saja dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman sekarang berbeda dengan jaman saya dulu, jumlah penduduk semakin menyemut sementara transportasi umum tidaklah bertambah mengikuti pertambahan jumlah penduduk, sehingga aksi para penggemar kesempatan dalam kesempitan semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman sekarang berbeda dengan jaman saya dulu, dimana pelecehan seksual dapat dijadikan delik aduan terhadap pelecehan kaum perempuan, sehingga para pria bisa mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga sudah sepantasnyalah dan sepatutnya pemerintah mencarikan jalan keluar yang bisa menjembatani kedua hal tersebut. Namun sayangnya jalan keluar yang diberikan tidaklah efektif dan tidak menyelesaikan akar dari permasalahan ini, yaitu Pelecehan Seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita mengetahui jumlah laporan pengaduan pelecehan seksual di Indonesia atau Jakarta – dalam hal ini busway atau KRL atau transportasi lainnya ? Nyaris tak terhitung. Entah terlewat atau saya tidak bisa menemukannya, tetapi media pun tidak pernah memberikan angka pastinya mengenai tingkat pelecehan seksual di KRL maupun busway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, penerapan KRL khusus perempuan tetap saja tidak efektif, tetap saja suatu bukti bahwa perempuan belum memperjuangkan haknya untuk dihargai sebagaimana layaknya kaum pria. Terlalu naif untuk merasa bersyukur gerbong khusus perempuan sudah tersedia, karena kejahatan yang sebenarnya dibiarkan oleh kaum perempuan itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berapa pun jumlah gerbong yang disediakan selama kaum perempuan tidak mau bertindak, tidak mau membela dirinya sendiri, bentuk pelecehan ini tetap akan bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara mengenai situasi ini, beberapa waktu lalu senior saya, Putu Laxman Pendit mengirimkan link tentang kondisi serupa yang terjadi di Jepang, ini linknya http://english.pravda.ru/news/society/21-08-2006/84007-groping-0 dan bagaimana menurut Putu 3 tahun sesudahnya kaum pria menuntut hal serupa &lt;a href="http://english.pravda.ru/news/society/21-08-2006/84007-groping-0"&gt;http://english.pravda.ru/news/society/21-08-2006/84007-groping-0&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-2846914319677775111?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/2846914319677775111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=2846914319677775111&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2846914319677775111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2846914319677775111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/08/krl-khusus-perempuan-di-mata-perempuan.html' title='KRL khusus Perempuan di mata Perempuan'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/THWf5iHqetI/AAAAAAAAAYw/iNFQdPHjbDY/s72-c/groping.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-1924263505735176977</id><published>2010-08-23T05:08:00.001+07:00</published><updated>2010-08-23T05:13:55.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa'/><title type='text'>Renungan Puasa</title><content type='html'>Satu hari menjelang Ramadhan, di antara berbagai kicauan burung mengenai puasa dan razia ormas untuk menciptakan suasana kondusif saat Ramadhan, tiba-tiba mata saya berhenti di salah satu kicauan teman saya yang mengomentari kicauan tentang Ucapan Selamat Berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya kicauan tersebut bunyinya seperti ini ”Selamat berpuasa bagi yang berpuasa dan Selamat menghormati mereka yang puasa bagi yang tidak puasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://twitter.com/arimargiono"&gt;Rekan saya&lt;/a&gt; kemudian mengomentari kicauan tersebut bahwa mereka yang meminta kepada yang tidak berpuasa untuk menghormati mereka yang berpuasa adalah mereka yang jiwanya tidak percaya diri, kalau mereka percaya diri tentu mereka tidak akan minta dihormati, mereka akan dihormati dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tersenyum di samping merasa miris membaca komentar tersebut. Tersenyum karena komentar tersebut tepat sekali dan miris karena mereka yang memiliki pemikiran seperti itu hanyalah segelintir orang, bahkan pemerintah pun tidak memiliki pemahaman sedalam itu. Buktinya, semua tindakan yang dilakukan menjelang bulan Ramadhan selalu diakhiri dengan embel-embel untuk menciptakan suasana kondusi selama bulan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, puasa bukanlah milik segolongan agama, semua agama di dunia mengenal puasa walaupun cara dan lamanya berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Juga tidak ada puasa yang satu lebih berat dari yang lain, semuanya sama beratnya dan sama ringannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu hal yang sama dari berpuasa itu, pendekatan diri dengan Sang Maha Kuasa, kesempatan untuk merenung, kesempatan untuk menahan diri, kesempatan untuk melihat ke dalam diri sendiri dengan lebih intensif, kesempatan untuk memperbaiki relasi yang kurang baik, kesempatan untuk melihat sesama kita yang selama ini luput dari perhatian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan justru karena makna puasa tersebutlah maka tidak selayaknya kita menciptakan suasana kondusif untuk mempermudah pendekatan diri kita dengan Sang Maha Kuasa. Jika suasana dibuat sekondusif mungkin, bagaimana kita bisa bergulat dengan Setan yang selama ini selalu menjadi penghuni setia di dalam diri kita, yang mampu mengusir Sang Maha Kuasa dari kehidupan kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan lapar dan haus adalah hal yang mudah, bukan hal yang sulit. Menahan lapar dan haus menjadi hal yang sulit justru ketika Setan sedang berkeinginan untuk bermain dengan kita. Bukankah kemenangan yang gemilang justru ketika musuh di medan perang dapat kita kalahkan, dan berbicara mengenai medan perang, tidak ada medan perang yang sepi dari tembakan senjata. Kalau tidak ada tembakan senjata berseliweran, pasti namanya bukan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga menjadi hal yang ironis saat tempat hiburan malam, atau lokalisasi atau VCD porno menjadi hal pertama yang harus diamankan demi terciptanya suasana kondusif saat ramadhan dan bukan karena alasan moral lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terasa menggelikan karena mendadak negara ini menjadi negara yang alim, bukan karena sebagian besar rakyatnya berhasil mengalahkan setan tetapi karena setan dikerangkeng untuk sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS :&lt;br /&gt;Rasanya tidak sabar menanti ramadhan tahun depan, pasti nyanyian yang sama terulang kembali. Entah jika para ormas nantinya sadar bahwa Berpuasa adalah Saat hening kita bersama Sang Khalik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-1924263505735176977?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/1924263505735176977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=1924263505735176977&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1924263505735176977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1924263505735176977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/08/satu-hari-menjelang-ramadhan-di-antara.html' title='Renungan Puasa'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-3162270220075204109</id><published>2010-08-19T07:44:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T07:44:44.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Merdeka di Jakarta itu .....</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;”Bagaimana merdeka di Jakarta bagi hidup Anda ?” kurang lebih begitulah kicauan burung yang muncul di layar handphone saya pada tanggal 16 Agustus lalu. Kicauan yang disampaikan oleh &lt;/span&gt;&lt;a href="http://twitter.com/mkusumawijaya"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Marco Kusumawijaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt; tersebut segera menarik perhatian saya, apalagi disertai dengan embel-embel jawaban ditunggu paling lambat tgl 17 Agustus pukul 10 pagi karena hendak diterbitkan dalam bentuk buku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Segera reaksi narsis saya muncul, ”Wah kapan lagi nih nama saya bisa muncul di buku terbitan Marco Kusumawijaya.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Alih-laih memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut saya pun mulai membayangkan skenario narsisme berikutnya, lengkap sejak jawaban tersebut saya posting hingga komentar pembaca saat buku tersebut diterbitkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tetapi dasar saya itu cepat sekali teralihkan perhatiannya apalagi bila pekerjaan kantor memanggil-manggil saya untuk kembali ke dunia nyata, maka segera fantasi narsisme itu menguap menyisakan pertanyaan yang membekas dalam alam ingatan dan pikiran saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Hingga datanglah tanggal 17 Agustus dengan pertanyaan tentang arti merdeka di Jakarta bagi hidup saya yang memanggil-mainggil meminta diberi jawaban. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ada beberapa skenario jawaban yang muncul dalam benak saya dari yang kesannya patriotik hingga yang biasa-biasa saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tetapi kemudian saya merenung, melakukan kilas balik kehidupan saya di ibukota tercinta ini, dari sejak menjadi penghuni hingga tersingkir ke daerah pinggiran karena padatnya perkampungan modern bernama Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Hingga tibalah saya kepada pertanyaan apa yang membuat saya merasa terasing di Jakarta ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tinggal di perkampungan besar ini sejak lahir, menjadi anak Menteng, Kebayoran dan Rawamangun sebelum tersingkir ke daerah pinggiran alias ”suburb” bahasa kerennya, membuat saya sadar betapa Jakarta dullu tidaklah seperti sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Anak saya jika tinggal di Jakarta pastinya tidak dapat menikmati kemerdekaan bersepeda, mainan favorit anak-anak seperti yang saya alami. Dulu, saya masih bisa bermain sepeda bahkan kebut-kebutan dengan teman-teman saya di jalan Sumatera, Sumbawa dan Jawa. Masih merasakan dikejar tukang jual mangga yang membawa pikulannya karena tertabrak sepeda saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Anak saya jika tinggal di Jakarta pastinya sudah tidak dapat merasakan kehidupan bertetangga ala kampung Dulu, di sebelah rumah saya tinggal orang Arab dengan keluarga batihnya dalam 1 rumah. Si Abah, begitu saya memanggil beliau memiliki 3 anak kecil serta dalam 1 rumah. Jika bulan Ramadhan tiba, si Ame, begitu saya memanggil istri si Abah, dengan senang hati mempersilakan kami bermain di dapurnya saat beliau menyiapkan kue-kue untuk berbuka puasa dan jika waktu berbuka tiba kami pun mendapat oleh-oleh juadah buatan beliau yang hingga kini masih terbayang-bayang dalam ingatan saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Anak saya jika tinggal di Jakarta pastinya sudah tidak dapat merasakan nikmatnya naik becak sore hari ditemani angin semilir. Dulu, ibu saya punya tukang becak langganan yang selalu mengantarkan saya dan adik saya ke sekolah. Bukannya kami tidak memiliki mobil, tetapi menurut ibu saya, jarak tempuh antara rumah dan sekolah terlalu dekat bagi sebuah mobil. Sebelumnya bahkan saya kalau ke sekolah berjalan kaki, maklum jarak antara rumah dan sekolah terkenal itu hanya sepelemparan batu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Anak saya jika tinggal di Jakarta pastinya sudah tidak dapat merasakan manisnya buah cerme yang dengan mudah dapat ditemui di pinggir jalan. Dulu, saya dan teman-teman, tidak pernah melewatkan buah cerme yang berwarna kemerahan yang dengan mudah kami temui sepanjang perjalanan pulang dan berangkat sekolah. Memetik dan memakannya adalah keasyikan tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Anak saya jika tinggal di Jakarta pastinya sudah tidak dapat merasakan enaknya es krim Tjanang, es krim yang rasanya tak tergantikan walaupun saat ini masih ada es krim Zangrandi dan Ragusa. Dulu, jika kedua orangtua saya membawa saya ke jalan Sabang untuk menikmati es krim Tjanang, kami selalu memilih duduk di luar – di kursi rotan yg terbuat dari rotan bukan rotan plastik -. Menikmati sore dan es krim, suatu kemewahan luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Dan masih sederet lagi jika Anak saya tinggal di Jakarta. Saya harus realistis. Merdeka di Jakarta bagi hidup saya tentulah tidak bisa menengok ke belakang. Zaman berubah, kota pun harus berubah mengikuti perkembangan zaman. Sederet jika anak saya tinggal di Jakarta tidaklah menjawab pertanyaan yang diajukan Marco Kusumawijaya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jawaban saya haruslah berdasarkan perenungan yang berkaitan dengan saat ini, zaman dimana becak bukan lagi transportasi utama, zaman dimana gedung pencakar langit adalah hal yang biasa, zaman dimana motor mendadak jadi pasukan berani mata di jalan-jalan kota Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jawaban saya haruslah berdasarkan perenungan atas hasil interaksi saya dengan manusia-manusia maju, modern, berpendidikan tinggi, metropolis dan majemuk. Interaksi yang meninggalkan bekas mendalam di hati saya, entah itu baik atau buruk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya pun mengeluarkan sederet interaksi yang meninggalkan kesan indah dan buruk, menyaringnya dan berkesimpulan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;”Merdeka di Jakarta bagi kehidupan saya adalah jika saya bisa memakai celana pendek dan tank top tanpa terlihat sebagai orang asing”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;PS :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ucapan selamat sudah disampaikan kepada negeri tercinta lewat kicauan burung&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-3162270220075204109?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/3162270220075204109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=3162270220075204109&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3162270220075204109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3162270220075204109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/08/merdeka-di-jakarta-itu.html' title='Merdeka di Jakarta itu .....'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-320279158338669845</id><published>2010-07-31T04:51:00.001+07:00</published><updated>2010-07-31T04:51:36.524+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='televisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik'/><title type='text'>Infotainment - PWI - Fatwa MUI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tidak lama setelah Mulharnetti Syas mempertahankan disertasinya yang berjudul Relasi Kekuasaan dalam Budaya Industri Televisi Indonesia (Studi Budaya Televisi pada Program Infotainment) dengan hasil sangat memuaskan, berlomba-lombalah para pemilik gawang undang-undang menyuarakan pandangan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Semuanya senada, tinggal dipilih saja bahasanya dari yang memfatwanya sebagai barang haram, mengkategorikannya menjadi faktual dan non faktual, hingga membahasnya dari sisi etika jurnalistik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jangan salah, saya sedang tidak mengkritik Netti, saya justru sedang menikmati kesibukan para pemilik gawang undang-undang yang mendadak sibuk tadi, apalagi penjaga gawang Undang-Undang Pers yang mendadak kehilangan kemampuannya untuk berdiri tegak hingga harus meminjam fatwa MUI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Sebenarnya, sebelum disertasi Mulharnetti Syas, diskusi mengenai ketidakpatutan infotainment sudah bergulir di media massa, di blog maupun di diskusi-diskusi terbatas. Dari soal pemberitaan yang melanggar ranah pribadi orang hingga membicarakan para pekerja jurnalistik dan pemilik medianya. Tetapi tidak pernah ada yang membahasnya dari sisi relasi kekuasaan, hanya segelintir orang saja dan itu pun masuk kategori diskusi warung kopi - karena dilakukan pada waktu senggang ketika rasa kantuk belum menyerang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Seperti yang disampaikan oleh Prof.Dr. Sasa Djuarsa Sedjaya Phd dan juga &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/putu-laxman-pendit/profesionalisme-dan-infotainment-doh/474948680967"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Putu Laxman Pendit&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;, infotainment itu sendiri sudah ada sejak jaman kuda gigit besi dengan adanya &lt;em&gt;Yellow Journalism &lt;/em&gt;(jadi ingat jaman kuliah dulu, kategori koran kuning).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Bahkan sejak dulu pula berita yang mengandung kandungan gosip selalu mempunyai daya jual yang cukup tinggi serta mampu menghasilkan uang lebih cepat dibandingkan berita-berita lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Bedanya sekarang ini dimana kemajuan teknologi sudah semakin hebat, terasa sekali betapa berita gosip tersebut semakin merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Betapa tidak, dengan adanya stasiun televisi yang bukan hanya satu, yang siarannya sudah dimulai dari pagi-pagi sekali, hingga internet yang proses memberitakannya hanya dalam hitungan detik (bukan proses menulisnya), maka gosip adalah komoditi berita yang paling mudah didapat dan dijual. Dan karena namanya gosip tentu saja tidak perlu berlama-lama mencari faktanya, yang penting adalah nama yang dijadikan gosip.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jadi ketika para penjaga gawang undang-undang berteriak Haram tapi mensahkan berita Ariel – Luna karena berita itu adalah berita positif infotainment, karena berita itu untuk kepentingan umum, saya pun jadi bertanya-tanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Sejak kapan ada berita infotainment yang berguna untuk kepentingan umum ? Sejak kapan pula berita yang memasuki ranah pribadi termasuk berita positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Setahu saya ketika masih kuliah dulu – entah sekarang ini – Kode Etik Jurnalistik menyatakan secara tegas bahwa berita pers harus berimbang, bersifat netral, obyektif, akurat, faktual, tidak mencampuradukkan fakta dan opini, tidak memasuki hal-hal bersifat pribadi (privacy), menghormati asas praduga tak bersalah, tidak bersifat fitnah, dusta dan cabul. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jadi ketika sekretaris PWI tiba-tiba mengecualikan berita Ariel – Luna, sebagai berita positif infotainment karena berguna untuk kepentingan umum, dan juga menyatakan hal-hal yang tertuang dalam Kode Etik Jurnalistik sudah tepat karena karena adanya fatwa MUI yang mendukung Kode Etik Jurnalistik, saya jadi bertanya-tanya, lebih dulu mana Kode Etik Jurnalistik atau fatwa MUI. Sebegitu lemahkan Kode Etik Jurnalistik yang keberadaanya sudah ada jauh sebelum MUI itu berdiri di tanah air kita ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Lalu kemana saja PWI selama ini ketika infotainment semakin marak dan jauh dari Kode Etik Jurnalistik ? Kenapa PWI mendadak bisu ketika anggotanya dengan semena-mena merasuki ranah pribadi orang, ketika anggotanya dengan semena-semena tidak lagi menghormati asas praduga tak bersalah, ketika anggotanya dengan bergembira ria menayangkan gambar-gambar cabul ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Pertanyaan saya hanya satu, jika kategori memberitakan perceraian artis adalah fakta dan diperbolehkan karena berkaitan dengan hukum, maka pertanyaan berikutnya jika ternyata ditambahi dengan pertengkaran antara pasangan itu yang notabene adalah fakta – karena diikuti dengan pernyataan kedua belah pihak yang bertengkar - haramkah itu ? menyimpangkah itu dari Kode Etik Jurnalistik ? Bukankah fakta lanjutannya sudah masuk dalam ranah pribadi orang ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Atau, jika kategori memberitakan nasib orang yang merekam dirinya sendiri untuk kepentingan dirinya sendiri (walaupun ini belum dibuktikan kebenarannya oleh pengadilan)&amp;nbsp;tetapi kemudian karena satu dan lain hal tiba-tiba beredar di masyarakat (ini pun penyebabnya belum dibuktikan oleh pengadilan), adalah fakta dan diperbolehkan karena apa yang dilakukannya patut dijadikan contoh dosa moral - dan kemudian ditambah dengan menayangkan kutipan video tersebut - sejalankah itu dengan Kode Etik Jurnalistik ? Bukankah petikan gambar termasuk gambar cabul dan bukankah pengadilan belum memutuskan bersalahnya si pelaku ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Berbicara mengenai moral memang mudah, lebih mudah menuding orang lain salah dibandingkan melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Dan bicara introspeksi terhadap diri sendiri, saya jadi merenung, jika saya menjadi &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/putu-laxman-pendit/benarkah-anda-profesional/475571305967"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;pekerja jurnalistik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt; dan harus mencari berita sensasional dimana berita tersebut harus menghasilkan keuntungan bagi perusahaan saya bekerja, salahkah saya memberitakan berita gosip itu ? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-320279158338669845?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/320279158338669845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=320279158338669845&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/320279158338669845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/320279158338669845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/07/infotainment-pwi-fatwa-mui.html' title='Infotainment - PWI - Fatwa MUI'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-5931644850986810034</id><published>2010-07-30T12:49:00.000+07:00</published><updated>2010-07-30T12:49:52.596+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pornografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Twitter'/><title type='text'>Pornografi oh Pornografi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Dua malam lalu, tepatnya hari Rabu malam ada 2 pilihan tontonan TV yang sama menariknya, Trilogi CSI vs Mata Najwa. Mengapa Mata Najwa, karena topik yang dibahas kali ini adalah tentang Pornografi dengan nara sumber utama Menkominfo Tifakul Sembiring.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Semenjak membaca kicauan tentang pornografi, saya jadi bertanya-tanya seberapa dahsyatkah situs pornografi itu ? Apakah anak-anak kita – yang sering dijadikan alasan atas setiap pernyataan yang berbau pornografi – sudah terpengaruh kah ? Atau moral bangsa ini yang terpuruk karena sibuk mengakses situs pornografi ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Hingga akhirnya saya membaca kicauan Goenawan Mohamad ”Saya tak percaya bangsa ini akan runtuh krn 4 juta situs porno. Kita akan rusak oleh 400 petinggi korup yang merusak keadilan” dan ”Di Amsterdam, yg punya ”kampung” erotika, pengunjung tempat pornografi umumnya turis. Penduduk setempat pergi ke pameran seni.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Benar juga, batin saya. Pornografi bukanlah barang baru di abad yang serba canggih ini, pornografi sudah ada sejak jaman dahulu kala. Bedanya jaman dulu belum ada DVD, VCD, internet, sehingga pornografi pun tidak seperti sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tetapi apa hubungannya kampung erotika di Amsterdam dengan pameran seni ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jika melihat &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/(http://www.slais.ubc.ca/courses/libr500/03-04-wt1/assignments/www/G_Abaee/history.htm)."&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;sejarah pornografi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt; yang sudah ada sejak ratusan atau ribuan tahun lalu lewat pahatan di gua, ataupun pada jaman Yunani dan Romawi kuno lewat tulisan dan pahatan patungnya, jelas sekali bahwa ketelanjangan tubuh manusia bukanlah barang baru. Sebagai contoh, lukisan ataupun pahatan maestro Michael Angelo, menampakkan dengan jelas bagaimana pahatan atau pun lukisannya memperlihatkan ketelanjangan tubuh manusia dengan indahnya atau sebaliknya dengan ukuran yang tidak sesuai dengan aslinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Dan karena lukisan atau pahatan tersebut tidak dapat diakses dengan mudahnya seperti abad sekarang ini – karena internet belum ada – maka masyarakat jaman dahulu tentu saja harus menikmati lukisan dan pahatan yang indah di tempat umum, di tempat dimana lukisan tersebut terpampang atau dimana pahatan tersebut diletakkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Mengapa terpampang di tempat umum ? Jawabannya jelas, karena pada masanya gambar atau pahatan tersebut berkaitan dengan hal-hal yang bersifat keagamaan. Sehingga masyarakat pun melihatnya sebagai sesuatu yang wajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Sementara di belahan Asia, gambar atau pahatan erotis pun bukanlah barang baru, India, Nepal, Sri Lanka, Jepang, Cina atau Mesir, juga bukan sesuatu yang baru. Gambar atau pahatan erotis tersebut erat hubungannya dengan hal-hal yang bersifat keagamaan – sebagai contoh untuk menggambarkan hukuman sebab-akibat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Sebenarnya pahatan ini juga bisa dinikmati di Candi Borobudur – Karmawibhangga – di bagian dasar candi tersebut, jika bagian candi tersebut di balik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Tentu saja di jaman dahulu, gambar-gambar tersebut tidak dapat disebarluaskan atau dipelintir sebagai komoditas pemenuhan hasrat dasar manusia. Bagaimana mau disebarluaskan, foto saja belum dikenal apalagi internet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Nah lalu apa hubungannya dengan himbauan Bp. Menkominfo Tifakul Sembiring ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jika mengacu kepada arti dari Pornografi, maka sah-sah saja semua pihak ribut. Apalagi karena Pornografi yang berasal dari bahasa Yunani jika diterjemahkan secara gamblang memiliki arti tulisan mengenai pelacur - ”porne” (pelacur) dan ”graphein” (tulisan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Apalagi jika dihubungkan dengan pornografi anak – siapa pun pasti memiliki sikap yang sama. Mana ada orang tua yang dengan rela anaknya menjadi korban pornografi atau menjadi komoditas pornografi. Semua orang sepakat anak adalah makhluk Tuhan yang harus dilindungi dari hal-hal seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Namun tentu saja larangan yang membabi-buta tanpa memikirkan masak-masak akibat lanjutannya sama saja seperti razia video porno – diadakan hanya menjelang ramadhan dan jika keinginan untuk melakukan razia timbul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya jadi ingat kampanye internet sehat beberapa waktu lalu. Ketika itu rekan-rekan sekerja saya sibuk membuat parameter internet sehat agar jika anak sekolah mencoba untuk membuka situs-situs porno maka otomatis situs tersebut tidak dapat terbuka. Testing berjalan mulus jika kata kunci yang dimasukkan gamblang, tetapi jika kata kunci tersebut berbelok sedikit, jangankan terblokir, situs tersebut tetap dapat diakses. Bila mengacu kepada kelayakan peluncuran program, internet sehat belum dapat diluncurkan. Tetapi menuntut kesempurnaan 100 % di area pornografi adalah hal yang mustahil. Lagipula membatasi jauh lebih baik daripada tidak ada pembatasan bukan. Jadilah internet sehat tetap berjalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Berkaca pada pengalaman di atas dan mendengarkan jawaban-jawaban yang dikemukakan Bp. Menkominfo Tifakul Sembiring, mau tidak mau saya harus mengambil sikap yang berbeda dengan beliau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya setuju adanya pemblokiran situs porno, saya setuju razia video porno, tetapi tentu saja semua harus jelas. Mempertontonkan alat kelamin, misalnya, seperti bagaimana yang terlarang ? Bagaimana dengan lukisan Michael Angelo, misalnya ? Hal-hal inilah yang harus dipertegas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Itu dari sisi penyebaran informasi melalui internet, bagaimana dengan yang lainnya ? Bagaimana dengan VCD Porno ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Di luar sana, UU Pornografi apalagi UU Pornografi yang bersangkutpaut dengan anak, dibuat sejelas mungkin, tanpa ada unsur arogansi kepentingan politik atau agama. Semua dilihat secara obyektif dan jernih. Dan tentu saja sanksinya pun jelas, tidak berubah-ubah sesuai dengan besarnya jumlah uang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Jadi, ketika saya berseberangan dengan beliau, bukan berarti saya pro pornografi. Sebagai ibu dari 2 orang putri yang beranjak remaja dan dewasa, ketakutan saya sama seperti ketakutan ibu-ibu lainnya, bahkan cenderung paranoid. Tetapi jika ketakutan saya membabi-buta tentu saja akibatnya akan berdampak buruk pada kedua putri saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Saya sadar saya tidak mampu membendung derasnya arus informasi yang bisa diakses oleh kedua putri saya. Satu-satunya yang mampu saya berikan kepada mereka adalah pengetahuan dan keterbukaan. Berbicara tentang sex secara terbuka, menerangkan tentang alat kelamin mereka sejak mereka kecil tanpa menabukannya, mendidik mereka untuk sayang kepada tubuh mereka sendiri sedari dini dengan bahasa mereka, membekali mereka dengan buku pendidikan sex yang cocok untuk mereka adalah salah satu cara yang saya lakukan. Di samping tentu saja mengecek jejak situs yang mereka buka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Masalahnya seberapa banyak orang tua yang berani berbicara terbuka kepada anak-anaknya, seberapa banyak orang tua yang mengerti pentingnya bicara mengenai sex secara terbuka tanpa terkesan mengecam, seberapa banyak orang tua yang menahan diri untuk tidak membeli VCD porno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Mengutip kicauan salah seorang twitter, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://twitter.com/treespotter"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;treespotter&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt; “Yang lebih berbahaya dari arogansi hanya arogansi intelektual” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Mungkin Bapak Menteri patut merenungkan kutipan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-5931644850986810034?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/5931644850986810034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=5931644850986810034&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5931644850986810034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5931644850986810034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/07/pornografi-oh-pornografi.html' title='Pornografi oh Pornografi'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-1733364180995719550</id><published>2010-07-27T21:15:00.002+07:00</published><updated>2010-07-27T21:18:39.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Twitter'/><title type='text'>Dear SBY</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menarik sekali membaca kicauan burung yang dialamatkan kepada SBY walaupun SBY yang dimaksud disini adalah SBY Bayangan mengingat Bapak Presiden kita tidak mempunyai akun di twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika yang menyampaikan kicauannya adalah generasi masa kini. Kicauan mereka selalu membuat saya terhenyak dan sekaligus tertawa. Terhenyak karena kagum dengan kekritisan mereka, tertawa karena keterusterangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, mereka dengan polosnya berkicau soal Ujian Negara, soal listrik yang mati tepat ketika mereka sedang belajar, soal pelajaran bahasa Sunda, lebih tepatnya persoalan yang berkaitan dengan diri dan kehidupan di sekitar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, kemarin ada kicauan menarik, bunyinya “Dear SBY, Pak tolong pelajaran bahasa Sunda dihilangkan, sumpah saya nggak ngerti .. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang bertempat-tinggal di Jakarta, kurikulum untuk muatan lokalnya bukanlah pelajaran Bahasa Betawi, tetapi bagi mereka yang bertempat-tinggal di daerah perbatasan Jakarta – Jawa Barat, seperti Bekasi misalnya, kurikulum muatan lokalnya adalah pelajaran Bahasa Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan bukan, bagaimana si anak harus berusaha keras agar tidak mendapat nilai merah untuk pelajaran Bahasa Sunda, jika sang anak lahir dari keluarga yang tidak berasal dari daerah Jawa Barat atau yang sehari-harinya tidak pernah berbahasa Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau hari ini, kicauan menarik lainnya “Dear SBY, masa udah 9 jam sekolah masih aja dikasih PR ?” atau tentang mendapatkan buku gratis “Dear SBY, pak presiden buku sekolah diganti dengan iBook dong”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar ide cemerlang bukan ? Kalau dipikir secara mendalam, benar juga kicauannya, sudah sekolah 9 jam lamanya, lalu masih harus mengerjakan PR, sementara jarak dari sekolah ke rumah minimal harus ditempuh selama 30 menit, kapan dia akan beristirahat dan menggali ilmu dari kehidupan di luar sekolah mereka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja, mengunduh buku secara gratis dan minta seluruh anak Indonesia diberi iPad gratis – terlepas dari idenya - toleransi serta pengamatan sosial mereka cukup diacungi jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua yang harus membelikan buku-buku pelajaran setiap tahun ajaran baru, terasa sekali mahalnya buku-buku pelajaran mereka. Saya tidak membayangkan bagaimana nasib anak-anak yang bersekolah saja susah, apalagi harus membeli buku. Mengunduh buku pun tidak mudah, apalagi di tempat terpencil yang jaringan internetnya saja masih byar pet, tetapi setidaknya para anak itu sudah mendapatkan ide bagaimana mendapatkan buku gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita sebagai orang tua menyampaikan keluhannya tentang anak-anak jaman sekarang, anak-anak yang dengan berani menentang orang tuanya, menyuarakan protes mereka untuk sesuatu yang menurut nalar mereka tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebenarnya, sudah sepatutnya kita tersenyum bangga; bangga bahwa mereka berani menjadi diri mereka sendiri, bangga bahwa mereka berani menyampaikan pemikiran mereka, bangga bahwa ide mereka cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketika mereka membalas teguran kita, seharusnya yang kita lihat adalah caranya dan bukan isinya. Cara atau tindakan merekalah yang harus kita luruskan – jika cara tersebut menyimpang dari etika sopan-santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketika mereka beranjak dewasa, saat dimana mereka harus menyuarakan sikap mereka, maka tindakan atau cara mereka dalam berpendapatlah yang membuat mereka masuk dalam kategori orang yang santun dan berbudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Indonesia – Selamat Hari Anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-1733364180995719550?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/1733364180995719550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=1733364180995719550&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1733364180995719550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1733364180995719550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/07/dear-sby.html' title='Dear SBY'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-1284414423131823181</id><published>2010-02-24T05:43:00.003+07:00</published><updated>2010-02-24T05:53:59.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Anak ..   Tanggung Jawab Siapakah ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sepotong pemberitahuan masuk dalam email saya, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/nadeak?v=app_2347471856#!/notes/frans-nadeak/anak-anak-adalah-anugerah/308328420539"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Frans Nadeak &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; menautkan saya dalam “notes”nya yang berjudul “Anak adalah Anugerah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu senang membaca catatan-catatan yang dituliskan oleh Frans Nadeak, catatan yang ditulis dengan bahasa Indonesia yang sederhana namun sarat dengan perenungan-perenungan yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini dalam catatannya, Frans mempertanyakan kepada sidang pembacanya, pertanyaan yang seringkali didiskusikan, dijadikan bahan penulisan di berbagai media maupun blog, siapa saja yang bertanggung-jawab dalam mendidik seorang anak, mengingat pesatnya perkembangan dunia saat ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tergugah dan merenungkannya dalam-dalam. Sebagai seorang Ibu dari 2 orang putri sekaligus seorang wanita karir, tentunya ada banyak orang yang terlibat dalam pendidikan kedua putri tercinta saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelebat di benak saya terbayang wajah Ibu dan Alm. Ayah saya, Baby sitter dan pembantu si kecil, guru mereka di sekolah, buku, televisi dan teman sepermainan mereka. Merekalah yang selama ini lebih banyak berada di sekeliling kedua putri saya dibandingkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu, siapakah yang bertanggungjawab dalam mendidik kedua putri saya ? Kakek-Nenek ? Guru ? Pembantu ? Teman Sepermainan ? Buku ? Televisi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, orang tua mereka, atau lebih tepatnya saya dan ayah mereka, bukan kakek-nenek mereka, atau guru mereka, atau pembantu mereka atau teman sepermainan mereka atau buku-buku mereka ataupun acara televisi favorit mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang tua ? Mengapa bukan Guru atau Sekolah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian besar orang, urusan ”mendidik” adalah teritori sekolah karena sekolah adalah pusatnya pendidikan. Tetapi bagi saya, urusan ”mendidik” adalah wilayah kekuasaan saya sebagai orang tua; sekolah hanyalah wadah bagi anak saya untuk menjalankan kerja praktek dari teori-teori yang saya berikan kepadanya sebagai orang tua. Sekolah adalah tempat anak saya belajar berhitung, membaca, menulis, sejarah, ilmu pengetahuan alam, geografi, bahasa, atau tepatnya semua yang berbau ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga berangkat dari keyakinan saya di atas, Guru adalah orang yang tepat untuk mengajar anak saya bukan mendidik. Atau kalau dikomposisikan maka bisa dikatakan 90 % mengajar dan 10 % sisanya mendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya, bagaimana saya bisa mendidik mereka sementara waktu yang saya habiskan di luar lebih banyak dibandingkan bersama mereka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban klisenya adalah tentu saja bukan lamanya tetapi intensitas waktu yang diberikan kepada mereka saat saya berada di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantap bukan ? Kualitas memang rumus ampuh dalam menjawab permasalahan apa pun, tidak ada satu kepala pun di dunia yang tidak menganggukkan kepalanya jika mendapat jawaban yang mengandung unsur Kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya harus melihat ke belakang, harus saya akui waktu yang tersedia bagi kedua putri saya merupakan sisa-sisa waktu yang saya miliki dalam hitungan 24 jam. Waktu yang terbuang untuk menempuh jarak pulang-pergi kantor dan rumah minimal 3 jam, bekerja 9 jam, tidur malam 7 jam, praktis sisa waktu yang tersedia hanya 5 jam, itu pun sudah terbuang pagi harinya ketika kami semua sibuk dengan urusan persiapan berangkat sekolah dan kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaan berikutnya, kualitas seperti apa yang memampukan saya mendidik anak-anak saya ? Jawabannya sekali lagi tetap saja kualitas yang benar-benar total, kualitas yang dilandasi kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sekali, ketika mereka masih bayi, saya selalu membiasakan memandikan dan menyusui kedua putri saya sebelum saya berangkat kantor. Konsekuensinya tentu saja saya harus bangun lebih pagi dan mereka harus mandi di luar jam normal bayi-bayi lainnya. Jam mandi pagi mereka selalu pukul 05.30 pagi. Di saat-saat seperti itulah, saya berbicara dan menerangkan kepada mereka kenapa saya harus bekerja sambil meminta maaf tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga saat saya kembali ke rumah, “baby sitter” tidak pernah saya perkenankan untuk memegang mereka dan entah kenapa kedua putri tercinta saya pun tampaknya memang menanti kepulangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu dan Minggu adalah hari mereka. Sehingga ketika kami berjalan-jalan kemana saja, ‘baby sitter’ tidak saya perkenankan untuk ikut serta. Bagaimana mau mengajak si ’baby sitter’, mengurus anak saja sudah sulit apalagi harus mengurus ’baby sitter’. Seperti biasa, di saat-saat seperti itulah nilai-nilai kehidupan saya ajarkan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka beranjak sekolah dan hingga kini, tentu saja ada perubahan tetapi selebihnya sama. Jika saya harus bepergian ke luar kota, saya selalu mengatur jadwal kepulangan saya di hari Jumat. Selama bepergian saya selalu menghubungi mereka melalui telepon. Hari Sabtu dan Minggu tetap hari mereka, karena di saat-saat seperti itulah kami selalu menikmati acara kegemaran kami, entah itu menonton bersama, berbelanja, memilih buku atau sekedar menikmati makan bubur Cikini. Atau jika harus tinggal di rumah, kami akan memilih film-film yang bisa dinikmati bergantian, entah dengan si sulung atau si bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan hingga kini, kebiasaan mereka untuk menunggui saya pulang dari kantor tetap tidak berubah. Setidaknya si sulung selalu menunggui saya pulang, jam berapa pun saya tiba, dia lah yang selalu menyapa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempurnakah ? Tidak. Saya harus mengakui tidak semuanya apa yang dilakukan oleh mereka saya ketahui, bahkan tidak jarang apa yang dilakukan oleh mereka baru saya ketahui beberapa bulan kemudian atau mungkin baru 1 tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang saya ketahui pasti dan membuat saya menarik nafas lega adalah prinsip-prinsip kehidupan yang saya tiupkan sejak mereka kecil melekat dalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana saya tahu ? Tentu saja dari pembicaraan sehari-hari, saat kami bertukar-cerita tentang pengalaman kami hari itu, secara tidak sengaja prinsip-prinsip kehidupan tertuang dan tergambarkan dalam cerita mereka. Prinsip-prinsip kehidupan yang saya berikan di sela-sela waktu yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah saya menyadari bahwa biar bagaimana pun orang tualah yang paling bertanggungjawab terhadap pendidikan mereka, pendidikan tentang bagaimana menjalani hidup, tentang bagaimana bersikap kepada sesama, tentang bagaimana menghargai kehidupan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-1284414423131823181?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/1284414423131823181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=1284414423131823181&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1284414423131823181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1284414423131823181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/02/anak-tanggung-jawab-siapakah.html' title='Anak ..   Tanggung Jawab Siapakah ?'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-8169652087221164507</id><published>2010-01-21T06:51:00.001+07:00</published><updated>2010-01-21T06:54:24.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='televisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Belajar dari Ipin dan Upin</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tadi malam, sepulang dari kantor, putri bungsu saya tseperti biasa dengan bersemangat bercerita tentang peristiwa penting yang terjadi di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bunda, tahu tidak caranya Ipin dan Upin kalau bilang Selamat Pagi buat gurunya ? Mereka bilangnya begini, “Selamat Pagi Cap Go” , sambil menyanyikan lagu selamat pagi ala Ipin dan Upin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kening saya langsung berkerut, Cap Go ? Wah, pasti pendengaran si putri bungsu salah. Saya pun mengoreksinya. “Bukan Cap Go, tetapi Cik Gu, singkatan dari Encik Guru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa encik ? tanya si bungsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh, ini perdebatan yang tiada akhir, batin saya. “Ya karena di bahasa Melayu, Bapak itu sama dengan Encik”, sahut saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh begitu. Tadi dong kita sekelas bilang Selamat Pagi sama Bapak dan Ibu Guru seperti Ipin dan Upin. Habis bosan sih, masa bilang Selamat Pagi begitu-begitu terus. Bapak dan Ibu Guru tadi senang sekali lho kita bilang Selamat Pagi seperti Ipin dan Upin.”lanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tertawa membayangkan mereka menyapa para Guru dengan Selamat Pagi ala Ipin dan Upin yang dilagukan seperti lagu si Unyil dulu. Cis kacang buncis eclek ..….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatan saya pun melayang ke masa-masa kecil dulu, jaman ketika sinetron buat anak-anak tidak seperti sekarang ini, sinetron yang membuat saya terpaksa melarang si kecil menonton acara TV negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, lebih baik mereka menonton Disney World daripada menonton cerita-cerita yang lebih banyak tidak masuk akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat ketika si putri bungsu mengajak saya menonton Ipin dan Upin – kami memiliki kebiasaan nonton bersama – dia berkomentar, ”Orang Malaysia itu lucu deh bahasa Inggrisnya, suka ngawur dan tidak tepat. Tapi cerita Ipin dan Upin ini seru, Bunda. Teman-teman si Ipin dan Upin, lalu cara mereka bermain, menarik lho.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sayang ya, kita tidak bisa buat cerita seperti ini. Padahal ceritanya sederhana sekali. Itu kan cerita tentang kita-kita waktu kecil.”timpal si sulung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar komentar kedua putri tercinta, saya pun bercerita, bahwa di jaman saya kecil dulu ada film seperti ini, judulnya Si Unyil. Ceritanya juga lucu-lucu dan menarik, apalagi tokoh Pak Raden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya pun membatin, kita seringkali terhenyak ketika negara tetangga kita, Malaysia, mengklaim khazanah budaya kita sebagai milik mereka. Tetapi kita tidak pernah sadar diri, bahwa sebenarnya kitalah penyebab itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ipin dan Upin versi Malaysia yang diputar di TPI ternyata mampu menembus Disney world – untuk yang ini saya diberitahu si bungsu soal versi asli dan versi Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja, Disney World – kemungkinan besar Disney World Asia – ditonton di negeri Asia yang notabene bukan hanya Indonesia, tetapi juga Hongkong, Singapura dan negara lainnya. Secara tidak langsung, para penduduk negara-negara tersebut, belajar sesuatu dari kebudayaan bangsa Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, kita selalu lupa bahwa kita pernah menciptakan sesuatu yang berharga buat anak-anak. Lagu anak-anak ciptaan Bu Sud atau A.T. Mahmud, rasanya hanya berlaku di sekolah selebihnya tidak. Pencipta lagu sekarang ini tetap saja mencipta lagu cinta yang mendayu-dayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film anak-anak ? Lebih baik menonton di layar lebar daripada dijadikan cerita bersambung di televisi. Si Unyil ? kalau yang itu, miliknya angkatan saya yang sudah menjadi orang tua. Selebihnya himbauan yang ada tetap saja tidak mampu mengalahkan sinetron Raam Punjabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita itu ternyata memang hanya jago berdemonstrasi tetapi tidak mampu melawannya dalam bentuk aksi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya “Selamat Pagi Cik Gu” ala Cis Kacang Buncis enclek lebih mendunia dan menjadi favorit anak-anak bahkan juga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis bukan, Ipin dan Upin mampu memberi ilham bagi anak-anak SD untuk menyapa guru mereka dengan cara yang berbeda namun tetap menjunjung nilai-nilai kesantunan ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-8169652087221164507?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/8169652087221164507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=8169652087221164507&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/8169652087221164507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/8169652087221164507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/01/belajar-dari-ipin-dan-upin.html' title='Belajar dari Ipin dan Upin'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-1462665770323793578</id><published>2010-01-20T06:23:00.002+07:00</published><updated>2010-01-20T06:29:02.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Perempuan .. oh .. Perempuan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di sebuah catatan facebook, seorang senior saya saat kuliah dulu, &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/putu-laxman-pendit/naik-banding-soal-rebonding/297440225967"&gt;Putu Laxman Pendit&lt;/a&gt;, menulis sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;Saya nggak paham soal pengharaman, tapi ingin mengerti aspirasi kaum perempuan yang menolak industrialisasi atawa bisnis tubuh mereka – walaupun tubuh itu ‘cuma’ diwakili oleh rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ditambahi dengan ‘catatan awal’ : &lt;em&gt;notes&lt;/em&gt; ini terutama untuk kaum pria, tapi yang perempuan juga boleh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membaca berita tentang saran pengharaman rebonding bagi wanita lajang oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se Jawa Timur dan alasan yang melatarbelakangi pengharaman tersebut, membuat saya terhenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perumus komisi Ustadz Darul Azka seperti di kutip Detik di bawah ini, dikatakan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;"Pada masyarakat kita saat ini, berpenampilan menarik dengan tujuan menjalankan syariat agama sepertinya sangat kecil kemungkinan dapat dilakukan. Terutama pada wanita single yang justru nantinya cenderung untuk gaya-gayaan saja," jelas Perumus Komisi B FMP3 ustadz Darul Azka (30), dalam jumpa pers di Gedung TPA dan TPQ Lirboyo, Kamis (14/1/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darul menambahkan, pengambilan keputusan haram pada rebonding khusus untuk wanita single juga didasarkan pada nalar atau pemikiran ulama, yang menganggap keberadaan wanita single seharusnya terlindung dari segala hal yang sifatnya mengundang terjadinya maksiat. "Bukan tidak mungkin dari sekedar gaya bisa mendatangkan maksiat dan sebelum itu terjadi, akan lebih baik diantisipasi," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sungguh alasan yang sebenarnya bagi saya merendahkan kaum perempuan, karena melihat perempuan sebagai obyek maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang harus dipikirkan dan mungkin harus diharamkan bagi kaum perempuan dibandingkan urusan “rebonding” itu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Kekerasan dalam rumah tangga, atau Ibu membunuh anaknya sendiri atau Keluarga yang lebih mementingkan pendidikan bagi anak laki-lakinya dibandingkan dengan anak perempuannya karena anak laki-laki lah yang akan mencari nafkah bukan anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin berpihak kepada perempuan, berpihaklah dari sisi dimana perempuan terpinggirkan bukan dari sisi kemaksiatan yang mempunyai 1001 penyebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini tidak pernah terbukti bahwa “Rebonding” menimbulkan gairah bagi pria. Berapa persen perkosaan yang terjadi karena faktor “rebonding” ? Sepanjang umur saya, belum pernah saya membaca berita perkosaan terjadi karena faktor “rebonding”. Bahkan perkosaan yang terjadi di sebuah pesantren di Tangerang pun bukan karena unsur ”rebonding”, melainkan karena jin nya marah belum makan, kata si Ustadz yang menjadi tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dari saran fatwa pengharaman itu, saya pun mengambil suatu kesimpulan, nyata sekali bahwa dalam contoh soal saran fatwa pengharaman, perempuan sama sekali tidak diperkenankan membela dirinya sendiri, perempuan menjadi komoditas kaum lelaki, perempuan adalah obyek bukan subyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak menjadi subyek, bagaimana tidak diperkenankan membela dirinya sendiri, bagaimana tidak menjadi komoditas kaum lelaki, wong saran fatwa pelarangan itu datangnya justru dari Pondok Pesantren Kaum Puteri dan yang berbicara adalah sang Ustadz – notabene seorang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan saya, Putu Laxman Pendit, memang tidak membahas soal fatwa pengharaman, beliau membahas kaum perempuan sebagai obyek bisnis komodifikasi tubuh perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, perempuan pada dasarnya senang mempercantik diri. Saya pun senang mempercantik diri, bukan semata untuk dilirik kaum pria, tetapi terutama untuk kepuasan diri saya sendiri. Bagi saya, merasa cantik itu penting karena secara tidak langsung membuat diri saya bersemangat menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika akhirnya terlena oleh rayuan kaum lelaki – akibat kesenangannya mempercantik diri – rayuan disini tidak semata unsur maksiat melainkan unsur komodifikasi bisnis juga, bagi saya kembali lagi, salah si perempuan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah karena kenapa mau dirayu dengan berbagai kebohongan, salah kenapa mau tertipu, salah kenapa enggan mengatakan tidak, salah kenapa selalu mau dijadikan obyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, bagi saya, daripada sibuk mengurusi urusan tubuh perempuan, lebih baik bekalilah kaum perempuan dengan cara berpikir, cara bertindak, melihat diri bukan sebagai kaum terpinggirkan ataupun obyek, tetapi sebagai manusia utuh yang mempunyai hak sama seperti layaknya seorang individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS.&lt;br /&gt;Terima kasih Mas Putu atas inspirasinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-1462665770323793578?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/1462665770323793578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=1462665770323793578&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1462665770323793578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1462665770323793578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/01/perempuan-oh-perempuan.html' title='Perempuan .. oh .. Perempuan'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-6768791127050808768</id><published>2010-01-01T16:15:00.002+07:00</published><updated>2010-01-01T16:18:39.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Lembaran Baru ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya teringat pertanyaan salah seorang teman saya yang ditanyakan kepada saya beberapa hari menjelang datangnya tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lima tahun dari hari ini, bagaimana kamu melihat hidupmu ?’’ tanyanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tergelak, ”Lima tahun dari sekarang ? Dari hari ini ? Wah itu panjang sekali ceritanya, karena hingga hari ini, detik ini, saya masih menyimpan keinginan saya yang saya tulis dengan tinta darah sejak tahun 2006 bahkan ada yang saya tulis sejak saya masih mahasiswa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah … akan panjang sekali ceritanya. Tapi saya senang bertemu dengan orang yang tahu apa yang akan dicapainya 5 tahun ke depan. Saya malas kalau bertemu teman dan saya bertanya hal yang sama, kemudian bingung karena belum sempat berpikir.”katanya kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan kecil kami kemudian beralih ke hal lain, karena saat itu kami sepakat untuk melanjutkan diskusi di lain kesempatan, karena perbincangan kecil tentang topik cita-cita hidup bukanlah perbincangan di tengah-tengah kemacetan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika kami memutuskan untuk menutup telepon masing-masing, saya pun teringat kalimat guru fotografi saya, “Apa yang kamu lihat dengan mata telanjang belum tentu sama dengan hasil foto yang kamu ambil. Ada bagian-bagian lain yang tersembunyi yang tanpa kamu sadari mempengaruhi hasil foto kamu. Untuk mendapatkan momen yang tepat, kamu harus sabar menunggu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat perjalanan hidup saya sepanjang tahun 2009, rasanya hidup saya kali ini sangat berwarna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa resolusi saya yang saya tuliskan dengan semangat 45 di &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.43things.com/"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;www.43things.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;, agar website tersebut selalu mengingatkan saya untuk menghidupkan cita-cita tersebut, tiba-tiba bisa terwujud dengan caranya yang ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita yang sangat sederhana, cita-cita yang ternyata memampukan diri saya menghadapi semua kepahitan yang terjadi selama 1 tahun terakhir ini. Cita-cita yang jauh dari sisi finansial, tetapi cita-cita yang mampu mengembalikan diri saya yang dulu atau lebih tepatnya ”Past Me” menurut website 43things.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini jika dilihat dengan mata telanjang, apalagi dengan kepahitan didalamnya, terlihat akan sangat pahit. Tetapi tanpa kita sadari ada banyak warna yang ternyata membuat penggalan kehidupan yang pahit itu menjadi indah. Warna-warna yang mungkin selama ini tersembunyi ketika kita melihatnya dengan mata telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini di tengah semilirnya angin pagi yang membebaskan helaian anak rambut saya, saat saya berlutut bertemu dengan Sang Pencipta, saya hanya mampu berkata, ”Terima kasih Tuhan, karena memberikan saya 1 tahun hidup yang penuh warna dan kesempatan untuk menapaki lembaran baru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mampu meminta, entah kenapa ada sesuatu yang menahan saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-6768791127050808768?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/6768791127050808768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=6768791127050808768&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6768791127050808768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6768791127050808768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2010/01/lembaran-baru.html' title='Lembaran Baru ?'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-1755532614623028181</id><published>2009-12-26T22:50:00.002+07:00</published><updated>2009-12-26T23:14:02.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Setitik Kepasrahan - renungan natal yang tersisa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SzYy3shuoWI/AAAAAAAAAYk/fFTXRnaC1F0/s1600-h/Pieta.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 143px; FLOAT: left; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419575134013792610" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SzYy3shuoWI/AAAAAAAAAYk/fFTXRnaC1F0/s200/Pieta.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;7 hari lalu, menjelang Adven minggu keempat, ketika saya sedang asyik memotret patung Pieta di Gereja Kathedral, tiba-tiba sudut mata saya menangkap sesosok bayangan berwarna coklat, tersembunyi di balik tempat lilin-lilin dinyalakan, berdiri di sudut kanan patung Pieta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh waktu bagi saya untuk mencerna bahwa sesosok bayangan itu bukanlah seorang Pastor atau Biarawati, melainkan sosok seorang Ibu tua mengenakan sweater berwarna coklat dan rok yang senada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba untuk mengambil foto ibu itu, tetapi entah kenapa ada suara yang meminta saya untuk mengalihkan lensa dari wajah penuh kepasrahan yang sedang menatap patung Bunda Maria menggendong Yesus, anaknya yang terkasih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mengalihkan obyek saya ke sudut lainnya dari Gereja yang megah itu, hingga tanpa sengaja saya bertemu kembali dengan Ibu tua tadi, tepat ketika shutter speed hendak saya tekan, tiba-tiba saya tersadar bahwa obyek saya itu adalah Ibu tua di Patung Pieta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun terpaku, lupa bahwa momen yang tidak bisa diulang kembali itu akan hilang. Saya hanya menurunkan kamera saya dan melihat Ibu tua tadi dengan rasa iri yang tiba-tiba memenuhi hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya iri, iri karena Ibu tua tadi memiliki kepasrahan kepada Sang Bunda dan Sang Putra. Kepasrahan yang tergambar lewat pancaran matanya, lewat lipatan tangannya, lewat senyum yang tersungging di bibirnya ketika bercakap-cakap dengan Sang Bunda dan Sang Putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepasrahan akan beban hidup yang ditanggungnya, yang secara tidak sengaja tertangkap oleh telinga saya, ketika salah seorang Bapak menyalami si Ibu tua tadi. Kepasrahan bahwa Sang Bunda dan Sang Putra tidak akan pernah meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari sesudah hari itu, saya tidak pernah berhenti memikirkan Si Ibu tua itu. Rasanya saya ingin sekali memiliki sikap pasrahnya, memiliki secercah senyum ketika bercakap-cakap dengan Sang Bunda dan Sang Putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari sesudah hari itu, saya berusaha mengembalikan kembali rasa untuk berpasrah yang entah kenapa hilang dari kehidupan saya. Rasanya setiap kali saya bertemu dengan Sang Bunda dan Sang Putra, lidah saya terasa kelu, bukan karena enggan menyapa tetapi lebih karena saya kehilangan ketulusan untuk menyapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepasrahan saya telah berganti menjadi sepotong kalimat yang diawali dengan kata yang sama, “Mengapa”. Andaikata pun bentuknya berganti, tetap saja memiliki arti yang sama, “Mengapa”.&lt;br /&gt;Rasanya rindu hati ini untuk memiliki secercah kepasrahan seperti Ibu tua tadi, kepasrahan yang membuat saya tegar menjalani setiap lubang yang saya temui sepanjang perjalanan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak ada yang saya inginkan pada hari natal kali ini, selain semangat untuk berpasrah, semangat untuk dengan ikhlas menerima setiap lubang yang saya temui sepanjang perjalanan hidup ini, semangat untuk menyapa Sang Bunda dan Sang Putra dengan senyum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;… And so I’m offering this simple phrase ….&lt;br /&gt;Although its been said many times, many ways,&lt;br /&gt;A Very Merry Christmas to you …&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-1755532614623028181?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/1755532614623028181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=1755532614623028181&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1755532614623028181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1755532614623028181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/12/setitik-kepasrahan-renungan-natal-yang.html' title='Setitik Kepasrahan - renungan natal yang tersisa'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SzYy3shuoWI/AAAAAAAAAYk/fFTXRnaC1F0/s72-c/Pieta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-6673244004453476084</id><published>2009-11-23T16:03:00.000+07:00</published><updated>2009-11-23T16:06:00.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>Mempertahankan Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di buku Senandung Cinta dari Rumah Kayu, karangan Dee dan Kuti, ada artikel yang menarik judulnya “ Disana, Mereka Berjuang demi Cinta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel tersebut, Dee (?) menanyakan sebuah pertanyaan yang sejak jaman saya belum lahir selalu muncul di setiap perbincangan mengenai Cinta. Dee (?) menulis tentang betapa mudahnya seseorang melepaskan pasangannya yang dulu dipilih sendiri untuk dicintai dan dinikahi, sementara di belahan bumi yang satunya lagi, banyak orang harus berjuang untuk cinta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa di belahan bumi ini, seseorang tidak berusaha berjuang untuk bertahan, mempertahankan cinta mereka, sementara di belahan bumi disebaliknya banyak orang yang meneteskan air mata demi cinta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun kemudian merenung, mencoba mengingat-ingat cerita tentang cinta yang saya temui sepanjang perjalanan hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah demikian, bahwa pernikahan yang gagal karena mereka yang terlibat di dalamnya tidak mempertahankan cinta yang mereka pilih dulu, bahwa mereka dengan mudahnya melepaskan cinta itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja, jika pernikahan itu setara dengan ilmu pasti, dimana 2 x 2 = 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi menurut saya, pernikahan adalah sesuatu yang abstrak, sesuatu yang tidak bisa dirumuskan dengan rumus apa pun. Pernikahan adalah hubungan dua anak manusia yang diciptakan Tuhan berbeda satu dengan lainnya. Hubungan yang diawali dengan rasa, bukan logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ketika rasa yang pertama itu itu bertabrakan dengan rasa yang datang kemudian, apakah dapat diartikan sebagai pertahanan yang rapuh ? apakah dapat diartikan sebagai kemudahan membiarkan diri tergoda ? Benarkan demikian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang mampu menjelaskan kesamaan rasa itu ? Siapakah yang mampu menjelaskan rasa yang pertama dan rasa yang datang kemudian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si empunya perasaan ? ataukah mereka yang tidak terlibat di dalamnya dan hanya mampu memandang dari kejauhan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun akan berkata, hanya si empunya rasalah yang mampu menjelaskan itu semua, dengan sejuta alasan pembenaran. Sejuta alasan yang mungkin tidak dapat menjelaskan rasa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuta alasan pembenaran yang kemudian dicarikan padanannya dalam logika oleh mereka yang tidak terlibat dan hanya melihatnya dari kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika yang kemudian melahirkan anggapan bahwa ketidakmampuan mempertahankan cintalah yang menjadi penyebab sang pemilik membuang cinta yang lebih dulu ada. Logika yang kemudian menjadi rumus untuk setiap kegagalan pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, benarkah demikian ? Bahwa pernikahan yang gagal karena mereka yang terlibat di dalamnya tidak mempertahankan cinta yang mereka pilih dulu ? bahwa mereka dengan mudahnya melepaskan cinta itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya tahu satu hal, jika saja logika mampu menjelaskan rasa itu, tentu tidak ada sejuta kata tentang cinta, tentu tidak ada sejuta kata tentang air mata, tentu tidak ada sejuta kata tentang rasa, tentu tidak ada sang pemilik lakon dan sang penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan logika sampai kapan pun tidak mampu menjelaskan mengapa seseorang membiarkan rasa yang datang kemudian mengalahkan rasa yang datang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun dapat memiliki sejuta alasan untuk ketidakmampuan mempertahankan cinta, siapa pun dapat memiliki sejuta jawaban untuk sejuta alasan ketidakmampuan mempertahankan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berusaha mengabaikan jawaban atas alasan ketidakmampuan mempertahankan cinta, tetapi menurut saya, ketika rasa yang kemudian datang mengalahkan rasa yang pertama ada, mungkin pada saat itu sang rasa telah kehilangan maknanya. Bukan karena sang rasa memutuskan untuk pergi, atau karena sang empunya rasa tidak berusaha, tetapi mungkin karena Sang Pencipta merasa perlu mengganti lakonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-6673244004453476084?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/6673244004453476084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=6673244004453476084&amp;isPopup=true' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6673244004453476084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6673244004453476084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/11/mempertahankan-cinta.html' title='Mempertahankan Cinta'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-3712788515705358158</id><published>2009-11-20T23:24:00.001+07:00</published><updated>2009-11-20T23:27:02.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Hidup ini Pilihan ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Klise ? Mungkin, tetapi ketika kalimat itu dipergunakan di saat yang tepat, maka akan terasa kebenaran maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita hitung berapa kali pilihan yang kita ambil dalam jangka waktu 1x24 jam ? Dari sejak Tuhan mengizinkan kita membuka mata hingga saat Tuhan membiarkan kita tidur ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tak terhitung, dari mulai memutuskan bangun, mandi, berangkat kantor, kerja atau main, marah atau diam, makan siang di luar atau di dalam, pulang cepat atau sesuai aturan, makan malam atau tidak, tidur cepat atau tidak, menonton siaran stasiun A atau B, nyaris tidak ada yang tidak harus dimulai dengan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pernahkah kita berpikir bahwa ketika kita memilih, ketika kita memutuskan, kita juga memikirkan dampaknya terhadap relasi kita dengan rekan sepermainan, rekan sekerja, atau pun keluarga kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya bisa ya, bisa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, ketika terjadi perubahan kepemimpinan di tempat saya bekerja, salah seorang rekan saya dengan gencarnya melakukan gerakan ’menjilat atasan’. Saya tidak tahu apakah dia sadar atau tidak, tetapi tindakannya itu bisa dilihat dengan mata telanjang. Entah memang Tuhan yang sedang berpihak kepadanya, tetapi setiap kali dia melakukan gerakan ”menjilat atasan” selalu saja berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan gerakan itu tidak berhenti sampai disitu saja, dia pun dengan tenangnya menyatakan berhak atas salah satu bagian pekerjaan yang sebenarnya bukan hak miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakannya yang menghebohkan itu tentu saja mengundang angin segar untuk berdiskusi, diskusi yang berujung pada sebuah kesimpulan bahwa jika kami ingin berhasil, kami harus bisa seperti dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diskusi mencapai kata akhir, saya hanya diam dan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena saya setuju atau tidak setuju, tetapi lebih semata karena saya tidak memiliki keahlian penjilat. Namun setelah saya renungkan lebih dalam lagi, rasanya bukan karena saya tidak memiliki keahilan itu, jawaban yang lebih tepat adalah karena saya memilih untuk tetap menjadi diri saya sendiri. Memilih untuk hidup tenang, tidak harus berpikir gerakan apa yang harus yang harus saya ambil jika terjadi perubahan mendadak atau berusaha menutupi ketidakmampuan saya mencapai hasil yang ditargetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah seorang rekan saya yang menahan kekesalan hatinya akibat tingkah laku sang ahli gerakan penjilat itu pun tiba-tiba berkata, ”Setelah saya pikir-pikir, untuk apa saya sakit hati, malah akan merugikan kesehatan saya.” dan sambil tersenyum ia melanjutkan, ”Saya sudah memilih, saya tidak akan sakit hati lagi. Minimal dengan pilihan ini saya bisa hidup tenang, tidak menyakiti hati orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bukannya hidup itu adalah pilihan” ujarnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mengiyakan kalimat klise yang mendadak kehilangan rasa kadaluwarsanya, kalimat yang meninggalkan seribu makna di luar kekliseannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sisa hari itu, dan keesokan harinya dan keesokan harinya lagi, maknanya meninggalkan seribu satu cerita, tentang hari yang dimulai dan diakhiri dengan pilihan, tentang dampak yang ditimbulkan dari pilihan-pilihan yang kita buat dalam hitungan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan atau tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mencoba menghitung, mencoba menginventarisasi berapa banyak jiwa yang menderita, yang sakit hati, yang menangis, yang mengutuk, yang bergembira, yang berterima kasih, yang tertawa, yang mendoakan, akibat pilihan-pilihan yang saya buat dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hingga tulisan ini dibuat, saya tidak bisa mencatatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya pun berkesimpulan, hanya Tuhan yang tahu karena Tuhanlah yang memberikan kita Hidup dengan Pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ff99ff;"&gt;.... Renungan untuk sebuah cerita yang tidak pernah selesai ....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-3712788515705358158?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/3712788515705358158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=3712788515705358158&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3712788515705358158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3712788515705358158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/11/hidup-ini-pilihan.html' title='Hidup ini Pilihan ...'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-3826873718416576720</id><published>2009-10-30T01:46:00.006+07:00</published><updated>2009-10-30T02:09:27.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Renungan Tentang Sumpah Pemuda</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="WIDTH: 300px"&gt;&lt;object width="300" height="110"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/QLo_m3l5E7/aus=false/"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/QLo_m3l5E7/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="110" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div style="PADDING-BOTTOM: 1px; BACKGROUND-COLOR: #e6e6e6; PADDING-LEFT: 1px; PADDING-RIGHT: 1px; PADDING-TOP: 1px"&gt;&lt;div style="PADDING-BOTTOM: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-RIGHT: 4px; FLOAT: left; PADDING-TOP: 4px"&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;form style="PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-TOP: 0px" method="post" action="http://www.imeem.com/embedsearch/"&gt;&lt;input name="EmbedSearchBox"&gt;&lt;input style="FONT-SIZE: 12px" value="Search" type="submit"&gt; &lt;div style="PADDING-TOP: 3px"&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=0&amp;amp;ek=QLo_m3l5E7" rel="nofollow"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=1&amp;amp;ek=QLo_m3l5E7" rel="nofollow"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=2&amp;amp;ek=QLo_m3l5E7" rel="nofollow"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=3&amp;amp;ek=QLo_m3l5E7" rel="nofollow"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/155/10/QLo_m3l5E7/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/people/k98qWU/music/IhTwZTNH/chaseiro-pengungkapan/"&gt;Pengungkapan - Chaseiro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/people/k98qWU/music/IhTwZTNH/chaseiro-pengungkapan/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di hari Sumpah Pemuda lalu, salah seorang senior saya, Eko Endarmoko, penulis Tesaurus Bahasa Indonesia, pagi-pagi sudah menulis di status facebooknya, “Delapan puluh satu tahun silam, para pemuda se-Nusantara yang berkumpul di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya, Jakarta, elok sekali merumuskan pernyataan “menjunjung” – bukan “mengakui” – bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dan kearifan mereka itu membuat saya tak pernah habis pikir, sampai detik ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status yang membuat saya merenung, betapa dewasanya para pendahulu saya, mengakui dengan gagah berani bahwa mereka, para pemuda itu, berbeda satu sama lain, tidak hanya bahasa, suku tetapi juga agama mereka. Perbedaan yang tidak menjadikan mereka saling mencerca, namun justru menjadi pendorong untuk mewujudkan keinginan luhur mereka, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kebesaran hati yang mereka hadiahkan bagi generasi penerus mereka, kebesaran hati yang mampu menjembatani seluruh perbedaan yang ada. Semua ego yang mereka miliki mereka taruh di urutan paling belakang, demi mengedepankan cita-cita mulia mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebesaran hati yang tersirat lewat pernyataan para pemuda, “menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak dapat membayangkan apa yang akan mereka pikirkan jika mereka melihat peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, di negeri yang mereka cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya persatuan yang menjadi tujuan mereka dulu, perlahan mulai memudar, tepat ketika pendidikan yang juga menjadi salah satu unsur perjuangan mereka dulu, semakin terbuka, dan jumlah yang mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita cenderung melupakan unsur yang paling hakiki dari semangat “menjunjung” tinggi tadi, kita mendadak lupa makna tersirat dari "menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan" yaitu saling menghormati dan menghargai, sehingga yang terjadi kini adalah pembenaran terhadap fanatisme yang berlebihan terhadap keyakinan yang dianut, tanpa menyadari justru perbedaan itulah yang menjadikan Negeri kita Negeri yang Kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jika para pendahulu kita, yang menaruh ego perbedaan itu di urutan paling akhir untuk dikedepankan, berkunjung ke masa kini, akan terhenyak mendapati perjuangan mereka pelan tapi pasti berubah dari tujuan semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan demi pertanyaan saling berlomba untuk sampai di pemikiran saya, namun tidak ada satu jawaban pun yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Semua kembali lagi ke muaranya, tanda tanya dan bukan titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa di hari itu saya merindukan para pendahulu saya, untuk membangunkan kami, generasi adik saya, generasi anak saya , seperti seruan Chaseiro lewat lagunya – Pemuda – pada hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2009, saat konser di Rolling Stones, Kemang, “Bersatulah semua, seperti dahulu. Lihatlah ke muka, keinginan luhur kan terjangkau semua. Pemuda mengapa wajahmu tersirat dengan pena yang bertinta belang, cermin nan tindakan akan perpecahan, bersihkanlah nodamu semua.” Lirik yang ternyata tetap menggetarkan batin saya, seperti dahulu ketika saya mendengarkan lagu ini beberapa dekade lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang dapat menghidupkan kembali semangat yang dimiliki oleh Soegondo Djojopoespito – Ketua (PPPI), Djoko Marsaid – Wakil Ketua (Jong Java), Muhammad Yamin dari Jong Sumatranen (Sekretaris), Amir Sjarifudin dari Jong Sumatranen (Bendahara), Djohan Mu Tjang (Jong Islamieten), Kontjosoengkono dari P.I, Senduk dari Jong Celebes, Leimena dari Jong Ambon dan Rohyani dari Pemoedaa Kaum Betawi, Mr Sartono, Mr.Muh Nazif, A.I.Z Mononutu, Mr.Soenario, S. Mangoensarkoro, Ki Hadjar Dewantoro dan Djokosarwono, Kartakusumah (PNI Bandung), Abdulrachman (B.O Jakarta), Karto Soewirjo (P.B Sarekat Islam), Muh. Roem, Soewirjo, Sumanang, Masdani, Anwari, Tamzil, AK Gani, Kasman Singodimedjo, Saerun (wartawan Keng Po), WR Supratman. Soerjono dan Soekawati .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini saya tergerak memperdengarkan lagu Pengungkapan, Chaseiro, kepada kedua putri saya, yang sangat menghayati betapa indahnya menghormati perbedaan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-3826873718416576720?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/3826873718416576720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=3826873718416576720&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3826873718416576720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3826873718416576720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/10/renungan-tentang-sumpah-pemuda.html' title='Renungan Tentang Sumpah Pemuda'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-7141477021839436148</id><published>2009-09-03T06:14:00.004+07:00</published><updated>2009-09-03T06:21:29.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Ketika Agama bukanlah Baju kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tiga hari yang lalu, di tengah-tengah kesibukan saya bekerja, tiba-tiba ada sebuah surat masuk ke dalam inbox email pribadi saya, sebuah email yang ditulis oleh salah seorang pembaca blog saya tentang &lt;a href="http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/04/catatan-yang-tertinggal-dari-misa.html"&gt;Catatan Saya dari Misa Paskah Anak-anak&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email yang membuat saya terhenyak, tertawa dan kemudian merenung dalam-dalam. Email yang kemudian membawa ingatan saya kembali ke awal masa-masa kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cukup beruntung mendapat dosen agama yang membuat saya seperti sekarang ini, dosen agama yang berpandangan luas, yang selalu terbuka menerima pertanyaan-pertanyaan mahasiswinya, yang dengan bijaksana membuka mata batin saya, yang sering saya mintai uang buat jajan dan terutama yang mengajarkan agama dari cara pandang Fisika (kuliah agama yang selalu membuat para mahasiswanya mengerutkan dahi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat pertanyaan saya tentang Surga dan Neraka di suatu sore kepada Dosen agama saya yang baik dan pintar itu, Alm. Pater Drost SJ, pendidik dan pemerhati masalah pendidikan, “Pater, apakah kita semua akan masuk surga ? Kalau ada orang yang tidak beragama tetapi menerapkan Hukum Cinta Kasih dalam kehidupannya dan kemudian ada orang yang sangat taat beragama tetapi tidak menerapkan Hukum Cinta Kasih, siapa yang akan masuk surga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya saat itu membuat saya terhenyak, “Semua orang akan masuk surga, tetapi siapa yang paling dahulu, tentu saja yang tidak beragama tetapi menerapkan prinsip-prinsip cinta kasih dalam kehidupannya. Sedangkan dia yang beragama tetapi tidak menerapkan prinsip-prinsip Cinta Kasih dalam kehidupannya akan berada di urutan paling belakang di antrian pintu surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti kebiasaan jelek saya yang tidak pernah hilang, saya membantahnya, “Kalau begitu, lebih baik saya tidak ke gereja, tidak beragama, tetapi menerapkan prinsip-prinsip Cinta Kasih dong Pater.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan yang kemudian dijawabnya dengan arif bijaksana, “Tidak bisa seperti itu, justru kamu tetap harus ke Gereja, sehingga jiwa kamu diselamatkan dan selalu mendapat tuntunan untuk menerapkan hukum Cinta Kasih. Jika kamu tidak beragama atau tidak ke gereja, kemungkinannya untuk tergelincir jauh lebih besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan iseng-iseng berhadiah di sore saat saya kehabisan uang jajan yang akhirnya menguatkan iman dan mengubah pandangan saya tentang Agama hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu sore lainnya, ketika uang jajan saya utuh dan saya rindu dengan perbincangan kecil kami, saya pun bertandang ke tempatnya yang menjadi satu dengan gedung kuliah saya saat itu di jalan Menteng Raya, Kanisius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pater, saya mau belajar agama lain ah. Saya ingin mempelajari agama Islam dengan lebih mendalam, karena pacar saya (yang sekarang menjadi suami saya) beragama Islam.”ujar saya sambil bersiap-siap kena kuliah agama dari Alm. Dosen kesayangan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata jawabannya sekali lagi di luar dugaan saya, “Oh itu bagus, dengan demikian kamu akan lebih mengenal agama Islam sebelum kamu memutuskan untuk berpindah agama.”&lt;br /&gt;Sesuatu yang tidak masuk akal bukan, seorang Pater, pemimpin agama, memberikan izinnya untuk mempelajari agama lain, tanpa sepatah kata pun menyampaikan keberatannya ataupun kehebatan agama yang saya anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat lampu hijau, saya pun dengan bersemangat mempelajari agama Islam, tentu saja dengan membaca buku-bukunya dan bertanya-tanya kepada pacar saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan saya dengan Pater Drost, tetap berjalan seperti adanya, tidak ada yang berubah, saya tetap minta uang jajan kepada beliau, tetap menyapanya setiap sore jika kebetulan saya sedang berada di area tempat tinggal beliau. Tidak ada satu patah kata pun menanyakan perkembangan keinginan saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya, di suatu sore, sebelum saya ujian kenaikan tingkat, saya memutuskan untuk bertandang ke tempat beliau, menyampaikan kabar bahwa saya ternyata tidak bisa pindah ke lain hati. Saat itu yang beliau tanyakan hanyalah bagaimana saya berproses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada yang salah dalam agama Islam, Pater. Tetapi ada satu titik dalam pengalaman batin saya, yang kemudian membuat saya paham bahwa sebenarnya saya sudah menemukan kedamaian dengan cara saya berdialog dengan Tuhan,”ujar saya menjawab pertanyaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, sesuai dengan namanya “Pater Drost”, tentu saja pertemuan itu diakhiri dengan doa bersama, doa berupa ucapan terima kasih karena Tuhan telah membimbing saya mendapatkan jawaban yang selama ini saya cari. Bukan karena tetap memilih agama Katolik sebagai jalan hidup saya, tetapi karena saya telah menemukan jawaban atas kebimbangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman batin itu kemudian menyadarkan saya bahwa agama adalah sesuatu yang tidak dapat dipaksakan. Agama adalah pengalaman batin. Agama bukanlah baju kita, agama adalah diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, tidak pernah sebersit pun terlintas dalam diri saya untuk meminta atau mempengaruhi mantan pacar saya agar berpindah agama mengikuti agama yang saya anut. Bagi saya, selama ia telah menemukan kedamaiannya dengan Tuhan melalui agama yang dianutnya, sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai nantinya akan masuk neraka atau surga, bagi saya surga dan neraka sudah ada di bumi ini, ketika kita hidup dan menjalani kehidupan kita sehari-hari. Setiap hari kita bertemu dengan dengan surga dan neraka. Apa yang kita perbuat di hari kemarin, akan kita tuai mungkin di hari ini, atau hari esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-7141477021839436148?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/7141477021839436148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=7141477021839436148&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/7141477021839436148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/7141477021839436148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/09/ketika-agama-bukanlah-baju-kita.html' title='Ketika Agama bukanlah Baju kita'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-4666366080255203006</id><published>2009-08-29T08:28:00.002+07:00</published><updated>2009-08-29T08:30:48.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebudayaan'/><title type='text'>Ganyang Malaysia atau Indonesia Wannabe ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hm..menarik sekali melihat interview Permadi dengan salah satu stasiun TV swasta kemarin malam. Gayanya yang berapi-api dengan kata, “Biadab…Biadab….Biadab, “ saat ditanya pendapatnya mengenai perlakukan polisi Malaysia terhadap salah seorang tenaga kerja Indonesia di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya seperti mendengar retorika pepesan kosong, seperti mendengar kampanye yang baru saja usai beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya saya tidak setuju dengan pendapatnya Permadi, tetapi mendengar pendapatnya yang berapi-api dan bagi saya tanpa adanya solusi yang berarti, membuat saya pada akhirnya memutuskan untuk mengganti saluran TV saya ke saluran HBO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marahkan saya soal Simpadan-Ligitan ? soal Batik ? soal Angklung ? soal Tari Pendet ? soal lagu Indonesia Raya yang diganti kalimatnya ? soal perlakuan polisi Malaysia atas salah seorang tenaga kerja Indonesia di sana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan saya rasanya sama dengan Permadi. Sebagai bangsa Indonesia, saya sama sekali tidak rela lagu kebangsaan saya diinjak-injak, kebudayaan saya diakui sebagai kebudayaan mereka. Sebagai bangsa Indonesia, hati saya sakit melihat bangsa saya dipukuli, ditendang, seperti sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kalau kita melihat ke belakang dan berkaca kembali, seharusnya kita sadar dan malu bahwa bukan bangsa Malaysia yang melakukan hal itu, tetapi Bangsa Indonesia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kebudayaaan, pernahkah kita membuat iklan pariwisata seperti Malaysia, “Truly Malaysia” ? Pernahkah kita membuat iklan pariwisita mengenai Indonesia dengan keanekaragamannya, dari Sabang sampai Merauke ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu saya menyaksikan iklan pariwisata Malaysia, dimana salah satu adegannya ditampilkanlah kebudayaan Kalimantan, lengkap dengan pakaian adatnya dan tariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya tercenung dan menyadari bahwa kesalahan kita selama ini adalah kita membiarkan diri kita “dicuri”, kita terlena dengan Pulau Dewata, kita lupa untuk melihat keunikan bangsa kita sendiri. Kita sibuk dengan permasalahan kita sendiri, sibuk saling cakar antar kita, tanpa kita sadari bahwa demam “Indonesia Wannabe” (meminjam istilah senior saya, Putu Laxman Pendit) sudah menggeliat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Simpadan dan Ligitan ? Pernahkah kita benar-benar mengetahui berapa banyak pulau terluar kita, yang menjadi batas antara negara kita dengan negara lain ? Bagaimana budayanya, keunikannya, keistimewaannya, masyarakatnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika buku Tepian Tanah Air, 92 Pulau Terluar Indonesia bagian Barat diperkenalkan oleh Ipong Witono, saat itulah saya tersadar, betapa miskinnya pengetahuan saya tentang tanah air tercinta. Tidak heran Simpadan dan Ligitan terlepas begitu saja, bagi sebagian besar orang, mungkin pulau itu hanya terdengar gaungnya setelah diakui penggemar “Indonesia Wannabe”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, soal Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, rasanya tidak ada lagi penghinaan yang lebih nista dari penghinaan terhadap lagu Kebangsaan Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebagai Bangsa Indonesia, pernahkah kita benar-benar menghormati Lagu Kebangsaan kita sendiri ? ketika Lagu tersebut dikumandangkan di “rumah kita sendiri” ? Jawabannya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak ? Mungkin ada baiknya kita berkaca, bagaimana sikap kita ketika menyanyikan lagu tersebut dan jawablah pertanyaan itu kepada diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkanlah sikap bangsa Indonesia ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan bangsa Amerika (walaupun itu hanya melalui televisi dan film).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketika Permadi menyatakan pemerintah kita kurang bersikap, pemerintah kita lambat untuk bertindak, saat itu ingin sekali saya kembali bertanya kepada Beliau. Sebagai orang yang mempunyai akses bertemu dengan para pemimpin, dengan para pejabat, apakah yang sudah dilakukan beliau agar permasalahan “Indonesia Wannabe” ini selesai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju bahwa pemerintah kita kurang bertindak tegas, jawabannya seperti jawaban anak yang baru lulus kuliah, tetapi lalu apa yang harus kita lakukan ? Hanya berdiam diri saja ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah membandingkan dengan zaman Soekarno, setiap zaman mempunyai warnanya sendiri, zaman Soekarno berbeda dengan kondisi saat ini, kondisi dimana belahan dunia jauhnya hanya selemparan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganyang Malaysia seperti zaman Soekarno bukanlah jalan keluar yang tepat, karena saat ini nama kita sendiri pun sudah tercemar akibat ulah para teroris Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saatnya kita mengenalkan Indonesia dengan kacamata yang berbeda, Indonesia bukan terdiri dari Pulau Bali saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau kita bahu-membahu membuat iklan Pariwisata yang menarik, bukannya memperkaya para anggota dewan, atau membuat seragam yang jumlah dananya milyaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau kita pun bertindak tegas terhadap semua pelanggaran yang dilakukan oleh bangsa asing terhadap kita. Bukan hanya meminta pemerintah mereka meminta maaf, seperti soal Tari Pendet itu, dimana iklan tersebut dilakukan oleh pihak swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelecehan lagu Kebangsaan Indonesia Raya harusnya ditindak tegas, bukan hanya berkomentar, “IP nya sudah diketahui dan diblokir, tetapi kalau muncul lagi di tempat lain harus bagaimana. ?” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita harus menyerah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, ada cara yang lebih menarik dan terpelajar untuk Mengganyang Malaysia, karena saat ini pemerintah mereka pun sadar bahwa Mengganyang Indonesia ala Indonesia Wannabe membuat diri mereka kurang popular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai akhirnya Indonesia Wannabe kalah pamor dengan Malaysia Wannabe.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-4666366080255203006?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/4666366080255203006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=4666366080255203006&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/4666366080255203006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/4666366080255203006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/08/ganyang-malaysia-atau-indonesia-wannabe.html' title='Ganyang Malaysia atau Indonesia Wannabe ?'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-5803569727666960444</id><published>2009-08-24T21:46:00.006+07:00</published><updated>2009-08-24T22:14:59.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Nilai-Nilai Kehidupan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa waktu lalu, putri sulung saya bercerita tentang beberapa teman sekelasnya yang memiliki jiwa entrepreneur, walaupun diri mereka berkelimpahan. Ada yang berjualan gelang anyaman benang, ada yang berjualan nasi goreng, bahkan ada yang berjualan pudding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat komentarnya, “Gila Nda, si X itu tajir banget lho, tapi aku suka sama dia, soalnya dia nggak sombong, terus cuek aja lagi jualan gelangnya.” Atau “wah temenku ada yang jualan puding, enak lho Nda pudingnya.” Atau “Hihihi, tadi si A bawa nasi goreng, enak banget, dia jualin ke kita-kita, terang aja enak, dia punya restoran sea food sih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar celotehnya tentang temannya yang kebetulan Ibu dari temannya duduk sebagai pengurus di forum yang sama dengan saya, saya pun terkagum-kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, uang itu bukan masalah bagi anak itu. Berlibur ke luar negeri sama saja dengan kita bepergian ke Bogor. Gadget ? Jangan ditanya, blackberry terbaru pun dia punya. Tetapi bahwa dia dengan senang hati membuat gelang dan menjualnya tanpa rasa malu adalah sesuatu yang patut mendapat acungan jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, entah sekarang, sering kita mendengar komentar miring tentang etnis tertentu, tentang betapa pintarnya mereka melihat peluang atau betapa licinnya mereka berdagang. Komentar miring yang membuat kelas “pedagang” kalah pamor dengan mereka yang berada di kelas “karyawan ataupun pejabat pemerintah”. Komentar miring yang membuat para komentator selalu berlindung di balik kata “keberuntungan” jika faktor ekonomi tidak setingkat kelas “pedagang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jika kita berkaca pada “sejarah keberhasilan” mereka – seperti yang diceritakan anak saya – faktor “keberuntungan” itu karena mereka telah berkali-kali gagal, berkali-kali bangkit, sebelum akhirnya menemukan harta karun. Dan bukan itu saja, mereka tidak memandang tinggi diri mereka – tingkatan ekonomi bukanlah sebagai suatu barometer bahwa mereka tidak perlu turun ke bawah untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan betapa bangganya saya ketika anak sulung saya kemudian mengutarakan niatnya untuk berjualan di sekolah. “Aku mau jualan macaroni schotel, tapi ingat ya Bunda, jangan mahal-mahal harganya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa saya yang belum pernah menghitung untuk memberikan harga jual, kemudian belajar memberikan harga jual. Betapa anak saya yang tidak pernah memiliki pengalaman berjualan, kemudian mulai belajar melihat peluang dan mengerti bagaimana caranya berjualan yang baik, berjualan yang tidak merugikan usaha teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan pernah lupa teleponnya di suatu siang, ketika saya masih berkutat dengan pekerjaan kantor, “Bunda ...macaroni schotelku laku semua,”ujarnya dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di suatu sore, “Bunda,..anak-anak mulai bosan, macaroni schotelku ada yang tidak laku,”ujarnya dengan lesu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itulah saya membenarkan renungan saya, bahwa di saat keberhasilan dan kegagalan datang, pada saat itulah anak saya belajar hakekat kehidupan berdagang. Bahwa keserakahan akan membawa pada kerugian, bahwa kesabaran akan membawa hasil selama kita dengan tekun berusaha bangkit lagi, bahwa hati nurani harus selalu digunakan bukan sesuatu yang harus ditinggalkan di suatu tempat, bahwa kepercayaan dan kejujuran adalah sesuatu yang harus dijunjung tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya bersyukur bahwa anak sulung saya mendapatkan nilai-nilai kehidupan melalui kehidupan dunia nyata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-5803569727666960444?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/5803569727666960444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=5803569727666960444&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5803569727666960444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5803569727666960444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/08/nilai-nilai-kehidupan.html' title='Nilai-Nilai Kehidupan'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-2736872871125986242</id><published>2009-05-16T08:30:00.000+07:00</published><updated>2009-05-16T08:38:29.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Zeppelin vs Jeppelin</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada suatu sore, ketika kami sedang bertukar-cerita, tiba-tiba anak tercinta saya mengeluhkan rasa kesalnya karena guru IPA-nya menyalahkan jawaban kuis yang diberikan oleh gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut si kecil, kesalahan bukan terletak pada dirinya melainkan pada sang guru yang tidak dapat melafalkan huruf Z dengan baik, sehingga se-isi kelas salah mencatat nama penemu balon gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu si guru sedang mendiktekan catatan IPA mengenai para penemu, salah satunya penemu balon gas. Ketika itu, menurut si kecil, sang Guru melafalkan nama si penemu balon udara dan ditangkap oleh semua, sebagai Jeppelin dan sebagai anak yang patuh pada gurunya, dengan tenangnya mereka mencatat sesuai lafal, “JEPPELIN”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tibalah saat kuis saat sang guru hendak mengecek “pendengaran” dan “perhatian” yang diberikan murid-murid kecilnya. Sang guru dengan lantangnya bertanya, siapa penemu balon udara, dan sesuai pendengaran dan perhatian para murid, mereka menulis “Jeppelin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja bukan kuis namanya kalau tidak diperiksa saat itu juga dan tentu saja pemeriksaan sampailah kepada soal siapa penemu balon udara. Para murid kecil itu tidak menyangka ketika sang guru menyalahkan mereka. Menurut si Pak Guru IPA itu, jawaban yang benar adalah “Zepellin” bukan “Jepelin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan si murid-murid kecil itu protes, mereka bersikeras Pak Guru tidak bisa sewenang-wenang menyalahkan mereka. Kata mereka, “Pak Guru yang bener dong kalau ngomong. Zeppelin dengan Jeppelin kan beda. Z itu lafalnya beda dengan “J” a.k.a. “DJ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecil pun protes ke saya, katanya “Pak guru itu koq aneh ya, memangnya jaman dulu orang-orang itu tidak bisa bilang “Z” ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tertawa miris karena si kecil lupa, paman dan bibinya” dari pihak ayahnya sampai sekarang pun kalau memanggil anaknya “Redja” walupun tertulis “Reza”. Sampai si Reza sudah kuliah, semua memanggil si Reza dengan “Eja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mirisnya lagi karena saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung suami saya bisa menjelaskan bahwa kemungkinan besar karena dalam bahasa daerah, lafal “Z” itu nyaris tidak pernah disebutkan dan walaupun saat ini sudah zaman modern, tetap saja bahasa daerah tidak pernah kehilangan esensinya. Akibatnya, generasi saya pun tidak bisa menghilangkan kebiasaan mereka mengganti “Z” menjadi “J” dan parahnya lagi itu diturunkan ke generasi anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat ketika zaman kuliah Bahasa Perancis dulu, bagaimana si dosen setengah hidup harus mengajarkan mahasiswanya yang berasal dari suku X untuk melafalkan “Zye” untuk “Je” atau saya dalam bahasa Perancis. Lucunya, bahkan ketika saya mengikuti kursus Bahasa Perancis pun beberapa tahun kemudian, salah seorang peserta kursus dari suku X itu tetap masih mengalami masalah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini saya masih terngiang-ngiang suara si dosen dan guru kursus Bahasa Perancis saya yang dengan gigihnya mengajarkan teman saya untuk mengucapkan “Zye” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya pun menutup kuliah suami saya dengan menyampaikan wejangan saya, “Orang lain boleh tidak dapat menyampaikan lafalnya dengan baik, tetapi karena kamu tahu, kamu tidak boleh ikut-ikutan dengan mereka yang tidak dapat melafalkannya dengan baik.” &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-2736872871125986242?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/2736872871125986242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=2736872871125986242&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2736872871125986242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2736872871125986242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/05/zeppelin-vs-jeppelin.html' title='Zeppelin vs Jeppelin'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-7258782013590920797</id><published>2009-04-26T22:37:00.002+07:00</published><updated>2009-04-26T22:42:52.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kantor'/><title type='text'>Ketika Sang Dewa Turun Gunung</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pernah baca postingan saya yang judulnya &lt;a href="http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/kamisan-baca-kemisan.html"&gt;“Kamisan”&lt;/a&gt;, nah kali ini “Kamisan” saya sudah berganti judul menjadi “Harian”, ya … Harian persis seperti buruh harian. Dari semula meeting hari Kamis sore menjadi “Harian Pagi”, persis seperti jadwalnya Harian Kompas, Tempo, Sindo, yang terbitnya pagi hari di jam yang kurang lebih sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya dengan Harian Pagi hanya di waktu persiapannya. Kalau harian pagi dicetak pagi hari sekitar pukul 23.00 – 01.00, nah kalau Harian Pagi kantor saya pukul 09.30 hingga waktu tak terbatas, tergantung suasana hati si Dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu rapat untuk isi Harian Pagi selalu disiapkan dari hari sebelumnya, di pagi hari. Nah kalau Harian Pagi Kantor Saya, persiapannya selalu tergantung hari itu pembicaraannya apa. Malah lebih sering persiapannya berdasarkan pertanyaan Dewa yang tidak dapat dijawab pada saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja, ketika Dewa turun gunung 1 minggu 1 kali, para raja dan panglima kerajaan sudah dibuat lumpuh sebelah, karena tidak ada apa pun yang bisa dikerjakan selama 3 hari sebelum hari Kamis; mereka sibuk mengerjakan laporan buat Dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang setelah setiap hari Dewa turun gunung, bisa dibayangkan bukan, bagaimana raga dan jiwa para Raja dan Panglima Kerajaan. Kalau sebelumnya sudah lumpuh sebelah sekarang malah mati suri. Mati suri karena tidak ada gunanya lagi berpikir, mana ada strategi kerajaan kalau tiap hari kerjanya sudah seperti Harian Pagi Kompas, Tempo, Sindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu para penjilat dan pemanfaat situasi a.k.a kaum oportunis seperti si JK, bermain secara halus, sekarang sudah tidak malu-malu lagi, tidak perduli lawan bicaranya masih ingat apa yang mereka katakan 2 hari lalu. Selama pernyataan mereka bisa menjamin kelangsungan pasokan beras di rumah, maka sah-sah saja sikap mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu, semua seperti koor kalau ditanya, sekarang kalau bisa persis seperti anak umur 6 tahun yang sedang di tes sama gurunya. Harus ditanya berkali-kali baru bersedia menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala yang menduduk pura-pura sibuk membaca blackberry atau pura-pura sibuk menatap layar laptop, hihihihi….tak terkira jumlahnya. Sayang si Dewa tidak punya kemampuan memandang langsung isi blackberry atau laptop anak buahnya. Jika saja si Dewa memiliki mata yang jeli, pastilah karyawan Harian Pagi akan kena pecat, karena sibuk dengan Facebook dan Plurk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir, kepala para peserta meeting Harian Pagi seperti kura-kura, keluar-masuk, keluar-masuk, tergantung situasi dan kondisi di luar “batok” mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah ketika si Dewa bertanya tepat di hari ke-14 meeting Harian Pagi diadakan, “Bagaimana ? Apakah kalian merasakan adanya perubahan dengan meeting yang saya lakukan setiap hari ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kepala langsung masuk ke dalam batoknya dan pelan-pelan keluar lagi. Bukan untuk bilang “Ya Pak, kami merasakan adanya perubahan.” Tetap saling tengak-tengok, melihat arah angin jawaban yang diberikan sesama kura-kura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ? Hehehehe....saya pun seperti mereka, golongan kura-kura juga tetapi kura-kura yang punya prinsip, karena setidaknya saya masih menggumam, “Bagaimana ada perubahan, kalau setiap hari kerjanya meeting, setengah hari habis hanya untuk main facebook. Kapan saya mikirnya Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gumaman yang membuat rekan kura-kura di samping saya menyodok saya supaya diam, karena takut si Dewa malah mengeluarkan lagi kata-kata saktinya, “Revenue tidak apa-apa turun, yang penting masih ada arah positif. Kalian hanya jago buat produknya saja tetapi tidak pernah memikirkan akhirnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya kepingin bilang sama Dewa, “Pak, dimana-mana semua itu harus pakai strategi. Kalau strategi kita salah, ya ditunjukkan saja bagaimana cara kita melihat atau mendesain suatu produk sehingga terjadi peningkatan revenue.” Dan bicara soal strategi, “Itu kan bukan pekerjaan sangkuriang, sehari jadi. Orang itu harus berpikir, harus melihat data, melihat kegagalan produk yang lampau dimana.” Nah, bagaimana kita bisa berpikir, kalau kerjanya “Bentuk team kecil ya.., lusa saya mau kalian presentasi rencana kerjanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi, ketika saya menonton Red Cliff 1 dan II, saya menemukan kata-kata bijak, contoh soal, yang rasanya ingin saya bawa ke dalam rapat Harian Pagi kantor saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai si lemah, kerajaan yang nyaris tidak diperhitungkan, tentu saja kita tidak bisa membabi-buta menghabiskan semua peluru kita untuk menumpas si musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita harus mampu mengenali siapa musuh kita sebenarnya. Kemudian menaksir kekuatan mereka dibandingkan dengan kekuatan kita. Setelah itu bagaimana membuat strategi perang yang pihak lawan pun termakan oleh strategi tipuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di film yang keren itu, bagaimana menentukan strategi perang tidaklah hasil berpikir semalam, tetapi hasil pembahasan berkali-kali, membaca karakter lawan, melihat kelemahan lawan dimana, dan melihat “alam” a.k.a situasi sekeliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berhubung saya bukan saudara Dewa, juga bukan anggota Tim Kecil si Dewa, maka percuma juga saya berbicara, paling-paling yang ada saya akan kena muntahannya dia lagi. Muntahan yang baru akan dengan senang hati disemprot dengan Glade, si pengharum ruangan, jika ternyata Dewa melihat dengan mata kepalanya dia sendiri bahwa apa yang saya sampaikan benar-benar menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ? Bagaimana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahaha…terpaksa saya harus menunggu sampai Dewa bosan. Semoga ketika si Dewa bosan, saya masih punya tenaga untuk berpikir…. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-7258782013590920797?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/7258782013590920797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=7258782013590920797&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/7258782013590920797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/7258782013590920797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/04/ketika-sang-dewa-turun-gunung.html' title='Ketika Sang Dewa Turun Gunung'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-2216575460110457635</id><published>2009-04-25T11:44:00.001+07:00</published><updated>2009-04-25T11:46:31.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Menyimak vs Mendengarkan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hari Minggu lalu, di akhir khotbah tiba-tiba si Romo yang sudah cukup tua itu menyelipkan suatu cerita menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bercerita dengan miris tentang kejadian hari Sabtu malam, ketika ada pelantikan kaum muda di gereja tempat saya beribadah. Pada saat itu, sang Ketua berbicara dengan mike yang nyaris ditelan sementara para anggota sibuk dengan urusan mereka sendiri. Atau dengan kalimat yang lebih ringkas, tidak ada yang mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian itu, si Romo bertanya-tanya dalam hati, jika kaum muda saja tidak mempunyai kemampuan untuk mendengarkan bagaimana jadinya bangsa kita di kemudian hari. Bagaimana mau berbuat sesuatu yang nyata jika “mendengarkan” saja tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sih bukan “Mendengarkan” tetapi “Menyimak” atau kalau dalam bahasa inggris “Hearing” versus “Listening”, Romo ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan khotbah Minggu pagi itu, saya jadi teringat training “Service Excellence” mengenai “Mendengarkan” yang entah sudah berapa kali saya nyanyikan. Bahkan permainan “mendengarkan” itu pun setiap kali saya mainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Muda yang dikritik si Romo itu rata-rata seumuran anak SMA – Kuliahan, nah mereka yang saya training umurnya masuk kategori “Dewasa Muda” atau “First Jobber”, tetapi urusan “Mendengarkan” sama saja dengan apa yang dimiriskan si Romo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat ketika saya bertanya kepada peserta training apa bedanya Mendengarkan dengan Menyimak, mereka selalu terhenyak, sebelum akhirnya berhasil menjawab dengan benar. Itu pun tidak semua, komposisinya selalu sama, hanya sekitar 1 atau 2 orang, maksimal 3 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kemampuan mendengarkan adalah salah satu hal yang paling esensial untuk pekerjaan customer service .. ; bukannya yang lain tidak, tetapi untuk urusan “mendengarkan” bagi pekerjaan yang “moment of truth”nya hitungan detik, urusannya bisa panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke komentar Romo mengenai apa jadinya bangsa ini jika mereka tidak memiliki kemampuan mendengarkan, saya jadi terdiam. Saya jadi teringat para Politisi dan Petinggi bangsa ini yang sekarang sedang sibuk protes soal Pemilu kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar saya pun sama dengan Romo, sampai kapan sih kita akan seperti ini ? Permasalahan soal Pemilu harusnya tidak perlu terjadi kalau saja mereka yang berkepentingan melaksanakan Pemilu ini menjadi lancar, adil dan jujur, bersedia mendengarkan keluhan-keluhan yang sudah dilontarkan di surat kabar. Sementara mereka yang protes, juga tidak bersedia mendengarkan permasalahan apa yang dihadapi si pelaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tidak habis pikir, kenapa ya ketika seseorang menduduki suatu jabatan dan mempunyai kewenangan, pada umumnya mereka mendadak kehilangan “telinganya” ? Apakah karena “power sindrom” ? atau karena mendadak jadi yang paling pintar sendiri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan itu mudah koq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anak-anak atau remaja mendadak kehilangan “telinganya”, ya wajar-wajar saja, di usia mereka “Mendengarkan” adalah barang langka. Tetapi untuk mereka yang sudah dewasa rasanya sudah bukan barang langka lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke para politisi yang memprotes peroleh suara mereka. Kenapa ya mereka tidak mencoba mawas diri dan mendengarkan bahwa para pemilih yang dengan senang hati mencontreng “Gol Put” itu hampir 50 %. Jadi, wajar-wajar saja jika suara mereka juga mengalami penyusutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula jika saja mereka mau melihat dan mendengar, siapa pun juga tahu bahwa peserta kampanye, orangnya ya itu-itu saja. Siapa sih yang tidak ingin dibayar. Lumayan kan dalam jangka waktu 2 minggu, dapat uang jajan tambahan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang … jika politisi itu tidak menggunakan kemampuan mereka untuk “Menyimak” tentunya protes mereka bisa lebih terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya harus bilang ke Romo, bahwa mendengarkan itu bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi perlu latihan yang terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kewajiban siapakah memberikan pelatihan mendengarkan itu ? Hehehe...tentu saja kewajiban orang tua dan kewajiban diri sendiri untuk mawas diri ....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-2216575460110457635?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/2216575460110457635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=2216575460110457635&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2216575460110457635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2216575460110457635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/04/menyimak-vs-mendengarkan.html' title='Menyimak vs Mendengarkan'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-1641786734506387583</id><published>2009-04-15T22:57:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T22:58:54.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Catatan yang tertinggal dari Misa Paskah Anak-Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hari Minggu lalu, 12 April 2009, adalah hari Paskah bagi seluruh umat kristiani di dunia. Bagi pemeluk agama Katolik, Misa Paskah bahkan lebih penting dari Misa Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paskah adalah perayaan terakhir dari 3 hari suci (Trisuci), Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah (Upacara Cahaya). Sehingga, mengingat panjangnya rangkaian upacara itu, maka khusus pada Hari Paskah (hari Minggu) diadakan misa tersendiri bagi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dengan diadakannya Misa Paskah bagi Anak-anak maka anak-anak dapat mulai belajar mengenai tata cara ibadah dan mendapatkan pemahaman yang sesuai dengan kapasitas umur mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum saja, jika bukan Misa Paskah Anak-Anak, tentu liturgi dan khotbahnya dikonsumsikan bagi para orang tua, yang akan sangat membosankan bagi anak-anak. Alih-alih mereka duduk dengan tenang, yang ada malah mereka mencari cara untuk keluar dari aura kebosanan. Akibatnya, orang tua sibuk menyuruh anak untuk duduk manis dan tidak mendengarkan khotbah atau mengikuti liturgi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seumur-umur baru 1 kali menghadiri Misa Paskah Anak-Anak, bukan karena tidak sempat tapi karena malas. Maklum saja, pengalaman pertama menghadiri Misa Paskah Anak-Anak ketika si sulung masih berumur 6 tahun dan yang kecil baru 1 tahun,  dan harus mengawasi mereka seorang diri, membuat tenaga saya terkuras habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, ketika putri bungsu saya, jauh-jauh hari menginformasikan bahwa dia terpilih sebagai anggota Paduan Suara untuk Misa Paskah, pengalaman masa lalu terbayang kembali. Tetapi kalau diingat si kecil sekarang sudah berumur 11 tahun dan posisinya saat ini adalah “Anggota Paduan Suara”, maka saya membulatkan tekad untuk menghadiri Misa Paskah Anak-Anak untuk mengikuti Misa Paskah sekaligus memberi semangat baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Ibu, tentu saja saya ingin duduk di tengah di barisan terdepan. Tetapi karena kali ini gereja diprioritaskan untuk anak-anak, saya harus duduk di pinggir di barisan Lansia. Walaupun harus tebal muka karena wajah saya belum sekeriput si Inang boru Simanjuntak yang duduk di sebelah saya, demi anak saya acuh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat namanya misa anak-anak, tentu saja suasananya hingar bingar, apalagi banyak orang tua yang tidak ingin meninggalkan zona kenyamanannya, sehingga bolak-balik petugas tata tertib harus memberikan pengumuman agar para orang tua sadar bahwa misa pagi itu adalah misa anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keributan kecil khas anak-anak pun mulai terdengar. Dari anak-anak yang tidak dapat duduk diam hingga keluar dari bangku dan mulai berlari-lari di dalam gereja saat Misa dimulai sehingga membuat seorang Ibu lari-lari mengerja si anak, hingga memberitahu anak-anak sikap berdoa saat upacara berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keributan ini hanya berhenti saat Pastor berkhotbah. Maklum saja, khotbah dibuat dalam bentuk sesi tanya-jawab, sehingga mereka harus menyimak pertanyaan si Pastor. Pada saat itulah, tiba-tiba saya teringat masa-masa ketika kedua putri saya seumur anak-anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judulnya saja Anak-Anak tentu bisa dibayangkan bukan jawaban mereka, polos dan tidak berdosa. Kejujuran mereka juga luar biasa, kejujuran yang sesuai dengan pemahaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 1 anak yang menarik perhatian saya, bukan karena dia semangat menjawab, tetapi karena dia semangat mengangkat tangannya, tanpa memperdulikan benar atau salah. Ketika Pastor bertanya siapa yang suka berkelahi, dengan tenangnya dia mengangkat tangannya, sementara anak-anak lainnya duduk manis menyembunyikan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Pastor bertanya “Siapa yang cinta Tuhan Yesus ?” semua anak termasuk si anak itu mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Kemudian ketika sang Pastor bertanya lagi, “Siapa yang mencintai Iblis ?” hanya 1 tangan yang teracung; pemiliknya siapa lagi kalau bukan si anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan bukan suasana di dalam gereja saat Pastor dan para orang tua melihat adegan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban mereka pun juga lucu-lucu, jawaban yang jujur dan sesuai dengan pemahaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Pastor bertanya, “Anak-anak, kita harus rajin apa ?” Dengan spontan anak-anak itu menjawab, “Harus rajin berdoa. Harus rajin ke gereja. Harus rajin belajar.” Dan ketika Pastor bertanya lagi, masih kurang satu harusnya, si anak kecil yang rajin mengacungkan tangannya dengan sigap berkata “Rajin makan Pizza, Romo”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dilanjutkan “Siapa yang rajin membantu orang tua”, hanya sebagian yang mengangkat tangan. Ketika dilanjutkan dengan pertanyaan membantu orang tua yang seperti apa, dengan tenangnya salah satu anak yang cukup gembul menjawab, “membantu orang tua menghabiskan makanan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika Pastor bertanya, “Siapa yang sudah melihat telur Paskah raksasa ?” mereka berebut ingin melihat. Tapi ketika Pastor mengatakan bahwa telur Paskahnya sudah tidak ada dan bertanya kenapa sudah tidak ada, dengan tenangnya mereka menjawab “Telur Paskahnya dicuri..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang tua yang sudah tidak sanggup lagi menahan tawanya, serempak tertawa mendengarkan jawaban anak-anak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khotbah yang bagi orang dewasa kadang menjadi bagian yang mengantukkan, ternyata di mata-anak-anak seperti mendengarkan dongeng. Tetapi justru dengan cara seperti itu, ketika Pastor bertanya mengenai arti Paskah, mereka dapat menjawab dengan benar, dan serempak pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat suasana hari Paskah anak-anak pada hari itu, membuat saya tiba-tiba rindu celotehan putri sulung saya yang sebentar lagi memasuki masa remaja, membuat saya terhenyak menghadapi kenyataan bahwa sebentar lagi si bungsu menjadi ABG. Rasanya baru kemarin saya mengandung mereka. Rasanya baru kemarin saya menggendong mereka dalam pelukan saya saat menghadiri Misa, mencatatkan khotbah Pastor untuk tugas agama mereka. Rasanya baru kemarin saya mengajarkan mereka cara beribadah. Dan saat itu rasanya saya ingin memeluk mereka erat-erat dan tidak ingin melepaskan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini Paskah saya menorehkan catatan tersendiri di dalam hati saya dan saat ini ketika saya menuliskan kembali catatan yang tertinggal di benak saya, sekelebat kutipan puisi Kahlil Gibran melintas di depan saya, “Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra putri Sang Hidup, ......”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-1641786734506387583?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/1641786734506387583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=1641786734506387583&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1641786734506387583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1641786734506387583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/04/catatan-yang-tertinggal-dari-misa.html' title='Catatan yang tertinggal dari Misa Paskah Anak-Anak'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-8862811846906934492</id><published>2009-04-10T19:38:00.003+07:00</published><updated>2009-04-10T19:47:46.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Cerita Di Balik TPS</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sepanjang hidup saya mempergunakan hak pilih saya sebagai seorang warga negara Indonesia, baru kali ini TPS menjadi tempat yang penuh warna, tempat dimana saya menemukan cerita-cerita lucu. Cerita yang dibandingkan dengan 4 (empat) tahun lalu tidak seunik saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, tanggal 09 April 2009, sambil menikmati embun pagi dan bau tanah basah, ditemani kedua anjing tercinta saya, Lady dan Whitey, saya berdebat dengan diri saya sendiri, apakah saya ingin menggunakan Hak Pilih saya atau memilih menjadi Warga GolPut. Mungkin karena suasana pagi dan tempat TPS yang hanya dihiasi kursi-kursi yang masih kosong, akhirnya saya memutuskan menggunakan Hak Pilih saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya sederhana, agar saya bisa memprotes jika negara ini dijalankan tidak sesuai dengan janji-janji yang telah diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi, matahari masih malu-malu menunjukkan sinarnya ketika saya berjalan ke lokasi TPS, tempat dimana saya memberikan suara saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju lokasi TPS, tiba-tiba telinga saya menangkap serombongan anak kecil berceloteh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak I : “Gue pikir TPS itu seperti apa tempatnya, nggak tahunya cuma begitu aja ya.”&lt;br /&gt;Anak II : “ Iya, dindingnya dari kaleng lagi.”&lt;br /&gt;Anak III : “ Gue males ah nemenin nyokap gue disana.”&lt;br /&gt;Anak IV : “Main sepeda aja yuk, biarin aja orang tua pada milih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya disapa oleh si Abang, anak tetangga saya yang masih duduk di kelas 3 SD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang, “Tante ... tante mau nyoblos ya ?”&lt;br /&gt;Saya , “Bukan nyoblos Abang, tapi contreng.”&lt;br /&gt;Abang, “Tante mau nyontreng siapa ?”&lt;br /&gt;Saya, “Rahasia dong Bang, menurut Abang, Tante harus milih siapa ?”&lt;br /&gt;Abang, “Tante harus contreng Demokrat ya, ingat lho Demokrat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi tersenyum mendengar pesan si Abang, setelah sebelumnya saya dititipi untuk memilih teman yang menjadi caleg dari Partai A dan B, kali ini saya malah dititipi pesan sponsor dari si Abang, yang ada di rombongan peninjau TPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya tiba di lokasi TPS, ternyata petugas masih sibuk memilah-milah surat suara yang lumayan banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan waktu sekitar 30 menit kemudian barulah waktu memilih dibuka dengan Assalamualaikum, diiringi permintaan maaf, bahwa waktu untuk memilih terpaksa harus mundur sekitar 1 jam. “Maklum Bapak/Ibu, surat suaranya banyak sekali, mudah-mudahan 4 tahun lagi, mereka yang partai kecil sadar, nggak usah bikin partai lagi.”kata si Ketua TPS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar kalimat pembuka yang ampuh, kontan para pemilih berkomentar menanyakan bagaimana cara mencontreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak/Ibu, mumpung masih ada waktu sedikit, silakan melihat-lihat gambar caleg dari partai-partai yang ada, supaya bisa mencontreng dengan yakin.”kata si Ketua menimpali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa diberi aba-aba lagi, para Bapak/ibu yang sudah masuk kategori “Dewasa” tadi, langsung menyerbu ke papan tempat dimana foto para caleg terpampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah …sudahlah, kalau susah, contreng saja partainya. Atau cap-cip-cup saja nama orang dari Partai yang kita pilih,” terdengar suara seorang Bapak. “Ayo Pak, kita mulai saja deh, daripada tambah pusing,” sahut seorang Ibu-ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sambil menunggu giliran saya, inilah hasil rekaman saya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Anak : “Papa .. aku boleh nyontek Papa nggak ? Aku sama Papa aja deh contrengnya, boleh&lt;br /&gt;nggak ?&lt;br /&gt;Si Ayah : “Lho, nggak boleh dong sayang. Kamu harus milih sendiri.”&lt;br /&gt;Si Anak : “Aku bingung nih Pa, aku nggak tahu harus contreng yang mana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Istri : “Ingat lho Mas, kalau bisa contreng Partai Anu ya Mas.”&lt;br /&gt;Si Suami : “Iya ..sudah saya mau contreng dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ketika suami sedang di Bilik Suara, si Istri datang …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Istri : “Mas ..lihat dong pilihannya, biar aku nggak salah”&lt;br /&gt;Si Suami : “Hus …sana, balik ke tempatmu. Sudah .. kamu milih sendiri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri, “Pak..aku koq deg-deg-an ya .., aku boleh nyontrengnya deket kamu nggak ?&lt;br /&gt;Suami, “Ya sudah, sini di belakangku saja, Bu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sedang mencontreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri, “Pak, tolong periksa kertasku, bener nggak aku nyontrengnya. Milih yang ini kan ?&lt;br /&gt;Suami, “Iya sudah, nggak usah aku periksa lagi, sudah bener koq Bu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu, “Pak ..aku koq nggak bisa ngelipetnya sih. Heran ini bagaimana sih yang bikin suratnya, koq susah banget sih.”&lt;br /&gt;Petugas TPS, “Susah ya Bu, sini saya bantuin lipat. Saya petugas pelipat kertasnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, terdengar suara ketua TPS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak/Ibu, kalau kesulitan untuk melipat kertas suaranya, kami sudah menyediakan petugas khusus pelipat kertas suara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tibalah giliran saya a.k.a cerita penutup :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, “Pak, ada ballpoint lain Pak ?”&lt;br /&gt;Petugas TPS, “Lho, kenapa Bu, ballpointnya macet disana ?”&lt;br /&gt;Saya, “Bukan Pak, tapi karena saya kidal, bapllpointnya kan diikat, talinya tidak sampai Pak, saya nggak bisa nyontrengnya Pak."&lt;br /&gt;Petugas TPS, “Hahahaha….ada yang punya ballpoint merah nggak ? Harus warna merah lho.” Ini Bu, pakai yang ini saja dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya pun menggunakan Hak Pilih saya dengan ballpoint warna merah …..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya pun pulang ke rumah, mensyukuri keputusan saya menggunakan Hak saya sebagai seorang warga negara sehingga bisa menikmati sejumput cerita di Balik Bilik TPS.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-8862811846906934492?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/8862811846906934492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=8862811846906934492&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/8862811846906934492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/8862811846906934492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/04/cerita-di-balik-tps.html' title='Cerita Di Balik TPS'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-3564542850558705673</id><published>2009-03-15T21:23:00.002+07:00</published><updated>2009-03-15T21:25:28.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><title type='text'>Golput vs Menghitung Kancing vs Pemilu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di Kompas hari ini ada berita mengenai sosialisasi pemilu kepada para pelajar SMA di Jogja. Para pelajar mengeluhkan kebingungan mereka untuk memilih karena begitu banyaknya kontestan yang tidak mereka kenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat pembicaraan mengenai cara memilih ketika saya menghadiri acara makan siang sesudah peresmian kerjasama antar perusahaan saya dengan satu perusahaan yang cukup terkenal di dunia media dan perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu saya dengan lugunya menyatakan ketidaktahuan saya mengenai proses melakukan pilihan saat pemilu nanti, hingga membuat atasan saya menaikkan alisnya dan berkomentar, “Tuh, lihat saja, dia yang tinggal di Jakarta saja tidak tahu bagaimana cara memilih. Bagaimana dengan mereka yang tidak tinggal di Jakarta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya waktu itu saya malu sekali dan merasa tidak enak hati. Bukan karena saya malas membaca koran tetapi karena saya selalu mengabaikan berita mengenai Pemilu. Padahal selaku warga negara yang baik, seharusnya saya tidak mengabaikan berita-berita seputar pesta besar demokrasi negara tercinta saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak malas, selain karena berita-beritanya yang tidak pernah berubah dari jaman Soeharto, mata saya pun sudah lelah melihat poster-poster para kontestan di sepanjang perjalanan saya berangkat kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian ratus wajah yang saya lihat, rasanya tidak sampai sepuluh yang saya ketahui sepak-terjangnya. Lainnya, jangankan tahu, pernah membaca namanya saja baru kali itu. Parahnya lagi, dari yang tidak sampai sepuluh itu, hanya 1 atau 2 yang bagi saya patut untuk dipilih. Sisanya ? Jauh panggang dari api, kata pepatah yang saya pelajari semasa SD dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, jika saya harus memilih 1 atau 2 orang tersebut, hati saya pun tidak rela. Bukan apa-apa, partai tempat mereka bernaung bukanlah partai yang mampu membuat hidup saya tentram. Bagaimana mau tenteram jika nilai-nilai yang dianut oleh partai itu membuat saya khawatir, mengingat catatan perjalanan yang dimiliki partai tersebut tidaklah seindah visinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang saya harus lakukan nanti di bilik pemilih ? Menghitung kancing ? Memilih berdasarkan partai yang cocok dengan nurani saya ? Atau menjadi Golput ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang lebih parah ? Menjadi Golput dengan kemungkinan suara saya yang abstain itu dipergunakan oleh partai yang cukup memiliki kekuasaan “membeli” atau menghitung kancing atau melihat nama partainya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seperti pesan anak saya yang masih kelas 5 SD. Katanya, “Bunda, nanti kalau milih, kata temanku, lihat saja siapa yang paling ganteng atau paling cantik, itu yang dipilih.”&lt;br /&gt;Melihat wajah dan pesan yang disampaikan oleh para kontestan membuat saya geleng-geleng kepala. Semua menampilkan pesan yang sama, pesan tanpa makna. Atau sekalipun ada yang berbeda, pesannya benar-benar bertolak-belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini di jalan yang saya lalui, ada kontestan baru, dengan nomor urut “single digit” dari partai yang terkenal, yang dengan bangganya memasang gambar dirinya di sepanjang jalan tersebut, tentu saja dengan pesan yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk daerah yang dekat dengan Mal atau Pusat Perbelanjaan, pesannya adalah “Selamat Berbelanja”, untuk daerah yang dekat dengan Universitas atau Sekolah, pesannya adalah “Selamat Belajar”, untuk daerah yang dekat dengan “Jalan Tol” pesannya adalah “Hati-Hati di Jalan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu jejaring sosial, seseorang yang saya kenal, tiba-tiba meminta saya untuk memilihnya. Saya pun terhenyak dan mengingat-ingat cerita masa lalu, sambil mencoba membayangkan sosok dirinya ketika menjadi wakil rakyat nanti. Wakil rakyat dari partai yang baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kembali lagi ke pertanyaan saya sebelumnya, apa yang nanti harus saya lakukan di bilik pemilih ? Sumpah, sampai detik ini pun saya tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba di telinga saya terdengar komentar atasan saya, “Bayangkan, dia tinggal di Jakarta, siapa yang harus dipilih saja dia tidak tahu. Bagaimana mereka yang tinggal di daerah ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian ada suara yang mirip dengan suara saya membalas, “Ah Bapak, jangan begitu. Kita nikmati saja kampanye hari Senin nanti. Siapa tahu ada inspirasi baru.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-3564542850558705673?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/3564542850558705673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=3564542850558705673&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3564542850558705673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3564542850558705673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/03/golput-vs-menghitung-kancing-vs-pemilu.html' title='Golput vs Menghitung Kancing vs Pemilu'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-5865838269305502</id><published>2009-02-21T17:55:00.002+07:00</published><updated>2009-02-21T18:02:03.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Pintu Kebahagiaan - Gede Prama</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pintu ketiga untuk menuju keindahan dan kebahagiaan berawal dari :&lt;br /&gt;Semakin gelap hidup Anda,&lt;br /&gt;Semakin terang cahaya Anda di dalam.&lt;br /&gt;Perhatikanlah bintang di malam hari, tampak bercahaya, jika langitnya gelap.&lt;br /&gt;Sedangkan lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika ruangannya gelap.&lt;br /&gt;Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan cobaan dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam.&lt;br /&gt;.. Gede Prama ..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menurut Gede Prama ada 5 pintu untuk menuju keindahan dan kebahagiaan. Pintu Pertama adalah “Berhenti Membandingkan”. Pintu kedua adalah “Memberi”, Pintu Ketiga adalah “Berawal dari Kegelapan”, Pintu Keempat adalah “Surga bukanlah Tempat melainkan adalah Rangkaian Sikap” dan Pintu Kelima adalah “Tahu Diri Kita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kelima Pintu untuk menuju keindahan dan kebahagiaan, pintu ketigalah yang membuat saya terhenyak dan merenungi makna Berawal dari kegelapan semakin bercahayalah kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Benarkah saya akan menjadi lebih bercahaya ? Bukannya kulit wajah kita pada saat didera penderitaan menjadi kusam, sorot mata pun tidak memiliki jiwa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu Ketiga bagi saya adalah Keikhlasan untuk menerima yang diberikan Tuhan kepada kita, ikhlas untuk menerima hal-hal yang tidak berkenan dengan harapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas ketika kesusahan datang sangatlah tidak mudah. Lebih mudah mengikhlaskan kebahagiaan, kesenangan daripada kesusahan. Siapa yang ingin diterpa susah terus menerus ? Rasanya tidak ada satu orang pun di dunia ini yang ingin diterpa kesusahan, ketidakbahagiaan dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun menghitung kesusahan-kesusahan yang saya alami, rasanya hampir semua diawali dengan pemberontakan, dengan bertanya kenapa saya diberikan kesusahan seperti ini, kenapa saya diberikan nasib seperti ini, kenapa harus saya, kenapa tidak orang lain saja. Pemberontakan yang saya tahu tidak ada gunanya karena tidak akan meringankan beban hati saya. Walaupun pemberontakan tersebut diakhiri dengan keikhlasan dan rasa Syukur bahwa saya dipilih oleh Tuhan untuk mengalami hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, benarkah dengan demikian saya menjadi bercahaya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya saya temukan pagi ini lewat sepucuk pesan yang dikirimkan oleh salah satu anak buah saya. Pesan yang membuat mata saya berkaca-kaca karena saya merasa tidak pernah melakukan hal yang istimewa baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata apa yang disampaikan oleh Gede Prama benar-benar terbukti. Bahwa ketika kesulitan atau pun penderitaan menimpa kita, tanpa kita sadari pada saat itulah kita belajar banyak hal yang mungkin tidak kita peroleh jika kita tidak berada di titik penderitaan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pelajaran yang tanpa saya sadari membuat diri saya bercahaya di mata anak buah saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pintu-pintu lainnya telah lama saya yakini, terlebih pintu keempat, dimana Surga bukanlah tempat melainkan suatu rangkaian kehidupan dan sikap. Neraka dan Surga bukan ketika kita meninggalkan dunia ini. Neraka dan Surga ada di sini, di bumi, ketika kita hidup menjalani kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan akan menjadi Neraka jika kita tidak menerimanya dengan Ikhlas, Penderitaan akan menjadi Surga ketika kita bisa melewati jurang tersebut dengan penuh rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah untuk menerima penderitaan dengan ikhlas, saya pun hingga saat ini masih sering berdebat dengan setan dan malaikat di dalam hati saya. Saya bahkan tidak bisa menghitung siapakah yang memenangkan perdebatan itu, apakah setan lebih banyak dari malaikat atau sebaliknya. Yang saya tahu pasti hanyalah permintaan saya ketika malam menjelang, agar diberi kebesaran hati untuk menerima dengan ikhlas setiap nafas kehidupan yang diberikan kepada saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-5865838269305502?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/5865838269305502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=5865838269305502&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5865838269305502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5865838269305502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/02/pintu-kebahagiaan-gede-prama.html' title='Pintu Kebahagiaan - Gede Prama'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-1423763153107775061</id><published>2009-02-11T23:51:00.005+07:00</published><updated>2009-02-12T07:30:16.538+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Persahabatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Kacamata Duniawi dan Pertemanan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa waktu lalu saya mendengar percakapan seorang rekan saya tentang bagaimana dia menilai layak-tidaknya seseorang itu menjadi temannya hanya karena mobilnya yang keluaran mutakhir dan luasnya tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kesempatan lain, seorang rekan saya bahkan menceritakan kepada saya betapa hebatnya si A, hanya karena dia mengenal para petinggi dan orang-orang di posisi puncak di industri X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kesempatan yang lainnya lagi, seorang rekan saya bahkan mencemooh teman saya hanya karena ketidakmampuan teman saya untuk berperilaku sesuai standar kemapanan mereka yang berada di area kemapanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kita sadari, sering kali kita menilai seseorang dari kebendaannya, dari materi yang dimilikinya, dari caranya bertutur-kata, dari caranya berperilaku, tanpa berusaha melihat dari kaca mata yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, layak-tidaknya orang tersebut masuk dalam kategori “pertemanan” tidaklah dilihat dari mobil yang keluaran mutakhir atau luas tempat tinggalnya atau dari pengetahuannya tentang para petinggi di suatu industri atau tingkah lakunya yang agak eksentrik. Pertemanan terlalu rigid jika berangkat dari hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, layak-tidaknya seseorang menjadi teman dalam arti sebenarnya berangkat dari kesamaan pandangan, kesamaan visi, kemampuan bertukar-pandangan, luas-tidaknya pengetahuan seseorang bukan dari letak dan luas rumahnya atau pertemanannya dengan para petinggi atau dari mobil yang keluaran terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman dalam arti sebenarnya terlalu berharga jika dinilai dari jabatan, harta benda yang dimilikinya atau kedekatannya dengan para petinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin munafik, saya pun kerap salah menilai seseorang dari atribut duniawi yang dimilikinya, kesalahan yang akhirnya disadari ketika pembicaraan semakin intens, ketika visi berada di jalur yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa penyesalan yang berangkat dari kesalahan seperti itu, membuat diri ini mengutuki diri sendiri, karena terlalu dangkal dalam menilai seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat pertemanan saya dengan seseorang yang mendapat julukan “bad attitude”, betapa rekan-rekan saya yang lain sering menertawakan teman saya itu, hanya karena cara berpakaiannya, karena caranya melontarkan sesuatu, karena penampilannya yang jauh dari kesan “berada”, padahal semua yang dikenakannya masuk dalam kategori “branded”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun pada mulanya memandang dengan kaca mata yang sama seperti rekan-rekan saya lainnya, hingga saya menemukan bahwa dibalik ketidak-sempurnaannya itu, tersimpan hati yang penuh empati kepada penderitaan seseorang, tersimpan kearifan dalam melihat suatu permasalahan, tersimpan pengetahuan yang sangat luas dan kejujurannya dalam berpendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemanan yang hingga kini selalu saya kenang. Pertemanan yang sarat dengan pembicaraan dan diskusi-diskusi yang tidak mungkin saya temukan di tempat lain. Pertemanan yang tidak selamanya berjalan mulus karena ketidaksamaan pendapat. Pertemanan yang akhirnya teruji oleh waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketika rekan saya berkomentar betapa hebatnya si A, karena dia mengenal para orang-orang hebat dan para petinggi, saya hanya mengangguk dan diam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-1423763153107775061?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/1423763153107775061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=1423763153107775061&amp;isPopup=true' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1423763153107775061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1423763153107775061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/02/kacamata-duniawi-dan-pertemanan.html' title='Kacamata Duniawi dan Pertemanan'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-5364290488722113560</id><published>2009-02-07T00:34:00.002+07:00</published><updated>2009-02-07T00:52:09.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Ketika Makam pun Tergusur ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa hari yang lalu ada  satu buah pesan masuk di ponsel saya, pengirimnya adik saya, bunyinya “Gw lihat di TV, katanya ada 3.500 kuburan di Menteng Pulo mau digusur. Oma sama Bokap gimana ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung akhir-akhir ini sedang musim hujan dan walaupun jarak kuburan tersebut cukup dekat dari kantor, rasanya saya malas sekali untuk pergi ke kantor pemakaman umum di Menteng Pulo. Bukan apa-apa, macetnya itu lho yang tidak tertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tenang-tenang saja, sampai 2 hari yang lalu, sepupu saya mengirimkan pesan ke ponsel saya, dengan jenis pertanyaan yang sama. Tiba-tiba saya jadi teringat penggalan kisah di bukunya Budiman Hakim, “Sex After Dugem, Catatan Seorang Copy Writer”, ketika ia bercerita tentang pengalaman dirinya ketika makam almarhum ayahnya digusur dari Karet ke Tanah Kusir. Bagaimana perasaannya ketika penggalian makam almarhum ayahnya dilakukan dan masalah yang timbul sesudah makamnya dipindahkan ke tempat yang ditentukan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budiman Hakim saja, yang almarhum ayahnya sudah meninggal selama 8 tahun, masih merasa sedih. Bagaimana saya yang 1 tahun pun belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budiman Hakim miris hatinya melihat tulang-belulang almarhum ayahnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ? Membayangkannya saja pun saya tidak sanggup, apalagi saya harus memindahkan makam 2 orang yang sangat dekat di hati saya, nenek tercinta saya, yang memanjakan saya seperti seorang putri raja dan ayah saya, yang kepergiannya pun hingga kini masih saya tangisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum melangkah ke kantor pemakaman umum pun untuk menanyakan kebenaran berita itu lutut saya sudah lunglai; entah bagaimana nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya hanya sanggup mengirimkan pesan balasan ke sepupu saya, “Kalau Oma dan Bokap harus digusur, saya bawa saja ke Menado, dikubur di makam keluarga di Tondano saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang jaraknya jauh sekali, tetapi minimal saudara-saudara saya ada di sana. Mungkin juga tidak ada yang berkunjung, tetapi setidaknya kemungkinan digusur tidak ada, karena pemerintah tidak memiliki hak atas tanah itu. Di samping itu keinginan ayah saya untuk dimakamkan di Menado tercapai dan nenek tercinta saya bisa kembali ke tanah kelahirannya, berdampingan dengan kakek saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, jika anak dan cucu saya pulang ke kampung halaman ibunya, mereka masih bisa melihat makam nenek moyangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau saya meninggal nanti. Rasanya saya berpikir logis saja, daripada menyusahkan mereka, harus mencari lahan untuk kemudian digusur lagi, menyaksikan upacara penggalian jasad saya, lebih baik saya dibakar saja dan abunya dilarung di laut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa tahun yang lampau saat suami sepupu saya yang beragama Hindu Bali meninggal, ada upacara Pelebon. Saya masih ingat sepupu saya menceritakan makna dari Upacara Pelebon itu, bahwa ketika meninggal tugas manusia di dunia ini sudah selesai dan ketika jiwanya berangkat menghadap sang Pencipta, maka abunya pun di larung ke laut, sehingga tidak ada lagi yang tersisa di dunia ini dan yang ditinggalkan dapat melanjutkan hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Arti dari upacara Pelebon itu begitu melekat di hati saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mungkin saya salah, tetapi bagi saya itu jalan terbaik. Hidup mereka akan lebih ringan. Makan hanyalah alat perantara mereka mengenang saya. Tetapi sesungguhnya kenangan mereka akan saya bukanlah karena melihat "alat perantara" itu, yang membuat keterikatan mereka akan diri saya adalah kenangan mereka tentang saya yangterus hidup di dalam hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketika waktunya tiba, saya memilih makna dari Upacara Pelebon. Semuanya kembali lagi kepada Sang Pencipta, tak ada yang tersisa di dunia ini, dan yang ditinggalkan pun dapat melanjutkan hidupnya dengan ringan ....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-5364290488722113560?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/5364290488722113560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=5364290488722113560&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5364290488722113560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5364290488722113560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/02/ketika-makam-pun-tergusur.html' title='Ketika Makam pun Tergusur ...'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-5481969351460975888</id><published>2009-02-04T22:21:00.003+07:00</published><updated>2009-02-05T20:58:14.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Ketika MUI Berfatwa : Tingkatan HARAM 2009</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Hasil sidang ini dicuplik dari &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.mui.or.id/"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;http://www.mui.or.id/&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Tentang Rokok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seluruh peserta Sidang Pleno Ijtima’ sepakat :&lt;br /&gt;a. bahwa hukum merokok tidak wajib&lt;br /&gt;b. bahwa hukum merokok tidak sunat&lt;br /&gt;c. bahwa hukum merokok tidak mubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta Sidang berbeda pendapat tentang tingkat larangan merokok tersebut, sehingga hukum merokok terjadi khilaf ma baiyna al-makruf wa al-haram (perbedaan pendapat antara haram dan makruf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh peserta Sidang Pleno Ijtima’ sepakat bahwa merokok hukumnya haram :&lt;br /&gt;a. Di tempat umum&lt;br /&gt;b. Bagi anak-anak&lt;br /&gt;c. Bagi wanita hamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ccccff;"&gt;Tentang Pemilu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 &amp;amp; 3 ……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) atau tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Siang tadi, ketika saya dan rekan-rekan sekerja saya sedang mengistirahatkan otak, tiba-tiba di layar plurk saya muncul pertanyaan dari teman blogger saya, &lt;a href="http://therrysays.com/"&gt;Therry&lt;/a&gt;, yang menanyakan apakah ada yang menonton Dialog di Metro TV tadi malam mengenai Fatwa MUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa diduga, salah satu rekan saya tiba-tiba nyeletuk, “Ah MUI itu ada-ada saja, mengurusi hal-hal yang tidak perlu diurus. Sekarang merokok itu tingkatannya sama kalau kita makan babi nih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya menimpali, “Oh bukan begitu, menurut MUI sekarang Haram itu ada tingkatannya, yang paling tinggi kalau makan babi, yang kedua kalau jadi Golput, yang ketiga kalau merokok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, sekarang kan jenis-jenis perbuatan yang diharamkan menjadi banyak, tidak hanya makan babi saja tetapi merambah hingga ke urusan hak pribadi seseorang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketika saya membaca kembali hasil keputusan para anggota sidang, bagi saya kedua keputusan tersebut merupakan keputusan yang berpihak pada “kesenangan” atau lebih tepatnya “keberpihakan” para peserta sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita simak lagi keputusan mengenai merokok, bagi saya keputusan yang dikeluarkan sidang tetap memiliki keberpihakan yang cukup kuat pada si perokok. Jika ingin membuat keputusan HARAM yang setimpal dengan tingkatan HARAM memakan babi (seperti yang menjadi bahan gurauan rekan-rekan kantor), jadikan saja merokok itu haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa HARAM jika hanya berlaku di tempat umum, untuk apa HARAM jika dilakukan oleh anak-anak dan wanita hamil ? Bagaimana hukumnya jika merokok bukan di tempat umum, di sebelah wanita hamil, atau anak-anak atau di samping wanita yang menggendong bayi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah peserta sidang itu sadar bahwa bahaya merokok dan menghirup asap rokok itu sama beratnya ? Kenapa membuat hukum yang “banci” seperti itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, sudah jelas, alasan utamanya karena sebagian peserta sidang adalah perokok yang tidak ingin kenikmatannya terganggu. Bagi saya, sudah jelas juga bahwa para peserta sidang ingin bermain aman, yaitu bermain di antara peraturan yang sudah diterapkan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana hubungannya dengan Golput ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibaca dengan seksama, butir no. 1 dan dibandingkan dengan butir no. 4, betapa bertentangannya kedua keputusan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara ini adalah Negara Kesatuan yang memiliki kemajemukan dalam beribadah. Nah bagaimana jika si calon pemimpin yang taqwa, memiliki kemampuan, arif dan bijaksana beragama non Islam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan demikian kepentingan umat Islam menjadi nomor dua ? atau apakah dengan demikian kepentingan umat beragama lainnya di luar agama si Calon Pemimpin itu menjadi terabaikan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin beandai-andai, apalagi mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Tetapi mungkin saja kan tiba-tiba pemimpin yang cocok beragama Hindu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan butir kelima yang ditetapkan MUI tadi, mengingat rujukan butir kelima adalah butir kesatu, yaitu merujuk kepada terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa ? sementara butir keempat mengedepankan si pemimpin tadi harus memperjuangkan kepentingan umat Islam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung kan ? Karena mendadak tidak memilih walaupun ada calon yang memenuhi syarat dalam kaca mata MUI adalah HARAM. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya negara ini diatur oleh siapa sih ? MUI atau pemerintah dengan undang-undangnya ? Kemanakah UUD 45 yang menjadi dasar segala undang-undang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, MUI lebih baik memikirkan bagaimana agar tidak terjadi bentrokan antar agama di Ambon, atau di Poso atau antar FPI dan umat Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik MUI mengharamkan FPI daripada mengharamkan hal-hal yang tidak sepatutnya diharamkan, yang tidak ada hubungannya dengan kaidah agama. Atau mengharamkan orang yang menjelek-jelekkan agama lain atau mengharamkan orang yang mengaku-aku lebih hebat dari Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, di era dimana pendidikan tidak lagi dinikmati hanya segelintir orang, dimana orang semakin maju dalam berpikir, justru hubungan antar umat beragama mundur jauh ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya mundur ke belakang, karena mendadak kemampuan berpikir mereka menjadi serupa anak SD, hanya mampu mencerna berdasarkan pengetahuan yang sempit; hanya memilih yang enaknya saja, bukan menentukan sesuatu berdasarkan pemahaman agama yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat pepatah seperti kerbau dicucuk hidungnya, nah .. seperti itulah para peserta sidang MUI, memutuskan mengharamkan sesuatu berdasarkan si gembala kerbau, tidak peduli kalau si gembala kerbau pun memiliki agenda tersendiri, contohnya ya itu tadi, mendadak HARAM ada tingkatannya, mendadak ada HARAM baru yang jaman dahulu kala tidak pernah terdengara, seperti HARAMNYA KUIS BERHADIAH, HARAMNYA MEROKOK, HARAMNYA GOLPUT.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-5481969351460975888?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/5481969351460975888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=5481969351460975888&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5481969351460975888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5481969351460975888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/02/ketika-mui-berfatwa-tingkatan-haram.html' title='Ketika MUI Berfatwa : Tingkatan HARAM 2009'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-5253092829221597491</id><published>2009-01-24T08:34:00.002+07:00</published><updated>2009-01-24T08:52:27.031+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Jerusalem ... Oh .... Jerusalem ....</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SXpwe9K8aPI/AAAAAAAAAXc/UeyNdaSssCQ/s1600-h/buku+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294667989046290674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 63px; CURSOR: hand; HEIGHT: 97px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SXpwe9K8aPI/AAAAAAAAAXc/UeyNdaSssCQ/s200/buku+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Saya ulangi apa yang saya katakan di depan Knesset lebih dari setahun lalu:’setiap kehidupan yang hilang dalam sebuah peperangan adalah kehidupan seorangmanusia, terlepas apakah itu kehidupan seorang Arab atau Israel.&lt;br /&gt;Istri yang menjadi janda adalah seorang manusia, yang berhak hidup dalam sebuah keluarga yang bahagia, Arab atau Israel.’Anak-anak yang tidak berdosa, yang kehilangan perhatian dan pengasuhan orang tua, semua itu anak-anak kita, terlepas apakah mereka hidup di tanah Arab atau Israel, dan kita harus memperlihatkan tanggung jawab yang sangat besar untuk memberikan kebahagiaan kepada mereka di masa sekarang ini dan kecerahan di masa datang …”(Presiden Mesir Mohammad Anwar El-Sadat, 1978)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perdamaian adalah keindahan hidup. Ia laksana sinar mentari. Perdamaian adalah senyum seorang anak kecil, cinta seorang Ibu, kebahagiaan seorang Ayah, kebersamaan sebuah keluarga. Perdamaian adalah kemajuan manusia, kemenangan keadilan, kemenangan kebenaran. Perdamaian adalah semua itu, dan lebih dari semua itu …”(PM Israel Menachem Begin, di tahun yang sama 1978) &gt; hal 286&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya di antara para penulis di Indonesia, baru Trias Kuncahyono sajalah yang menulis tentang Jerusalem lengkap dengan sejarahnya, dan kenetralannya dalam melihat persoalan yang terjadi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerusalem, kota yang terbagi dalam 3 agama samawi, Kristen, Islam dan Yudaisme, yang diperebutkan bangsa-bangsa sejak agama itu sendiri masih mencari bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Sejarah Jerusalem sudah menceritakan bahwa silih berganti negara-negara dan bangsa-bangsa memperebutkan kota itu, Assiria, Mesir, Babilonia, Yunani, Romawi,Byzantium, Persia, Arab, kaum Perang Salib, Mameluk, Turki, Inggris dan Yordania ….” &gt; hal 286&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini saya menyadari betapa Jerusalem bukanlah milik satu agama saja, melainkan milik 3 agama samawi, mengingat takdir yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kota tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…walau ketiganya berbeda dalam konsep fundamental tentang Tuhan dalam iman dan ritual ibadahnya, disatukan oleh kecintaan mereka terhadap Jerusalem...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Bagi orang Yahudi, Jerusalem adalah satu-satunya kota suci di dunia. Inilah kota yang dipilih Tuhan sebagai “tempat kediaman nama-Ku”,tulis Kitab Tawarikh.Bagi umat Kristen, Jerusalem adaah kota suci yang sangat penting karena di kota itulah Yesus hidup, berkarya, wafat, dan bangkit untuk menebus dosa umat manusia sesrta naik ke surga; untuk memulihkan lagi hubungan antara manusia dan Tuhan. …Sementara bagi umat Muslim, Jerusalem adalah kota tempat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malamnya dari Mekkah ke Jerusalem, Isra Mi’raj ke Sidrat Al Muntaha…” hal 222 – 223&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih dengan konflik yang terjadi akhir-akhir ini, dimana orang di Indonesia melihatnya dari sudut agama, bukan dari sudut sejarah masa silam, bukan dari sudut politik, bukan dari sudut egoisme para pelaku sejarah tersebut. Buku ini mampu mencerahkan mata hati setiap orang yang melihat konflik Israel dan Palestina ini adalah konflik agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tryas Kuncahyono mampu melihat Jerusalem dengan konflik-konflik yang terjadi di dalamnya tanpa berpihak, mampu mempertanyakan pertanyaan yang diam di benak masing-masing orang dan menjelaskannya dengan latar belakang historis yang putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku ini mampu membuat mata hati saya melihat dari sudut pandang yang berbeda, tidak seperti ketika sudut pandang saya dipengaruhi oleh berita-berita di media cetak ataupun “tak show” televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku ini membuat saya tidak lagi mempertanyakan komentar-komentar yang seringkali menyudutkan bahkan menyulut pertentangan agama, melainkan mengasihani mereka karena ketidaktahuannya.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-5253092829221597491?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/5253092829221597491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=5253092829221597491&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5253092829221597491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5253092829221597491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/01/jerusalem-oh-jerusalem.html' title='Jerusalem ... Oh .... Jerusalem ....'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SXpwe9K8aPI/AAAAAAAAAXc/UeyNdaSssCQ/s72-c/buku+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-8260577296701702144</id><published>2009-01-07T07:04:00.000+07:00</published><updated>2009-01-07T07:05:28.015+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Ketika Israel dan Palestina Berperang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Minggu-minggu ini terakhir ini nyaris semua saluran TV baik nasional maupun internasional, menyiarkan penyerangan Israel ke Jalur Gaza, disamping tentu saja media cetak lokal, nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan jika dibandingkan antara CNN dan Al-Jazeera serta TV kita, mereka berdua sangat intens menyajikan berita penyerangan tersebut, baik melalui liputan langsung maupun pandangan dari kedua belah pihak atas penyerangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat berita yang disiarkan CNN dan Al-Jazeera, benar-benar membuat hati ini menjadi miris, hingga akhirnya saya pun tidak ingin melihat tayangan siaran mengenai penyerangan tersebut. Betapa tidak miris, jika melihat bayi dan anak-anak tergeletak tak berdaya di rumah sakit yang sudah tidak layak lagi menjadi rumah sakit, tenaga medis yang terbatas, melihat indahnya cahaya roket di malam hari yang ditembakkan namun menjadi bengis ketika mencapai daratan dan membayangkan akibat yang diderita penduduk sipil yang menerima muntahan roket tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya pun teringat salah satu penggalan bab dari buku Jerusalem, Kesucian, Konflik dan Pengadilan Akhir, oleh Trias Kuncoro, yang diterbitkan oleh Kompas – Gramedia. Trias menceritakan dengan sangat rinci mengenai sejarah Jerusalem di bab berjudul Tanah Kanaan, Perjalanan Perdamaian dan Tragedi Kota Damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah yang terjadi di abad yang silam, penderitaan yang dialami Palestina dan Israel, bukanlah konflik keagamaan, melainkan konflik sejarah dan politik yang bercampur-aduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, ketika sampai di negara tercinta, konflik Jalur Gaza tidaklah murni dilihat sebagai konflik sejarah masa silam ataupun konflik politik, melainkan merasuk ke dalam konflik agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, saya lupa tepatnya kapan, ketika dalam suatu interview di saluran TV nasional, si nara sumber sampai berkomentar bahwa lebih tepat bagi Indonesia memberikan bantuan dana kemanusiaan bukan mengirimkan relawan untuk berperang di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri pun mengalami hal yang sama dengan rekan sekerja, ketika kami membahas bantuan kemanusiaan. Tiba-tiba ada yang berkomentar bahwa sebaiknya prinsip kehati-hatian diterapkan dalam memberikan respons terhadap bantuan tersebut, jangan sampai kita terlibat gara-gara SARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SARA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, rupanya apa yang dikomentarkan nara sumber pada saat interview interview atas penyerangan Israel, benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beruntung membeli buku Tryas Kuncoro, sehingga saya bisa memberikan penjelasan kepada rekan-rekan sekerja, walaupun dari raut muka mereka tampaknya tetap enggan menerima penjelasan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana dengan yang tidak, yang walaupun tahu, tetapi karena prinsip egoisme agama, tetap memandang itu sebagai konflik keagamaan ? atau yang tidak pernah paham sejarah Jerusalem ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban siapakah yang memberikan pencerahan itu ? Tentunya itu adalah kewajiban para kuli tinta untuk melengkapi berita mereka dengan “feature” mengenai sejarah Jerusalem, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman atau salah kaprah yang terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-8260577296701702144?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/8260577296701702144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=8260577296701702144&amp;isPopup=true' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/8260577296701702144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/8260577296701702144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2009/01/ketika-israel-dan-palestina-berperang.html' title='Ketika Israel dan Palestina Berperang'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-6086104287348488547</id><published>2008-12-26T23:50:00.002+07:00</published><updated>2008-12-26T23:56:40.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Indah Pada Waktunya</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rasanya akhir-akhir ini tema khotbah di gereja maupun di misa penerimaan rapor di sekolah anak tercinta, bahkan hingga saat ceramah psikologi mengenai peneguhan kepada anak agar tidak terjerumus ke dalam kehidupan sex bebas dan narkoba, mengambil tema “Indah Pada Waktunya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya-tanya, apakah ini ada hubungannya dengan kondisi ekonomi yang terjadi akhir-akhir ini ? untuk mengajarkan kita agar dapat menerima ? agar lebih lapang dada ? Atau semakin “keringnya” hubungan antar manusia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ya atau mungkin juga tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ketika saat “indah pada waktunya” terjadi dalam kehidupan kita, momen itu tidak dapat ditangkap dengan “kasat mata”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali pula kita tak mampu menunggu saat “indah pada waktunya” datang dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Indah Pada Waktunya” seringkali Indah bagi Tuhan tetapi tidak Indah bagi kita, manusia. Tepat pada waktu Tuhan tetapi tidak tepat bagi kita, manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia, seringkali peristiwa “indah pada waktunya” baru terasa Indah ketika saya berada dalam kesendirian saya, ketika saya melihat kembali kehidupan saya dalam warna hitam-putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itulah, saya seringkali berandai-andai, jika Tuhan memberikan saat itu lebih cepat, mungkin saya tidak akan menjadi seperti sekarang ini atau mungkin saya menjadi sombong dan merasa bahwa semua dapat terlaksana bukan tanpa bantuan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa kalikah saat “Indah pada Waktunya” ada dalam kehidupan saya ? Saya tak mampu menghitungnya, bukan karena terlalu sedikit tapi terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi di televisi, ada pertanyaan, hadiah apakah yang paling indah yang pernah diterima kita ? Saya pun berusaha mengingat-ingat hadiah terindah apakah yang pernah saya terima dalam kehidupan saya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya menerima banyak sekali hadiah yang indah pada waktunya. Bukan karena saya sabar meminta, bukan karena saya sabar mencintai Tuhan. Bukan, bukan karena itu semua. Saya tidak pernah sabar ketika meminta, saya seringkali tinggi hati untuk meminta kepada Tuhan. Mencintai Tuhan ? Wah seingat saya cinta saya kepada-Nya mudah sekali berubah bentuk menjadi benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang lebih tepat, menurut saya, karena Tuhan mencintai saya. Ia memberi saya nafas kehidupan tepat pada waktunya, untuk belajar menimbang cinta dan benci, untuk belajar menimbang rasa syukur dan rasa tak berguna, untuk belajar memaafkan dan belajar mencintai, untuk belajar bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan lyric lagu ini :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="WIDTH: 300px"&gt;&lt;object height="110" width="300"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/vGMY-hzttO/aus=false/"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/vGMY-hzttO/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="110" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div style="PADDING-RIGHT: 1px; PADDING-LEFT: 1px; PADDING-BOTTOM: 1px; PADDING-TOP: 1px; BACKGROUND-COLOR: #e6e6e6"&gt;&lt;div style="PADDING-RIGHT: 4px; PADDING-LEFT: 0px; FLOAT: left; PADDING-BOTTOM: 0px; PADDING-TOP: 4px"&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;form style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px" action="http://www.imeem.com/embedsearch/" method="post"&gt;&lt;input name="EmbedSearchBox"&gt;&lt;input style="FONT-SIZE: 12px" type="submit" value="Search"&gt; &lt;div style="PADDING-TOP: 3px"&gt;&lt;a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=0&amp;amp;ek=vGMY-hzttO"&gt;&lt;img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=1&amp;amp;ek=vGMY-hzttO"&gt;&lt;img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=2&amp;amp;ek=vGMY-hzttO"&gt;&lt;img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ads.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=3&amp;amp;ek=vGMY-hzttO"&gt;&lt;img src="http://ads.imeem.com/ads/bannerad/155/10/vGMY-hzttO/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/charlielie/music/BfWTyRAU/delon_dan_superkids_dia_mengerti_dia_peduli_ch4r_l1eyahoo/"&gt;http://www.imeem.com/charlielie/music/BfWTyRAU/delon_dan_superkids_dia_mengerti_dia_peduli_ch4r_l1eyahoo/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-6086104287348488547?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/6086104287348488547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=6086104287348488547&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6086104287348488547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6086104287348488547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/12/indah-pada-waktunya.html' title='Indah Pada Waktunya'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-488148580933129915</id><published>2008-12-24T08:37:00.001+07:00</published><updated>2008-12-24T08:39:52.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ucapan'/><title type='text'>Cinta Yang Tak Bertepi ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tepat hari Ibu yang lalu, saya mendapatkan ciuman selamat Hari Ibu dari kedua putri saya dan selembar kartu ucapan buatan si kecil yang diselipkan ke dalam tas kerja saya. Si kecil memang selalu penuh kejutan dan romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan itu yang membuat saya merenung, melainkan sebuah pesan pendek yang dilayangkan partner kerjasama saya saat kami bekerjasama mengerjakan program “Terima Kasih Bunda”, isinya Ass.Wr.Wb. “Kasih Sayang Ibu tak kan berbayar oleh semua bakti dan taat kita.” Selamat Hari Ibu, Semoga Allah SWT Melimpahkan Rahmat dan Senantiasa Memuliakan Ibu. Wassalam Wr.Wb. (Dewi – Baznas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menerima pesan pendek itu, rasanya saya menjadi “kecil” sekali. Rasanya saya belum pantas menerima ucapan dan doa seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ketika rasa lelah datang, rasanya ada suara dalam diri saya yang berkata, “aduh enak juga ya dulu ketika belum menikah, bisa pergi kemana saja, mau ke ujung dunia pun tidak ada yang menghalangi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ketika rasa putus asa datang, si pembisik datang lagi dengan pesan yang berbeda, “aduh, kenapa ya saya menolak kesempatan itu, kalau tidak tentu saya tidak berkecimpung di dunia yang ini-ini juga.” Atau “kalau bukan saya harus mendahulukan si dua bidadari kecil itu, tentu saya bisa sekolah di sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat pengandaian yang bernyanyi ketika rasa lelah, rasa putus asa menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat pengandaian yang jika dibandingkan dengan doa rekan saya tadi terasa sebagai batu penghalang untuk menerima rahmat yang diberikan kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan seorang Ibu yang saya temui kemarin ketika penyerahan bantuan untuk Pembangunan Rumah Pemberdayaan Perempuan, ketika dia berjuang sendiri tanpa lelah untuk mengantarkan anak-anaknya menjadi sarjana dan berhasil dalam kehidupannya, ketika dia berjuang sendiri untuk menghapuskan “Cap Perempuan Indramayu bagi para wanita di kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya kalimat tersebut lebih tepat ditujukan kepadanya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ?&lt;br /&gt;Rasanya pelukan dan ciuman Selamat Hari Ibu dari kedua bidadari kecil saya di Hari Ibu itu lebih tepat bagi saya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelukan dan Ciuman yang membawa semangat dalam menyelesaikan tugas terakhir di tahun 2008 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-488148580933129915?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/488148580933129915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=488148580933129915&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/488148580933129915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/488148580933129915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/12/cinta-yang-tak-bertepi.html' title='Cinta Yang Tak Bertepi ...'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-7128615101532636424</id><published>2008-12-21T20:01:00.000+07:00</published><updated>2008-12-21T20:02:31.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kantor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Ketika Keberuntungan Datang ....</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya hanya bisa tergugu ketika salah seorang dari tim saya membisikkan ke telinga saya bahwa salah satu dari pemenang yang mendapatkan hadiah jalan-jalan ke luar negeri berprofesi sebagai tukang sayur dan sekaligus pembuat tempe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan profesinya yang membuat saya terdiam, tetapi fakta lainnya bahwa dia belum pernah bepergian ke luar negeri bahkan belum pernah naik pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat ketika saya sedang membuat kriteria penarikan undian, salah seorang rekan menyarankan untuk berkonsentrasi kepada mereka yang memiliki nomor undian terbanyak, supaya tidak ada hal-hal yang tak terduga. Ketika itu saya menolak mentah-mentah ide tersebut, bagi saya yang namanya undian ya harus bersifat acak dan tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang tak terduga inilah yang kemudian membuat saya harus membuat penawaran baru tanpa terkesan seperti merendahkan keberadaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya dunia seperti berhenti berputar ketika saya menawarkan Bali sebagai kota pengganti jalan-jalan ke salah satu negara yang bahasa dan mata uangnya saja bisa membuat orang yang mampu berbahasa Inggris menjadi bisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kearifannya sajalah yang mampu membuat dunia di sekeliling saya berputar kembali, ketika ia menyatakan setuju dengan pilihan pengganti yang saya tawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau bisa ditukar dengan Bali, saya senang sekali. Lebih pas bagi saya jalan-jalan ke Bali,” katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kearifannya bahwa keberuntungannya adalah bisa bertemu dengan si pemilik program, menawarkan acara yang hendak dirintisnya di kampung halamannya. Kearifannya bahwa uang yang harus dikeluarkannya untuk pembuatan paspor tidak sebanding dengan uang saku yang dapat dipergunakan untuk keperluan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kearifannya bahwa kadang keberuntungan datang tidak pada orang yang tepat, tetapi kegembiraan bahwa ia beruntung adalah sesuatu yang tidak ternilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu saya mendapat pengalaman baru, bahwa harga keberuntungan tidak sama bagi setiap orang. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-7128615101532636424?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/7128615101532636424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=7128615101532636424&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/7128615101532636424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/7128615101532636424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/12/ketika-keberuntungan-datang.html' title='Ketika Keberuntungan Datang ....'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-710352728243006700</id><published>2008-12-15T05:36:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T05:39:46.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan'/><title type='text'>Martabak Angin</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bagi mereka yang pernah pulang ke Jakarta melewati jalan darat, tepatnya jalur utara, pasti pernah mendengar daerah yang bernama Jatibarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang istimewa dari daerah itu, apalagi kalau kita melintasi daerah itu pada pagi/siang hari, benar-benar gersang dan nyaris nama daerahnya saja pun tidak terbaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri pun, yang sudah berkali-kali melintasi dari daerah itu, baik pagi maupun malam, tidak sekalipun melihat istimewanya daerah itu, hingga hari Jumat malam minggu lalu, ketika tiba-tiba adik ipar saya bercerita kalau di daerah tersebut ada tukang Martabak Angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang martabak angin tersebut sangat istimewa karena dia tidak pernah berhenti membuat martabak, seperti halnya tukang martabak yang kerap kita temui di Jakarta. Martabak buatannya selalu laris, tidak ada kata Martabak Nganggur digerobaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih istimewanya martabak angin itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya selain harganya yang murah, hanya Rp 3.000,- saja, isinya pun juga sederhana, hanya daun bawang, disamping telur tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kenapa disebut martabak angin ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe, ya itu tadi, karena begitu martabak tersebut selesai dibuat, secepat angin pula martabak tersebut berpindah-tangan dari si pembuat ke si pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, si tukang martabak tersebut mempunyai daya ingat yang luar biasa, adik ipar saya saja yang sudah 1 bulan tidak mampir, ketika ia mampir lagi membeli martabak angin tersebut ditegur oleh si penjual martabak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, “Wah tumben sudah lama tidak mampir. Nggak pulang ke Jakarta ya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar service yang luar biasa, cepat, murah dan mampu mengingat pelanggannya yang hanya datang membeli 1 minggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, siapa yang memberi nama Martabak Angin ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata adik ipar saya, habis apa lagi dong namanya ? Dia sih nggak tahu kalau gue julukin si abang martabak angin. Habis memang kayak angin kan ? Wes .. Wes …. Nggak pernah nunggu deh martabaknya, selesai dibikin sudah ada yang ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kangen nih sama si Martabak Angin….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu tempatnya, cari saja Tukang Martabak yang mangkalnya di sebelah Toko Alfamart, pastinya ya hanya dia. Tidak ada tukang martabak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-710352728243006700?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/710352728243006700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=710352728243006700&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/710352728243006700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/710352728243006700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/12/martabak-angin.html' title='Martabak Angin'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-3549932923637666342</id><published>2008-12-01T06:46:00.002+07:00</published><updated>2008-12-01T06:50:52.542+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teror'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Berbeda itu Indah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ada yang menarik di Koran Tempo terbitan hari ini, tepatnya di halaman A19, di kolom kecil sebelah kanan, dengan judul “Pada Mulanya Kata”.&lt;br /&gt;Sebuah renungan kecil tentang perbedaan yang seharusnya menjadi perekat seluruh umat manusia di muka bumi namun karena “ego” manusia justru menjadi petaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, bagi saya, seperti yang saya ulas di blog bahasa Inggris saya, Lalita, agama yang seharusnya menjadi perekat seluruh umat manusia, karena “ego” manusia kemudian menjadi alat pembenaran terhadap kekuasaan, terhadap terror, terhadap pembunuhan umat yang dianggap bertentangan dengan ideologi ataupun idealisme yang dianut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa “ego manusia”, contoh kecil saja, Yoga dilarang di Malaysia karena mengajarkan atau mengandung unsur penyembahan terhadap “Tuhan” agama lain. Atau, Vatican baru saja memaafkan personil Beatles atas pernyataan mereka berpuluh tahun lampau bahwa mereka lebih popular dari Yesus. Atau soal kartun Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saya belajar Yoga, kebetulan pula saya mempunyai pemahaman yang cukup tentang agama saya, dan hingga saat ini saya tidak melihat Yoga mengajarkan penyembahan terhadap Tuhan “agama” lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beatles lebih popular dari Yesus ? Sah-sah saja mereka mengklaim diri mereka lebih popular dari Yesus. Apakah dengan demikian agama Kristen/Katolik menjadi berkurang popularitasnya ? Apakah dengan demikian, saya, yang beragama Katolik, kemudian menyembah Beatles. Jawabannya, tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak pernah popular, karena jauh sebelum popularitas itu terbentuk, Tuhan sudah menjadi bagian dari diri kita sendiri. Tuhan sudah berwujud dalam pergaulan kita dengan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kartun ? Wah, saya sering menemukan kartun tentang Yesus maupun Nabi-nabinya yang diplesetkan. Reaksi saya, ya tertawa. Apakah kemudian itu berarti saya tidak menghormati Yesus dan Nabi-nabinya ? Jawabannya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang lebih nista, tertawa atas kartun yang lucu atau korupsi sambil menghujat si kartunis ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang dunia semakin tua, sehingga pemahaman tentang Tuhan dan ajarannya menjadi semakin jauh dari ketika “agama” tersebut diciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan kembali “pada mulanya kata” yang saya kutip dari Koran Tempo, 30 November 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffccff;"&gt;&lt;em&gt;Kahlil Gibran&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintaimu ketika kamu bersujud di masjid, bersembahyang di pura, berdoa di dalam gereja, karena kamu dan aku anak-anak dari satu agama, dan itu adalah spirit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Richard Burton&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Semakin dalam aku mempelajari agama, semakin aku yakin bahwa manusia tak pernah menyembah apapun selain dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Arthur C. Clarke&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Aku tak percaya pada Tuhan tapi aku tertarik padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dalai Lama&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah agama sederhanaku. Tak membutuhkan pura, tak membutuhkan filosofi yang rumit. Otak kita, hati kita, adalah pura kita; filosofinya adalah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Isaac Bashevis Singer&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Keraguan bagian dari semua agama. Semua pemikir agama adalah para penyangsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;H.L. Mencken&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Kita harus menghormati pemeluk agama lain, namun hanya dalam kaitan dan kepentingan bahwa kita menghormati teorinya bahwa istri mereka cantik dan anak mereka cerdas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-3549932923637666342?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/3549932923637666342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=3549932923637666342&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3549932923637666342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3549932923637666342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/12/berbeda-itu-indah.html' title='Berbeda itu Indah'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-5745252398460851586</id><published>2008-10-09T05:28:00.000+07:00</published><updated>2008-10-09T05:31:29.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Pilihan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika team dokter menyampaikan kepada saya bahwa harapan hidup Oom saya hanya sekitar 10 – 20 %, saya hanya bisa terdiam, berusaha mencerna setiap arti yang tak tersirat dibalik istilah-istilah kedokteran yang berseliweran di pendengaran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak saya tidak mampu mencerna, hanya bisa melihat dengan pandangan kosong ke arah beliau yang tergeletak tak berdaya, dengan selang-selang berseliweran di sekujurnya dan satu mesin penyambung nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang pertanyaan dokter, apakah akan diteruskan hingga maksimal, atau secara natural dibiarkan berjalan sendiri ke surga. Terbayang bahasa yang harus dipergunakan agar istri tercintanya bisa mencerna pelan-pelan dan mampu memberikan keputusan yang terbaik bagi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang keponakan, saya hanya bisa menyampaikan bahwa istri tercintanya lah yang lebih berhak. Dan vonis itu pun dialihkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante saya hanya bisa terpaku, tergugu dalam diam, ketika vonis tersebut disampaikan kepadanya, sebelum kalimat-kalimat penolakannya terlontar, menyalahartikan setiap kata yang disampaikan oleh team dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan untuk memilih, berharap atas kesempatan yang 10 – 20 % itu atau menyerahkannya kepada kebesaran Tuhan untuk mengambil-alih semuanya. Pilihan yang sama beratnya, pilihan yang bisa disalahartikan oleh semua orang namun hanya bisa dimengerti oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, lima menit terasa berjam-jam ketika kami menunggu ia mengeluarkan keputusannya. Hanya 1 kalimatnya, “Dalam agama saya, saya tidak diperkenankan untuk berhenti berusaha, akan saya pertaruhkan semuanya untuk yang 10 % itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan yang terasa dingin dan tak bernyawa, semakin terasa dingin dan hampa. Pilihan telah diambil dan semua hanya bisa menarik nafas panjang, berharap semuanya tidak akan berlangsung berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan keluarga suami saya pernah dihadapkan pada pilihan seperti itu. Masih segar dalam ingatan saya betapa kami semua hanya bisa menangis dan memohon maaf kepada ayah mertua bahwa jalan itulah yang harus kami tempuh. Tangisan yang dikuatkan dalam asma Allah untuk melapangkan dada yang terasa berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan yang terasa berat tetapi terasa ringan ketika akhirnya perjalanan orang yang kami kasihi berakhir dengan ringan dan tanpa rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan pilihan-pilihan itu, tidak ada yang salah. Namun kami semua belajar bahwa ketika pilihan tersebut datang, mata batin harus mampu mengalahkan semuanya dan diarahkan kepada kerahiman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari tak ada hari yang tidak dilalui dengan pembelajaran, dan kemarin saya belajar bahwa ketika tubuh menolak, ketika jiwa harus berangkat meninggalkan dunia ini, saat itulah pilihan terakhir diberikan kepada kita semua, mengamininya dengan kebesaran hati atas kemurahan Tuhan atau mempertanyakan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang harus dilalui dengan pilihan, tanpa henti, hanya berhenti ketika nadi berhenti berdenyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, saya kehilangan ketiga orang yang saya cintai berturut-turut, ayah mertua saya, ayah saya, dan terakhir kakak tercinta ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa memaknainya dengan mata batin saya, betapa Tuhan sangat mencintai saya dengan memberikan saya pembelajaran tentang Kehidupan dan Kematian, tentang Kebesaran Hati, tentang Kepasrahan, tentang Cinta. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-5745252398460851586?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/5745252398460851586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=5745252398460851586&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5745252398460851586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5745252398460851586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/10/pilihan.html' title='Pilihan'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-2577318942661514402</id><published>2008-10-05T20:32:00.002+07:00</published><updated>2008-10-05T20:36:07.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>Ketika Cinta Berbicara</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;Tante dan Oom saya sudah menikah selama 54 tahun, tanpa memiliki anak. Entah kenapa mereka pun sepakat untuk tidak mengangkat anak. Saya tidak pernah bertanya dan juga tidak pernah mempertanyakan keputusan mereka. Bagi saya, itu adalah jalan yang mereka sudah tetapkan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" face="arial" class="MsoNormal"&gt;Hingga tibalah hari ini, ketika Tante saya bercerita mengenai perjalanan kehidupan pernikahannya di depan adik iparnya, adiknya dan saya, si keponakannya yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya datang ke rumah mereka di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; jika ada tugas kantor.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" face="arial" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" face="arial" class="MsoNormal"&gt;Menyaksikan suami tercintanya, belahan jiwanya terbaring lemah tak berdaya, dengan bantuan mesin, serta kenyataan bahwa harapan hidupnya hanya sekitar 10 – 20 %, tiba-tiba keluarlah kenyataan yang dipendamnya selama 54 tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Betapa selama kehidupannya yang 54 tahun itu, dia harus mengalah, memendam perasaan karena suami tercintanya tidak pernah mendengarkan apa yang dikatakannya, betapa suami tercintanya lebih mempercayai pendapat teman-teman tenisnya. Betapa selama itu dia diam dan sakit hati.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Tapi dia tetap bertahan karena dia sadar, dalam pernikahan tidak bisa dua-duanya menang, salah satu harus mengalah, ada yang harus berjalan di depan dan dia memilih untuk berjalan di belakang. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Menurutnya, dia telah berjanji di hadapan Tuhan, bahwa dia akan menjalani kehidupan pernikahan ini dalam susah dan senang, jadi kekurangan suami tercintanya menurut dia adalah bagian dari “kesusahan” yang harus ditanggungnya dalam pernikahan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Kemudian mengalirlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari mulutnya betapa suami tercintanya mempunyai banyak kelebihan, sehingga jika ditimbang kelebihannya tetap lebih berat dari kekurangannya. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Sambil tersenyum, dia bercerita mengenai masa-masa perkenalannya dengan suami tercinta, jaman ketika mereka mulai berkenalan, bagaimana suami tercintanya menyusulnya meninggalkan kuliahnya di Unair. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Senyum yang dengan pasrah mengatakan, “saya ingin dia bisa bicara dengan saya, sebelum dia pergi, sebentar saja, biar saya lega”.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Senyum dan mata yang bercerita tentang cinta yang luar biasa dalamnya, cinta yang penuh dengan rasa maaf, cinta yang penuh dengan pengertian, cinta yang tak tergantikan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Pendapatnya mungkin terasa aneh di jaman modern ini, yang menjunjung tinggi persamaan harkat wanita dan pria, tetapi mungkin memang begitulah Tuhan menciptakan pria dan wanita dimana wanita adalah tulang rusuk pria.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Kesetaraan bukan berarti merendahkan martabat wanita melainkan harus menjadikan wanita itu bermartabat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Dalam pernikahan ? Saya masih bertanya dan belum menemukan jawabannya. Mungkin nanti lewat perenungan berikutnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Saat ini saya hanya terpana melihat cinta yang luar biasa dan pengorbanan yang begitu dalam …&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-2577318942661514402?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/2577318942661514402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=2577318942661514402&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2577318942661514402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2577318942661514402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/10/ketika-ciinta-berbicara.html' title='Ketika Cinta Berbicara'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-1644542282146446753</id><published>2008-10-04T05:18:00.002+07:00</published><updated>2008-10-04T05:23:12.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Salam Tempel dan Anak-Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lebaran di mata orang dewasa tidak pernah semeriah Lebaran di mata anak-anak. Bagi mereka, lebaran itu identik dengan baju baru, kue-kue kering kesukaan mereka, makanan yang berlimpah dan tentu saja si “salam tempel”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk urusan salam tempel ini, Lebaran kali ini ada sesuatu yang menarik untuk disimak, karena peristiwa ini terjadi di depan mata saya sendiri, peristiwa celoteh anak-anak saya dan sepupu-sepupu mereka a.k.a keponakan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, sebelum melakukan ritual salam tempel, para ibu saling bertukar informasi mengenai besarnya uang yang akan dibagikan. Biasanya kelompok tersebut terbagi dua, kelompok sosialis dan non-sosialis. Kelompok sosialis menganut asas pemerataan, sedangkan kelompok non sosialis, tentu saja kebalikannya, pembagian uang dilihat dari tingkatan pendidikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk tahun ini, karena situasi ekonomi yang kurang mendukung, kami pun sepakat harus menurunkan nilai salam tempel. Maksud hati sih untuk mengajarkan mereka bahwa adakalanya prihatin itu perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ketika acara salam tempel berlangsung, mereka pun seperti biasa bersorak-sorak, ternyata yang namanya anak-anak dimanapun tetap sama, selalu saja ada hal yang tak terduga yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;Adegan I, saat salam tempel :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, koq aku dapat yang sama dengan yang SMP, aku kan sudah bukan anak kecil lagi Oom, aku kan sudah SMA. Tambahin lagi dong Oom.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, koq Bagus yang belum bisa dapat jalan dapatnya nggak beda jauh sama aku ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku kan belum kerja, masih kuliah, koq kali ini aku nggak dapet sih ? Nggak mau ah, aku juga harus dapat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;Adegan II, sesudah salam tempel terjadi, ketika para pedagang kecil itu menghitung uang hasil perolehan mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, tahun lalu kita bisa dapat sampai 300 ribuan, koq tahun ini 100 ribu saja tidak sampai sih ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang belum datang ya ? Tapi kalau Tante A dan Oom B datang pun, jumlahnya tidak akan sampai sebesar tahun lalu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, rupanya si Oom C belum ngasih, padahal tahun lalu kita semua kebagian dari Oom C”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau beli apaan dong ? Main ke Time Zone saja tidak cukup uangnya.” Terus yang satu menimpali “Apalagi buat beli Tamiya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memangnya tahun ini ada apa sih sampai mereka nggak bisa ngasih salam tempelnya banyak ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;Adegan terakhir, saat kita semua pergi berjalan-jalan, dan para orang tua menginstruksikan mereka untuk menggunakan uang hasil salam tempel, jawaban mereka, “ah, uangnya tidak sebanyak dulu, tidak cukup untuk dipakai main atau beli barang. Kita semua minta dibayarin aja deh.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu benar-tidaknya, tetapi ketika saya sedang berdua dengan si kecil, rupanya kejadian salam tempel tahun ini berbekas dalam dirinya. Katanya,”koq lucu ya Bunda, setiap tahun jumlah uang salam tempel ku naik, kenapa tahun ini turun ya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika saya menjelaskan mengenai situasi ekonomi yang terjadi tahun ini, seperti biasa dia hanya diam dan memainkan rambutnya. Saya pikir dia sedang mencerna, tetapi ternyata caranya mencerna, cara khas anak-anak, “Tapi kita tetap nonton film Laskar Pelangi ya ? dan hadiah ulang tahun ku juga ada kan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa terdiam, sambil membatin, dasar anak-anak jaman sekarang, salam tempel yang cuma tradisi koq dijadikan perhitungan seperti jual-beli barang. Tahun lalu untung X rupiah, tahun ini rugi karena pendapatannya hanya Y rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teringat salah satu pertanyaan di Dunia Plurk, “Apakah salam tempel itu mengajarkan anak-anak mengenal dunia KKN ?” dan ada yang menjawab “Yang pasti mengajarkan anak-anak menjadi peminta-minta, seperti saya ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya harus mengkaji lebih dalam aspirasi anak-anak saat mereka mendapatkan salam tempel, siapa tahu saya bisa memberikan masukan kepada Kak Seto bahwa pendapat yang mengatakan betapa pun jumlah uang yang diberikan pada saat salam tempel di hari Lebaran, anak-anak tetap akan menerimanya dengan senang hati, sudah tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak …dimana saja selalu ada hal-hal yang tak terduga …&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-1644542282146446753?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/1644542282146446753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=1644542282146446753&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1644542282146446753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1644542282146446753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/10/salam-tempel-dan-anak-anak.html' title='Salam Tempel dan Anak-Anak'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-3257746758358087785</id><published>2008-10-01T23:15:00.001+07:00</published><updated>2008-10-01T23:17:29.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Catatan Kecil Lebaran</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lebaran tahun ini merupakan lebaran pertama bagi keluarga suami saya tanpa kehadiran kedua orang tuanya, setelah almarhum ayah mertua saya meninggalkan anak-anaknya,  para menantu dan cucu-cucunya,  6 (enam) bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam bulan yang lalu, tepat di hari kedelapan setelah beliau berpulang, keluarga suami saya segera mengadakan rapat keluarga, untuk memutuskan peringatan hari ke-40, ke-100 dan yang terpenting tradisi keluarga ketika memasuki ramadhan dan lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, berdasarkan rapat keluarga, disepakatilah bahwa setiap hari raya Lebaran maupun hari terakhir menjelang ramadhan, maka kami semua akan berkumpul di rumah induk, rumah milik almarhum mertua saya, mengingat rumah kami-kami tidaklah sebesar rumah almarhum mertua (maklum, kami semua masuk dalam kategori keluarga kecil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan yang sangat tepat, mengingat setiap acara yang selalu melibatkan para kakak-beradik, selalu saja ada yang tertinggal atau lupa dikerjakan. Apalagi jika peristiwa itu peristiwa akbar seperti lebaran, selalu saja tidak pernah sempurna. Sehingga, jika peristiwa akbar itu dilakukan di rumah induk, setidaknya kami semua bisa memperkecil tingkat ketidaksempurnaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bermula ketika para adik ipar saya belum menikah, lebaran dilewati dengan aman-tentram, maklum yang merayakan masih dalam jangkauan. Tetapi, ketika kakak-beradik tersebut sudah menikah semua dan generasi penerus mulai bermunculan, mulailah ketidaksempurnaan saat Lebaran terjadi. Bagaimana akan sempurna, total jumlah anak-menantu dan cucu sekitar 38 orang, kalau ditambah mertua menjadi 40 orang, dan itu  belum termasuk tamu yang datang, maklum mertua kami termasuk dalam kategori kerabat yang dituakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ketika tiba-tiba kami sadar bahwa setiap lebaran, jumlah piring dan gelas yang harus dicuci tidak selesai-selesai, sehingga kami harus meminta bantuan pembantu infal untuk membersihkan piring dan gelas yang berpuluh-puluh. Keputusan untuk menggunakan piring dan sendok plastik pun diambil di saat baju Lebaran berganti dengan daster dan celana pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran berikutnya, ketika urusan piring dan sendok makan selesai, tiba-tiba kami semua tersadar, ada yang terlupa dipikirkan, yaitu jumlah gelas yang dari tahun lalu sudah menempati urutan yang sama dengan piring dan sendok. Dan seperti lebaran sebelumnya, kesepakatan pun dilakukan pada saat kostum lebaran berganti menjadi kostum rumah, yaitu Lebaran berikutnya gelas sudah harus berganti dengan gelas aqua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masalah lebaran yang terjadi selama 2 (dua) tahun berturut-turut terselesaikan, masalah berikutnya adalah urusan “salam tempel” bagi para keponakan. Setiap kali pembagian THR dimulai, selalu saja ada huru-hara, maklum para tante dan oom kalau membagi tidak pernah bergiliran, selalu serentak. Jadi bisa dibayangkan bukan, hukum anak kecil lebih pintar dari orang tua kerap terjadi pada saat THR. Kalimat seperti, “Lho kamu kan tadi sudah”, “Kamu tadi kemana waktu tante bagi THR”, “Kamu memang sudah kelas berapa sekarang”, bukanlah sesuatu yang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dicarikanlah jalan keluar bahwa untuk urusan pembagian THR akan dilakukan secara bergantian. Sebelum pembagian THR dilakukan para orang tua akan menghitung jumlah keponakan berdasarkan tingkatan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari keputusan tersebut, maka pemandangan sejumlah orang dewasa berkumpul dengan uang seribuan, lima ribuan, sambil berhitung dan menyebut nama, di kamar almarhum mertua, bukanlah pemandangan yang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada masalah yang tidak terselesaikan bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya ketika Lebaran dua tahun yang lalu, entah kenapa opor ayam sepanci mendadak basi. Bisa dibayangkan bagaimana paniknya kami semua. Bukan apa-apa, soalnya tanpa opor ayam, lauk yang tersisa menjadi tidak sebanding dengan tamu yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ilham darimana, akhirnya kami memutuskan untuk menggoreng opor tersebut, sehingga judulnya berubah dari Opor Ayam menjadi Ayam Opor Goreng dan kami semua terselematkan dari rasa malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan dari Lebaran tahun ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kami lupa menyewa pembantu infal untuk membersihkan rumah. Maklum jumlah anak-anak jauh lebih besar dari para orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata untuk pertamakalinya, kami menghindar bercerita tentang kebiasaan almarhum ayah mertua kami, seperti yang kerap kami lakukan ketika rasa rindu kami datang menyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata rasa rindu kami kepada mereka tak juga selesai ….&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-3257746758358087785?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/3257746758358087785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=3257746758358087785&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3257746758358087785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3257746758358087785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/10/catatan-kecil-lebaran.html' title='Catatan Kecil Lebaran'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-6376409762690822517</id><published>2008-09-28T22:07:00.003+07:00</published><updated>2008-09-28T22:13:00.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Harga Sebuah Dunia Tanpa Batas</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tadi ketika saya sedang menunggu kasir toko buku Gramedia mencatatkan buku-buku yang dibeli oleh saya dan kedua putri saya, tiba-tiba mata saya terpaku melihat harga buku komik yang tertera di mesin kasir, Rp 13.800,-. Entah kenapa baru kali ini saya tersadar untuk memperhatikan harga sebuah buku komik jepang, hitam-putih, dicetak di atas kertas koran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pikiran saya kemudian melayang ke beberapa tahun yang silam, tepatnya puluhan tahun yang silam, ketika harga sebuah komik Nina terbitan Gramedia hanya sebesar Rp 3.000,-, berwarna dan kertasnya pun bukan kertas koran – serupa dengan kertas komik Conan yang berwarna. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dibandingkan dengan komik Nina, komik jaman sekarang dengan ukuran yang jauh lebih kecil, tentunya terasa sangat mahal, apalagi dengan kondisi perekonomian dunia akhir-akhir ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya jadi teringat slogan bangsa ini, entah dimana, saya lupa kapan, tapi kurang lebih adalah ajakan untuk membaca, karena dengan membaca bangsa ini akan menjadi cerdas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Slogan yang malam ini membuat hati saya jadi miris, karena tiba-tiba di Toko Buku Gramedia yang megah ini, sekelompok anak melintas di depan saya, bersandal jepit, pulang dengan tangan kosong. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika saya membaca slogan tersebut beberapa waktu lalu, saya berpikir bahwa akhirnya para pemimpin sadar, membaca adalah kebiasaan yang harus ditularkan. Tetapi kini, saya berpikir lagi, jangan-jangan slogan tersebut hanyalah sekedar slogan, indah untuk dipublikasikan tetapi rentan untuk dilaksanakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dulu, ketika saya masih berstatus mahasiswa dan menjadi karyawan magang, saya mendapat tugas untuk meliput anak-anak yang sering membaca di toko buku Gn. Agung ataupun toko buku Gramedia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Masih jelas dalam ingatan saya, ketika saya berbincang dengan mereka, ketika saya memperhatikan mereka dari kejauhan, alasan klasik yang tak lekang oleh jaman yang diutarakan oleh mereka, “uang kami tidak cukup, ada tugas dari sekolah, jadi kami mampir ke toko buku untuk membaca”, “kadang-kadang kami diusir sama penjaga toko buku”, “saya kepingin baca buku komik tapi uangnya nggak ada”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Versus si penjaga toko buku, “kadang-kadang saya biarkan saja, habis kasihan mereka tidak punya uang.” Atau “kami memang membicarkan mereka membaca di tempat, asalkan mereka tidak merusak buku”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ironis bukan ? Puluhan tahun sesudahnya, ketika saya sudah bukan lagi jadi pekerja magang, ketika saya sekarang sudah menjadi Ibu dari kedua putri saya, pemandangan yang sama pun terulang kembali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagaimana bangsa ini mau maju jika perpustakaan saja nyaris tidak ada, jika harga buku lebih mahal dari harga makan siang di warung tegal. Bagaimana bangsa ini mau maju, jika mereka yang menduduki singgasana kekuasaan menutup pintu dan jendela imajinasi tanpa batas yang dimiliki oleh anak-anak, si penerus generasi bangsa ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya tidak ingin membandingkan, tetapi saya kerap bertanya, kenapa harga buku di Philipina dan India lebih murah dari harga buku di negara tercinta ini. Harga kertas ? Besarnya pajak ? bukankah kedua komponen ini ada dalam genggaman kita sendiri ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pertanyaan yang mempunyai seribu satu alasan untuk membenarkan kenyataan pahit ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dan saya pun hanya bisa berkata kepada kedua putri tercinta saya, “kalian beruntung, Bunda masih bisa membelikan kalian buku-buku ini.”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-6376409762690822517?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/6376409762690822517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=6376409762690822517&amp;isPopup=true' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6376409762690822517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6376409762690822517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/harga-sebuah-dunia-tanpa-batas.html' title='Harga Sebuah Dunia Tanpa Batas'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-9137568065496747105</id><published>2008-09-27T10:01:00.000+07:00</published><updated>2008-09-27T10:02:37.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='binatang'/><title type='text'>Si Pembuat Onar - Kakaktua Jambul Kuning</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ini cerita tentang si pembuat onar di rumah kami, Kakaktua Jambul Kuning,&lt;br /&gt;Burung yang semula dilecehkan karena tidak seimut dan selucu almarhum Burung Beo namun setelah perjuangan panjang akhirnya diterima menjadi penghuni rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memberi nama si Kakaktua Jambul Kuning, si “Kakak” atau si “Kakaktua”, soalnya ketika pertama kali kami berkenalan dengannya, ia menamakan dirinya “Kakak” atau sesekali dia memanggil dirinya sendiri “Kakaktua”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal kedatangannya ke rumah kami, Si Kakak sudah membawa kehebohan sendiri, belum apa-apa dia sudah membuat kawah kecil di jok mobil suami tercinta. Sejak saat itu, si Kakaktua tidak diperkenankan naik mobil, kalau bisa dia ditaruh di bawah saja dan tidak boleh naik mobil saya. Soalnya nggak ada asuransi kerusakan mobil akibat Kakaktua kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di rumah, setelah rasa malunya hilang dan mulai merasakan aura kenyamanan, barulah dia mengeluarkan kalimat-kalimat ajaibnya, tanpa menyisakan belah kasihnya kepada si penghuni rumah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya sebelum Kakaktua diberikan kepada kami, tampaknya si Kakaktua dipelihara oleh ABRI, sehingga ketika dia baru menjadi penghuni rumah saya, teriakannya tidak jauh dari “Ampun Bapak, Sakit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya kalau teriakannya ala burung beo, teriakan si Kakaktua bisa terdengar oleh penghuni blok rumah saya dan dia tidak pernah pandang bulu kalau teringat pengalaman indahnya berkumpul bersama si Abri, pernah dia teriak-teriak pagi hari sekitar pukul 05.00 pagi, bayangkan saja, itu kan jamnya tetangga rumah sedang menikmati jalan pagi di taman depan rumah. Lainnya lagi, pukul 02.00 siang, jamnya anak-anak kecil menikmati tidur siang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hebatnya, akibat teriakan si Kakak, anak-anak kecil kemudian menjadikan rumah saya sebagai persinggahan dikala pengasuh mereka kesulitan memberikan makanan kepada anak asuhnya. Maka jadilah rumah saya menjadi rumah favorit anak-anak, berwisata bersama kakaktua sambil makan siang, judul tamasyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah tinggal cukup lama dengan kami, Kakak mengikuti irama rumah kami, teriakannya sudah terpola, dimulai tepat pada pukul 04.30 pagi, jadwal saya membangunkan putri tercinta, yang otomatis akan diikuti oleh Si Kakaktua dengan kalimat khasnya “Kakak bangun” atau “Astra, Astra” dengan suara teriakan orang hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 05.00, ketika tukang cuci mobil saya datang, maka si Kakak akan mengeluarkan tipuan batuknya ala Pak Timin si tukang becak. “Uhuk, uhuk, batuk yang kronis karena sering kena angin malam.” Pertama-tama kami heran, mencari di antara penghuni rumah siapa yang menderita batuk seperti itu, hingga suatu pagi saya mendengan Pak Timin batuk, barulah saya mengerti, siapa panutan Kakaktua pada pukul 05.00 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 05.30, ketika jadwal membangunkan sibungsu tercinta, maka Si Kakaktua mendadak bisa menjadi lirih suaranya “Andari, Andari”. Dan akhirnya ketika saya sedang menikmati waktu pagi hari untuk menulis – kalau malamnya terlalu lelah untuk menulis – maka dia mengelurkan kalimat ampuhnya, teriakan tanpa ampun, yang tidak seorangpun bisa mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak pun punya kebiasaan aneh lainnya, suatu ketika, saat saya sedang menonton acara TV kesukaan saya di ruang keluarga yang menjadi satu dengan halaman belakang yang kecil tempat kami menaruh si kakak, tiba-tiba ada batu kecil mendarat tepat di samping saya. Spontan saya melihat ke atas, karena tepat di halaman belakang tersebut, kami biarkan terbuka. Tapi tidak ada siapa pun di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ada kerikil kedua mendarat, saya pun menoleh ke Kakak, dan tepat pada saat itu, dia sedang menjatuhkan badannya, mengambil kerikil dengan paruhnya serta melemparkannya ke arah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara TV kesayangannya adalah Film di HBO atau acara diskusi seperti Kick Andy, dia bisa diam berjam-jam, sambil menatap lurus ke arah TV. Mungkin dia sedang berpikir, orang-orang itu ngomong apaan sih, atau bagaimana ya dia bisa mengikuti adegan berantem di TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah orang di rumah yang selalu ditatapnya dengan penuh kecurigaan. Pernah suatu saat ketika saya sedang mengecat pot air mancur di halaman belakang, adegan saya dan dia persis seperti adegan film India kalau si artis ketemu tiang. Bukan itu saja, si Kakak kemudian menakuti saya dengan mengambil ancang-ancang hendak terbang, karuan saja cat yang ada dikuas mengenai muka dan baju kaos saya. Si Kakak kemudian terkekeh-kekeh melihat muka dan baju kaos saya yang kena cipratan cat hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih memalukan ketika ada acara sembahyangan di rumah, si Kakak kami taruh di halaman depan, dengan memberikan Marie Regal kesayangannya. Eh .. ketika tiba di bagian berdoa, bukannya diam, dia malah ketawa-ketawa dengan suara nyaringnya. Saya hanya bisa mesam-mesem, habis mau bagaimana, dibuang tidak bisa, disuruh diam malah semakin menjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ketika ayah saya masih ada, rumah terasa sekali ramainya. Sekarang, setelah ayah saya tidak ada lagi, rumah saya menjadi sepi. Tapi untung si Kakak masih ada, kalau tidak pastinya terasa sekali sunyinya rumah saya ketika kedua putri kecil saya sekolah dan saya bekerja…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan wisata ke rumah ? Oh itu masih, anak kecil yang lahir dari angkatan yang berbeda tetap mengidolakan si kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-9137568065496747105?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/9137568065496747105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=9137568065496747105&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/9137568065496747105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/9137568065496747105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/si-pembuat-onar-kakaktua-jambul-kuning.html' title='Si Pembuat Onar - Kakaktua Jambul Kuning'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-6534558395960396331</id><published>2008-09-23T09:10:00.002+07:00</published><updated>2008-09-23T09:22:48.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Ruangan Favorit</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dulu … ketika masih jaman rekiplik, saya selalu berangan-angan mempunyai ruangan ala perpustakaan - dimana saya dapat menaruh buku-buku saya yang tidak pernah rela saya buang walaupun ada yang sudah digigit tikus, tape kecil dan komputer tempat saya menulis – dan halaman yang cukup luas untuk saya melanjutkan kegemaran saya bercocok-tanam yang lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil angan-angan itu saya pelihara dengan baik, sehingga ketika tiba saatnya saya membangun rumah, angan-angan itu saya wujudkan dalam bentuk nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tanah di daerah Jakarta kafir ini a.k.a pinggiran Jakarta a.k.a. Bekasi tidak seluas rumah masa kecil saya, sehingga seperti biasa, kompromi kecil-kecilan pun harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan perpustakaan harus ditaruh di lantai atas, halaman belakang dijadikan halaman kering dan urusan menanam bunga cukup di halaman depan yang ukurannya hanya 10X4 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal rumah ini berdiri, segala khayalan yang diwujudkan itu terasa indah. Tetapi, ketika si bayi perlahan-lahan merangkak remaja dan si bungsu sudah tidak menjadi bayi lagi, khayalan itu menjadi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang perpustakaan tiba-tiba menjadi ruang les, lemari buku harus dibagi dua, karena si sulung koleksi bukunya pun sudah setengah lemari buku saya. Kemudian ada tambahan furniture plastik, berupa box-box plastik yang besar, isinya komik-komik mereka berdua yang isinya tidak pernah berkurang dan ruangan itu menjadi lebih tidak nyaman lagi setelah si Kakaktua menjadi penghuni rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya yang kemudian tinggal bersama saya, tiba-tiba punya ide brilian, menambah meja kecil di ruang tersebut dan di atasnya ditumpuklah semua koran dan majalah-majalah kepunyaan kami semua. Tinggal pilih deh, mau kompas, atau femina, atau her world sampai ke Bocil, Ami, Kriuk apa Kruk ya (lupa mendadak) dan yang terakhir ada tambahan baru Berani dan Sindo, dan perubahan kecil dari Bocil menjadi Bobo, Her World menjadi Go Girl, Femina menjadi Cosmo Girl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan yang diciptakan untuk memberikan ketenangan berubah menjadi Gudang Buku dan Majalah. Disain ruangan pun jadi amburadul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana nasibnya dengan teras dan halaman tercinta ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang satu ini tampaknya masih sejalan, kecuali halaman tempat saya menikmati semilir angin pagi dan sore hari. Bukan apa-apa, masalahnya si pohon belimbing suka menghalangi kamboja jepang dan bunga-bunga kecil lainnya mendapatkan kasih sayang dari sinar matahari. Akibatnya setiap saat saya harus melakukan uji coba tanaman sebelum saya menemukan formula terbaik untuk penanaman tanaman berbunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saya telah menemukan formulanya ? Jawabannya tidak, soalnya bolak-balik mati atau mendadak menjadi kurus, karena si empunya suka angin-anginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah saya menghabiskan 1 hari untuk merenung, ruangan mana yang menjadi ruangan favorit saya, saya menemukan jawabannya, yaitu kamar tidur saya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Alasannya gampang, pulang dari kantor, masuk kamar, mandi (kamar mandi di dalam kamar, jadi tidak ada alasan untuk keluar), nonton tv (di dalam kamar juga), keluar hanya kalau ingin menikmati makan malam, kalau tidak sampai pagi di dalam kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu dan Minggu, apalagi kalau bukan kamar tidur. Bagaimana tidak jadi tempat favorit, bangun pagi, petualangan berkunjung di blog tidak perlu jauh-jauh, cukup dilakukan di meja tulis yang ada di kamar. Atau sedang ingin menikmati film bajakan, pemutar DVD nya juga di kamar. Atau mau baca, tumpukan buku yang belum dibaca juga sudah beralih ke sudut kamar yang jadi tempat penyimpanan buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermain bersama anak-anak dan suami ? Dimana lagi kalau bukan di kamar. Entah kenapa bagi mereka, kamar tidur kami sudah berfungsi menjadi ruang keluarga. Kalau bisa segala permainan mereka lakukan di kamar tidur saya yang tidak seluar kamar “penthouse” hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya adalah ketika si kecil tiba-tiba meminta ayahnya untuk memasukkan meja belajarnya di samping meja tulis saya dan dikabulkan. Alasannya susah kalau harus belajar bareng Kakak, “susah konsentrasi, kakak suka denger musik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merenung dan mendapatkan jawabannya, harus saya akui bahwa dari seluruh ruangan yang ada, memang hanya kamar tidurlah tempat favorit saya, walaupun desainnya sudah berubah menjadi “avant-garde”, karena tiba-tiba ada tempelan “kalendar Bobo” di dinding kiri dan “Miniatur Spiderman” menempel di sisi kanan, mengapit Lukisan Cat Minyak Bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya berharap tidak ada lukisan abstrak warna, seperti yang dilakukan kakaknya ketika bereksperimen dalam warna, tiba-tiba memenuhi sisi lain dari dinding kamar mandi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya berharap suara nyaring saya yang melagukan “Ini kamar Bunda, bukan kamar kalian” tiba-tiba menyadarkan mereka dan kamar saya kembali ke era keemasannya yang kalau dilihat kembali membuat saya ragu bahwa saya pernah memiliki kamar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya berharap suatu saat mereka bisa dengan rela menarik kembali pernyataan mereka bahwa saya telah melakukan pembunuhan terhadap kreatifitas anak-anak ketika saya menyanyikan lagu “Ini kamar Bunda, bukan kamar kalian …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga …. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-6534558395960396331?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/6534558395960396331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=6534558395960396331&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6534558395960396331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/6534558395960396331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/ruangan-favorit.html' title='Ruangan Favorit'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-2484385802744640482</id><published>2008-09-22T05:39:00.001+07:00</published><updated>2008-09-22T05:41:20.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Akhirnya .....</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akhirnya saya bisa …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, akhirnya saya bisa mengeluarkan kalimat ini, “kalau Papa masih hidup …”, kalimat yang tidak pernah bisa saya ucapkan dengan hati tegar, kalimat yang selalu saya hindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tanggal 14 Juli lalu, tiba-tiba ada ruang kosong di hati saya; ruang kosong yang tidak bisa merasakan berbagai macam rasa. Ruang kosong itu ada di sudut hati saya, melihat saya dengan pandangan sekosong ruang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha menghadirkan berbagai rasa, tetapi ruang itu tetap hampa, yang ada hanyalah gambar hitam-putih tanpa suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang itu menjadi berwarna ketika harum bunga mawar, melati dan sedap malam bercampur menjadi satu, membentuk hamparan permadani di atas tanah yang kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hari Sabtu malam lalu, ketika saya bersama suami dan si kecil sedang menikmati berbuka bersama di Pho Restaurant, PIM. Tiba-tiba, entah mendapat ilham dari mana, dia bilang, “Bunda,di dalam tempat HP ku kan ada foto Opa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tiba-tiba terdiam dan kemudian bertanya, “Lho koq kamu simpan foto Opa di tempat HP ? Kan susah nanti masukin HP-nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berceritalah dia ,”Waktu di rumah duka, Kak Kevin (sepupunya) tiba-tiba ngasih foto Opa, karena aku cuma bawa HP, ya aku simpan aja di tempat HP. Nggak tahu tuh kenapa Kak Kevin ngasih ke aku. Habis itu aku lupa terus untuk ngeluarinnya. Biar aja deh, nggak apa-apa koq foto Opa ada disini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah pembicaraan terpanjang tentang ayah saya atau kakek mereka, sepanjang ingatan saya yang suka hilang timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak tanggal dia kembali ke surga, entah kenapa, sebisa mungkin kami menghindari kalimat yang bermakna tadi. “Aduh, kangen nih sama suara blender Opa” atau “Rumah koq jadi sepi ya, biasanya suara TV kenceng banget” atau “Kamarnya sudah bersih, tempat tidurnya sudah dirubah posisinya” atau “Lemari bajunya sudah dirapikan, tapi bajunya masih disana” atau “Sekarang nggak ada yang nemenin aku bikin telor kalau malam nih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tambahan kalimat penegasan, atau kalimat pengandaian, semua berhenti di pernyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tadi malam, entah kenapa, saya berhasil mengeluarkan kalimat pernyataan itu dan ruang kosong di hati saya tiba-tiba tersentak dari tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tangis berkepanjangan, tidak ada air mata yang tiba-tiba menguak keluar, kali ini hanya air mata yang menggenang di pelupuk mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masa berduka saya telah lewat, mungkin juga berhasil memaafkan diri saya sendiri, atau mungkin juga saya berhasil menerima kenyataan bahwa kursi meja makan yang berada tepat di seberang kursi saya tidak akan pernah terisi lagi, suara yang menanyakan koran pagi tidak akan pernah kembali lagi, suara yang selalu membuat saya terpacu untuk belajar, yang selalu membuat darah saya “naik” tidak pernah akan terdengar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saatnya tiba juga bagi saya untuk berkenalan dengan kematian. Kata yang sering bersentuhan dengan saya, tetapi tetap terasa abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan memang ajaib dan penuh teka-teki, tetapi setidaknya dia telah berbaik hati untuk menjadikan sesuatu yang abstrak menjadi bermakna dan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-2484385802744640482?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/2484385802744640482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=2484385802744640482&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2484385802744640482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2484385802744640482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/akhirnya.html' title='Akhirnya .....'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-9153570707471127149</id><published>2008-09-20T05:28:00.002+07:00</published><updated>2008-09-20T05:31:01.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teka-Teki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Pintarnya Anak Kecil vs Orang Dewasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kata siapa ?&lt;br /&gt;Kata si putri kecil saya dengan bangganya ketika ayahnya tidak dapat menjawab teka-teki di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya :How do you put a giraffe into a refrigerator?&lt;br /&gt;Si kecil : Ayo …bisa nggak ?&lt;br /&gt;Ayahnya : Dimutilasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecil : Salah, keluarin isi kulkasnya lalu masukin jerapahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : How do you put an elephant into a refrigerator?&lt;br /&gt;Si kecil : Ayo …bisa nggak ?&lt;br /&gt;Ayahnya : Keluarin isi kulkasnya semua lalu masukin gajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecil : Salah, gajahnya yang dikeluarin, kan isinya tinggal jerapah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : The Lion King is hosting an animal conference. All the animals attend .... Except one. Which animal does not attend?&lt;br /&gt;Si kecil : Ayo … siapa yang tidak datang ?&lt;br /&gt;Ayahnya : Ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecil : Salah, gajah dong, kan gajah masih ada di dalam kulkas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : There is a river you must cross but it is used by crocodiles, and you do not have a boat. How do you manage it?&lt;br /&gt;Si kecil : Ayo .. bisa nggak ?&lt;br /&gt;Ayahnya : Gampang, lempar aja kulkasnya ke dalam sungai, terus nyebrang ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecil : Salah, tinggal berenang aja di sungai, buayanya kan ikut rapat sama Lion King.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya menyampaikan kepada ayahnya bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to Anderson Consulting Worldwide, around 90% of the professionals they tested got all questions wrong, but many preschoolers got several correct answers. Anderson Consulting says this conclusively disproves the theory that most professionals have the brains of a four-year-old.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata si kecil,”test ini kan sudah dari dulu, sudah lama banget,” (saya dan ayahnya tertawa, karena ukuran “dari dulu” si kecil tentunya beda dengan ukuran “dari dulu” kami berdua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian katanya ,”memang benar kata konsultan itu, dimana-mana anak kecil lebih pintar dari orang besar. Lihat aja acara “smarter than 5th grade,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kali ini tidak bisa bicara apa-apa, Hanya bisa geleng-geleng kepala, untuk urusan komentar si kecil memang lebih taktis dari saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-9153570707471127149?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/9153570707471127149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=9153570707471127149&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/9153570707471127149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/9153570707471127149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/pintarnya-anak-kecil-vs-orang-dewasa.html' title='Pintarnya Anak Kecil vs Orang Dewasa'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-3151165600063814527</id><published>2008-09-18T07:03:00.005+07:00</published><updated>2008-09-18T07:08:41.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kantor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Lik Man a.k.a. Lehman Brothers</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dua hari yang lalu ketika dalam perjalanan pulang dari berbuka puasa bersama penghuni lantai 19, tiba-tiba salah seorang team saya bertanya mengenai issue AIG dan hubungannya dengan si Lik Man a.k.a Lehman Brothers. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Masalahnya besok harinya atau lebih tepatnya kemarin, berdasarkan kesepakatan pengaturan upacara, akan ada penandatanganan kerjasama dengan pihak AIG Life di tengah-tengah acara berbuka puasa bersama dengan para sahabat media kami. Kalau urusan si Lik Man sih tidak menjadi masalah, tetapi urusan “kepercayaan” ini yang menjadi masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tanpa menunggu aba-aba lagi, saya langsung menghubungi sumber yang bisa dipercaya untuk menjelaskan urusan Lik Man dan urusan AIG. Setelah mendengar penjelasannya, saya langsung tenang dan menjelaskan kembali ke team saya, untuk persiapan berjaga-jaga menghadapi issue ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nyaris saya tidak bisa tidur dengan tenang malam itu, selain sibuk membaca berita, saya pun memeloti plurk, sumber informasi utama dan gossip dunia. Bangun pagi pun, sasaran utama saya selain berita, plurk juga mendengarkan siaran TV One, mengenai Lik Man dan AIG.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada yang menarik mengenai komentar si pengamat ekonomi dan pasar modal, menurut dia, saham itu investasi jangka panjang, jadi sebaiknya para pemain harap bersabar dan tidak mengikuti emosi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya jadi teringat mantan boss saya yang orang Amrik, ketika itu tahun 2003-2004 (kalau tidak salah tahunnya) saham di Amerika pernah mengalami “crash”, harga saham jatuh gila-gilaan dan si mantan boss saya itu, mengalami kehilangan yang cukup besar. Saya yang hanya jadi pendengar setia saja, sudah mengalami gempa di sekitar lutut, bagaimana yang si empunya saham ya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tapi ternyata dia tenang-tenang saja, tidak panic, entah di dalam hatinya, tapi selama minggu itu, semua berjalan dengan aman tentram sejahtera di kantor. Si boss yang memang biang gossip, tetap melanjutkan kegemarannya bergosip soal anak-anak buahnya yang ketahuan berpacaran. Tidak ada yang berubah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beberapa bulan kemudian, saya memberanikan diri bertanya kepada si mantan boss, nah jawabannya juga mirip sama si pengamat pasar modal di TV One, bahwa semua harus disikapi dengan tenang, tidak emosi, sehingga keputusan yang diambil juga tidak salah. Baginya krisis akibat kehilangan sudah lewat dan dia sudah menikmati keuntungannya kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Balik lagi sama si Lik Man dan AIG, ketika saya menghubungi sumber terpercaya saya, ia mengatakan bahwa di beberapa negara terjadi “rush”, termasuk Indonesia. Padahal menurutnya, tidak perlu panic, karena AIG di Indonesia menjalankan usahanya berdasarkan UU Indonesia, lagipula AIG juga mereasuransikan polis-polisnya, disamping asetnya yang cukup besar di Indonesia. “Tapi, orang Indonesia kan memang begitu, panikan melulu,” kata penutup dari dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya jadi malu sendiri mendengar kata penutup dari dia, karena saya pun panik ketika mendengar berita AIG itu, panik takut programnya tidak memenuhi target, panik karena kasihan sama AIG, pastinya mereka sasaran empuk untuk ditanya saat acara berlangsung, mengingat kami yang meminta mereka memundurkan tanggal acara seremoninya ke tanggal kemarin itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Untunglah semua yang ditakuti tidak terjadi, tadi malam semua berjalan aman, tentram, sejahtera dan penuh dengan tawa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ternyata memang benar kata si pengamat pasar modal, mantan boss biang gossip dan sumber terpercaya, jika semua disikapi dengan tenang, tentu kita bisa mencari solusinya dengan baik sehingga hasilnya tidak seburuk yang kita takuti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ah … ada-ada saja si Lik Man ..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-3151165600063814527?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/3151165600063814527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=3151165600063814527&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3151165600063814527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/3151165600063814527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/lik-man-aka-lehman-brothers.html' title='Lik Man a.k.a. Lehman Brothers'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-737813941877708167</id><published>2008-09-17T05:44:00.008+07:00</published><updated>2008-09-18T05:50:51.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kantor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Berpikir ala Raam Punjabi</title><content type='html'>Seperti biasa pagi ini saya berjalan-jalan ke blog tetangga, sambil mengecek tanggapan yang diberikan oleh teman sesama blogger dan tiba-tiba mampir ke salah blogger yang belum pernah saya kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di postingannya yang berjudul &lt;a href="http://blognya-roi.blogspot.com/"&gt;“Quote of the day … Jangan Buat Sinetron”&lt;/a&gt;, saya menemukan hal yang menarik, ternyata pada umumnya manusia memiliki kesamaan berpikir walaupun bentuk keluarannya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum-senyum sendiri ketika membaca tulisannya &lt;a href="http://blognya-roi.blogspot.com/"&gt;si Roy&lt;/a&gt;, soalnya &lt;a href="http://blognya-roi.blogspot.com/"&gt;Roy&lt;/a&gt; mirip seperti saya ketika saya diminta untuk membuat suatu program atau ketika anak buah saya mengusulkan suatu program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya membuat atau mereview suatu program, saya selalu membuat “Plan A” dan “Plan B”. Plan A selalu yang hasilnya indah-indah – siapa sih yang tidak tertarik dengan yang indah - ; sedangkan Plan B selalu yang hasilnya tidak seperti yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Plan B itu adalah hasil dari efek sinetron ala atasannya si Roy tadi. Bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu, terus habis yang begini muncul yang begitu, terus saja begini dan begitunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru berhenti berangan-angan ketika anak buah saya melihat saya dengan pandangan “ajaib” dan berkomentar, “seperti sinetron Mbak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehehe…setelah itu saya mengeluarkan jurus ampuh, “habis kalau tidak dipikirkan terus hasilnya jelek bagaimana, kita juga kan yang harus tanggung-jawab”, Akhir-akhir ini kalimat andalan saya adalah “kenapa ? seperti sinetron lagi ?”, sebelum mereka mengeluarkan celaan akbar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah saya merenungkan kembali – setelah membaca dan berkomentar di tulisannya si Roy – saya berkesimpulan bahwa mempersiapkan diri untuk menghadapi hal yang terburuk memang baik tetapi terlalu mempersiapkan diri dengan menyiapkan efek A – Z, juga bukan sesuatu yang masuk dalam kategori yang “benar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga nasehat orang tua, berhati-hati memang baik terlalu berhati-hati bisa-bisa dampaknya malah menjadi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau buat Raam Punjabi sih efektif, sinetronnya kan jadi panjang dan berseri, tetapi buat saya, si pekerja kantoran, kalau kerjanya jadi berseri dan tidak selesai-selesai, alamat dianggap si tukang khayal tapi tidak mampu melakukan eksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh tapi buat Raam Punjabi nggak effektif juga sih, kalau sinetronnya kepanjangan uang yang harus dikeluarkan untuk produksi jadi lebih banyak ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuh kan .. mulai lagi berpikir untung-ruginya ….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-737813941877708167?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/737813941877708167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=737813941877708167&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/737813941877708167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/737813941877708167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/berpikir-ala-raam-punjabi.html' title='Berpikir ala Raam Punjabi'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-1062190921859957055</id><published>2008-09-13T06:47:00.005+07:00</published><updated>2008-09-13T08:04:58.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Sudah Pernah Muda</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beberapa bulan yang lalu, ditengah-tengah sibuknya saya mencari cara agar bisa bekerja paruh waktu, saya bertemu dengan rekan saya jaman status kami berdua masih berstatus “single”. Pada jaman itu, walaupun masih single, dia sudah menjadi atasan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami bertemu beberapa bulan yang lalu, dia sudah menduduki posisi puncak di salah satu bank asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, kami saling bertukar-cerita, bertukar impian yang belum terwujud dan apalagi selain rasa frustasi kami terhadap beberapa hal. Salah satunya tentang perbedaan generasi, tentang anak-anak jaman sekarang. Maklum, anak buah kami berdua umurnya terpaut antara 15 – 20 tahun dengan usia kami sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang membuat kami terheran-heran dengan daya juang mereka, dengan cara mereka mengerjakan pekerjaan, tanggung-jawab mereka, dan cara pandang mereka ketika memecahkan suatu permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika rekan saya itu mengajukan rasa frustasinya, saya yang tadinya merasa biasa-biasa saja dengan segala permasalahan yang terjadi dengan team saya, tiba-tiba tersadar bahwa rasa gemas saya rupanya berawal dari perbedaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti biasa, saya tetap beranggapan bahwa hal itu sebenarnya terjadi dimana saja, daya juang, mengerjakan pekerjaan, tanggung jawab, mau berapa pun umurnya pasti ada saja yang serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemarin ketika saya dan rekan-rekan sekantor sedang melakukan ”brain-storming” tentang produk yang akan diluncurkan, pihak ”agency” menyampaikan beberapa fakta menarik betapa tiap generasi mempunyai gayanya sendiri-sendiri. Tidak usah menunggu sampai puluhan atau belasan tahun, perbedaan generasi saat ini hitungannya adalah tahun bukan belas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan generasi tersebut tentu saja menyangkut ”life-style”, ”cara pandang terhadap kehidupan”, ”cita-cita”, dan beberapa hal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari diskusi kemarin sore, saya jadi ingat komentar rekan saya tentang ”anak buahnya, ”Mereka itu ketika diberitahu selalu saja ada alasannya dan tidak pernah berusaha mengerti akibatnya. Mereka pikir kita tidak tahu. Mereka lupa kalau kita pernah muda dan mereka belum pernah tua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat ketika kemarin saya melakukan interview untuk calon team saya, tanpa harus melihat hasil psiko-testnya, saya sudah bisa menebak bahwa anak ini kurang dalam interpersonal skillnya, hanya dari cara berjalannya, berpakaian dan berbicara. Sehingga ketika pihak HR memberitahu saya mengenai kekurangan anak itu, saya langsung berkata dalam hati, ”sudah kuduga”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya pun teringat komentar rekan a.k.a atasan saya jaman tahun kuda itu, ”kita sudah pernah muda, mereka belum pernah tua.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-1062190921859957055?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/1062190921859957055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=1062190921859957055&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1062190921859957055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/1062190921859957055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/sudah-pernah-muda.html' title='Sudah Pernah Muda'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-2625675560185098932</id><published>2008-09-10T05:40:00.003+07:00</published><updated>2008-09-10T05:50:52.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kantor'/><title type='text'>PJKA a.k.a. Pulang Jumat Kembali  Ahad</title><content type='html'>Di kantor saya ada istilah PJKA dan istilah itu diberikan kepada mereka yang hidupnya bersama keluarga hanya dihabiskan di akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PJKA itu singkatan dari Pulang Jumat Kembali Ahad dan umumnya para anggota PJKA adalah para gender pria, maklum pria kan terkenal dengan usahanya yang gigih, lautan ku seberangi, mau untuk urusan yang berbau cinta-cintaan hingga mencari sesuap nasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga anggota PJKA yang wanita, tidak banyak sih hanya 2 orang dan saya termasuk yang di antara 2 orang itu. Bukan sebagai peserta tetapi sebagai korban PJKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi korban PJKA di kantor lebih ringan celaannya dibandingkan mereka yang menjadi anggota PJKA. Sudah bukan pemandangan asing lagi di kantor kalau peserta PJKA selalu terlihat gelisah setiap hari Jumat, terlebih setelah jam makan siang, kalau bisa semua meeting dibuat lebih cepat di hari Jumat. Mereka bahkan punya alasan ampuh kalau diajak meeting di jam 4 sore. Apalagi kalau jam kantor menunjukkan pukul 05.00 sore, tidak ada pemandangan seru mendengarkan teriakan dari cubicle-cubicle tetangga yang agak menyerempet telinga, “Makanya jangan pake oli top one dong,”, “Seperti si Pak X dong, olinya cukup tahan 1 bulan” .. (yang ini dari gender pria) atau ..”Nanti aku telp ya, ntar aku bilang dari pacar jauh.” ..”Lho koq habis manis sepah dibuang, begitu jumat aku ditinggal deh.” .. (yang ini dari gender wanita) atau “travelnya nunggu di tempat biasa ya ..”, “cepetan lho, jalanan macet nanti terlambat sampai di stasiun, nanti ketinggalan kereta lho.” (nah ini komentar netral).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang setelah mengetahui status saya yang korban PJKA selalu melihat dengan pandangan sedih dan berpartisipasi atas penderitaan saya, sementara saya sendiri yang jadi korban tidak merasa apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya merenungkan kembali pandangan mereka yang penuh arti, mungkin ada perlunya saya membuat tabel pro dan kontra hidup sebagai korban PJKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Untungnya ....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Lebih Mandiri.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Punya waktu luang buat menyenangkan diri sendiri, ke gym atau kongkow 2 sama teman.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Tahu cara ”ngirit”, soalnya kalau ada hal-hal yang mendadak, nggak bisa minta suami, apalagi kalau malam-malam ada pengeluaran mendadak.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Kalau week-end, tuntutan jalan-jalan selalu dijatuhkan kepada sang ayah, maklum anak-anak ngerti banget ibunya dari Senin – Jumat selalu ada bersama mereka (minimal pagi dan malam sebelum tidur).&lt;br /&gt;Bisa bermanja-manja kalau week end, alasannya capek seminggu harus konsentrasi jadi orang tua tunggal.&lt;br /&gt;Jarang berantem, bagaimana mau berantem, jaraknya saja susah.&lt;br /&gt;Inovatif, berhubung berantem susah dan mahal, jadinya punya cara baru, pertama pake provider dower trus dilanjutkan dengan sms (sakit-sakit deh si jempol).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Susahnya ....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Suka kelupaan kalau bukan “single mom”&lt;br /&gt;Susah minta uang mendadak, soalnya harus telpon dulu, harus ke bank (hiii.. ribet), sementara mencari waktu untuk urusan di luar jam kantor membutuhkan keahlian balap mobil&lt;br /&gt;Kalau mendadak ada tugas sekolah si anak, beli ini, beli itu, ngerjain PR matematika, sementara meeting kantor nggak selesai-selesai&lt;br /&gt;Nggak ada yang mijitin kalau kaki kram atau badan pegal-pegal, nggak ada yang ngurusin kalau lagi sakit, semua judulnya ”All Alone”.&lt;br /&gt;Unek-unek disimpan seminggu dan setiap minggu berikutnya, daftar unek-unek nggak pernah berkurang&lt;br /&gt;Boros, bagaimana tidak boros, kompor harus punya dua, TV harus punya dua, rumah harus punya dua, persediaan baju harus punya dua. Satu-satunya yang hanya punya 1 ya itu DVD (maklum yang ini kan bisa gantian nontonnya).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini peserta PJKA sudah mulai berkurang, karena sekarang mereka sudah bisa tersenyum sambil bilang kalau sang istri sudah diboyong ke Jakarta, kecuali saya dan rekan wanita saya yang satunya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan saya memang wanita perkasa, setelah melahirkan anak pertamanya yang ditunggu-tunggu, dia tetap berstatus PJKA dengan membawa anaknya yang menggemaskan itu. Si kecil setiap pagi dititipkan di tempat penitipan anak yang bikin saya ngiri, soalnya jaman kedua putri saya kecil, tempat penitipan sejenis belum ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;List Pro dan Kontra dia lebih panjang dari saya, tapi kami, peserta maupun korban PJKA, punya banyak cerita dan kenangan yang tidak terlupakan urusan PJKA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-2625675560185098932?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/2625675560185098932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=2625675560185098932&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2625675560185098932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/2625675560185098932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/pjka-aka-pulang-jumat-kembali-ahad.html' title='PJKA a.k.a. Pulang Jumat Kembali  Ahad'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-455122875177013017</id><published>2008-09-08T05:32:00.007+07:00</published><updated>2008-09-08T11:45:19.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Salah Yang Tidak Salah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kira-kira 3-4 minggu yang lalu, saya bersama kedua anak saya dan suami tercinta nonton film Wall-e di Blitz. Berhubung datangnya kepagian, jadi kami duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada sepasang kekasih, sesama jenis, duduk di belakang saya atau tepat di depan mereka. Namanya juga sejoli, jadi wajarlah jika tindak-tanduk mereka menunjukkan betapa dunia milik mereka berdua, walaupun agak terganggu juga dengan suara dan ketawa mereka yang cekikan, tapi berhubung tempat ini milik umum, ya .. sudahlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah saat ketika waktu untuk menonton tiba, ternyata sepasang kekasih itu duduk di deretan yang sama dengan saya dan keluarga, hanya terpaut 2 atau 3 kursi dari suami saya. Berhubung saya termasuk "fanatik" dalam menonton, jadi saya pun tidak menoleh ke kanan-kiri, konsentrasi penuh ke layar tancap yang di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berlangsung aman tentram hingga minggu lalu, ketika anak tertua saya berkata, "Bunda, 'Gay' yang disebelah ayah ciuman lho pas mereka lagi nonton. Mana berisik lagi. Kan film anak-anak ya, kenapa sih mereka ciuman segala." Saya waktu itu hanya berkomentar, "ya nggak apa-apa, kan cuma ciuman." Tapi kemudian dia protes, "kalau ciuman itu artinya ciuman di bibir., Bunda" dan saya pun saat itu hanya berkomentar ,"Oh, ya sudah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe, saya termasuk ibu yang konservatif, bagi saya jika belum waktunya mereka menonton adegan ciuman yang "hot", maka adegan itu terlarang bagi mereka. Kedua anak saya pun sudah paham, jadi ketika adegan ciuman yang "hot" itu terjadi, mereka langsung menoleh ataupun menutup mata dengan bantal, dan bertanya "sudah belum ?". Jadi sungguh wajar bagi saya, ketika si putri tertua melihat adegan terlarang itu, tentu saja dia jadi bertanya-tanya, apalagi hal tersebut terjadi ditengah-tengah suasana yang jumlah anak kecilnya lebih banyak dari orang dewasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya pun sudah mulai lupa dengan topik itu, hingga minggu lalu ketika saya sedang ngobrol hal-hal yang ringan dengan rekan saya dan bercerita tentang peristiwa Wall-e a.k.a peristiwa komentar putri tercinta, saya saat itu mengakhiri cerita dengan berkata, "Aduuh, untung dia nggak nanya, kenapa sesama jenis bisa berciuman, kalau ya bagaimana menerangkannya ya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan saya kemudian membalas dengan menanyakan pertanyaan yang cukup mengusik pikiran saya, "menurut kamu, sesama jenis itu salah nggak ? kalau menurut kamu tidak salah, ya tentunya akan dengan mudah kamu menjelaskan itu ke anak kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya hanya terdiam, kaget dengan pertanyaan teman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merenung selama beberapa hari, akhirnya saya memutuskan untuk membawa topik itu dalam perbincangan makan malam di akhir pekan bersama keluarga, maklum makan malam di akhir pekan merupakan satu-satunya saat kita semua berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melontarkan pertanyaan yang cukup mengganjal hati saya selama beberapa hari, dengan harapan bahwa anak-anak akan bertanya atau setidak-tidaknya meresapi dalam hati mereka, sehingga jawaban kami bisa menjadi dasar cara berpikir mereka dalam menilai "dunia" yang akan mereka temui nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat ayah mereka adalah penentu kata akhir, maka bertanyalah saya kepada dia sambil harap-harap cemat, takut pernyataannya tidak sesuai dengan kata hati saya, "menurut ayah hubungan sesama jenis itu bagaimana ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, saya melihat bola mata kedua anak saya membesar, rupanya mereka pun menunggu saat-saat terjadinya diskusi yang cukup seru (maklum kalau diskusi sedang seru, mereka bisa mencari alasan untuk tidak menghabiskan makanan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ternyata jawaban ayah mereka di luar harapan mereka berdua, karena sejalan dengan kata hati saya. Jawabannya ,"Salah yang tidak salah. Salah karena melanggar norma-norma agama. Tidak salah, karena pada dasarnya mereka juga tidak menginginkan hal itu terjadi pada mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya sendiri, hubungan sesama jenis menjadi salah jika mereka yang "Bi" (aduuh, istilah bahasa Indonesianya apa ya), tiba-tiba memilih menjadi "gay" hanya karena ikut-ikutan. Atau karena hanya sekedar mengikuti zaman (nah untuk yang ini saya agak susah mengerti). Siapa sih yang tidak ingin menjadi "straight" dalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua, sudah sepatutnya kami memberikan jawaban berdasarkan norma agama, tetapi kami pun tidak bisa meniadakan fakta bahwa ada hal-hal yang terjadi di luar sana. Pada saat itulah, mungkin mata hati lebih tepat untuk memberikan penilaian dan bukan penghakiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-455122875177013017?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/455122875177013017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=455122875177013017&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/455122875177013017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/455122875177013017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/salah-yang-tidak-salah.html' title='Salah Yang Tidak Salah'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-5324977047492931368</id><published>2008-09-06T08:10:00.009+07:00</published><updated>2008-09-06T20:43:21.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kantor'/><title type='text'>Meeting ala White Board</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SMHcER-u94I/AAAAAAAAAN8/ERAA2zVffvY/s1600-h/meeting.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242713407340083074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SMHcER-u94I/AAAAAAAAAN8/ERAA2zVffvY/s200/meeting.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Kemarin ketika saya harus hadir di acara workshop para "engineer" dan "marketing" team, tiba-tiba saya melihat pemandangan yang sudah 5 bulan tidak saya temui lagi, "segerombolan orang berkerumun di depan "white-board" persis seperti sedang melihat tukang obat di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sudah lama sekali tidak melihat 'pemandangan' seperti itu, 'pemandangan' yang membuat kami - yang terlibat dalam proyek akbar - tidak bisa cuti dengan leluasa, mendadak jadi orang yang waktu tidurnya jadi terbolak-balik dan jadi orang yang bisa menggambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang pemandangan ini dimulai di akhir tahun 2006, ketika kantor saya memutuskan untuk melakukan perubahan sistem yang cukup drastis, dimana proses penentuan vendor diawali dengan RFP kemudian presentasi para vendor atas kemampuan mereka dalam menerjemahkan permintaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga vendor tersebut bukanlah orang awak, tetapi datang dari negara nun jauh disana, orang Rusia, Korea dan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bisa dibayangkan bukan ..., bagaimana jadinya ketika mereka dan kami semua berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bahasa Inggris bukan bahasa Ibu masing-masing, yang didiskusikan pun bukanlah hal yang mudah. Apalagi kami, yang notabene orang Indonesia, suka lupa kalau yang diajak diskusi bukan orang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih dalam tahap 'pitching' , problematika bahasa tidaklah menjadi halangan, soalnya yang muncul di layar tancap, kebanyakan gambar dicampur istilah-istilah teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ketika 'pitching' sudah selesai dan pemenang sudah ditentukan, problematika bahasa menjadi masalah yang tak berkesudahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejak saat itulah kami punya perbendaharaan hal-hal menarik untuk dikenang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang 'Pitching'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat si Rusia sedang presentasi, tiba-tiba kami semua mendadak jadi 'tuli' dan terampil dalam mengolah 'mata'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya sederhana, bahasa Inggris si Rusia mendadak terdengar seperti suara radio yang diputar tetangga, sayup-sayup bikin ngantuk. Pernah dengar orang nembang nggak, nah begitulah kami mendengar si Rusia presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan berikutnya, sudah bisa ditebak, dimana-mana yang namanya engineer tidak jauh dari gender pria. Karena proyek ini adalah proyek para engineer, maka di ruang meeting, wanitanya bisa dihitung dengan jari, cuma 4 orang, yang lainnya gender pria. Nah, karena yang memberikan presentasi wanita kulit putih, cantik, seksi dan muda, yang terdengar kemudian adalah celetukan konyol dalam bahasa Indonesia (nggak ada yang ngerti kan selain yang Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celetukannya pun kalau didengar para feminis bisa bikin marah. Saya kutip sebagian disini "Wah, cakep banget ya", "eh mereka baru tiba pagi ini ya, sudah mandi belum ya", "sayang, cantik-cantik koq belum mandi", sampai yang paling konyol, "wah belahan bajunya rendah sekali ya", "lumayan, ada pemandangan segar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak mutu banget kan ? Si Rusia pasti berpikir kita sedang mendiskusikan sistem mereka, tapi jangankan sistem, mengerti pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta kedua, Korea.&lt;br /&gt;Berhubung pesan dari kantor bahwa kita harus serius dengan Korea, maka suasana 'pitching' beralih menjadi 'tahap final' dan tempat meeting pun pindah ke hotel berbintang lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, kami semua senang, maklum ada perbaikan gizi. Tetapi kalau selama hampir 3 minggu makan di tempat yang sama dengan menu yang itu-itu saja, perbaikan gizi menjadi siksaan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini jumlah peserta wanita agak banyak, tetap tidak berimbang, tapi lumayan lah dibandingkan saat Rusia presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem bahasa tidak menjadi masalah yang berarti, maklum bahasa Inggris mereka jauh lebih bagus dari si Rusia, walaupun kali ini judulnya bahasa Inggris kumur-kumur tapi lumayanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kali ini yang bikin malu, bukanlah kelakuan gender pria, tapi kelakuan si gender wanita. Salah satu peserta workshop yang masih single ternyata penggemar film korea dan salah satu yang memberikan presentasi ternyata cakep buanget, sama deh dengan bintang film sinetron korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar pun beralih menjadi "cowoq yang itu cakep banget ya, seperti bintang film korea", "eh kita nanti selesainya jam berapa ya ? jangan cepat-cepat deh, lumayan kan kalau dinner bareng dia". Dan seperti peristiwa Rusia, kali ini peristiwanya jauh lebih heboh, si peserta wanita tadi sampai bela-belain jalan sama si Korea dan foto bareng pake HP (supaya teringat terus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta ketiga, Cina.&lt;br /&gt;Ternyata setelah berjalan selama hampir 3 minggu dengan peserta Korea, tiba-tiba angin segar dari kantor beralih ke Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh, baru istirahat dari rally panjang ngomongin sistem dengan Korea, sekarang harus rally panjang lagi dengan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah problematika bahasa menjadi masalah yang tak kunjung selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya problematika bahasa diawali dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing pihak tiba-tiba menjadi hilang ingatan. Air awet muda dari Lombok pun jadi kehilangan khasiatnya, soalnya urat emosi nggak selesai-selesai muncul di leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tiba-tiba bahasa Cina atau bahasa Indonesia mulai diselipkan dalam kalimat-kalimat panjang, dan ketika rasa frustasi mulai muncul di kedua belah pihak, diskusi terbagi menjadi 2 bahasa, kelompok diskusi bahasa Cina dan kelompok diskusi bahasa Indonesia, yang dilanjutkan dengan memanggil rekan sebelah ruangan (maklum diskusinya terbagi dalam beberapa ruangan) untuk saling mendukung pendapat masing-masing pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau si Pim Pro tidak muncul di ruangan, bisa-bisa sampai malam kelompok diskusi itu terus saja berdebat dengan bahasa Ibu masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anehnya saat perdebatan yang nggak mutu itu terjadi, maka di setiap pintu depan ruang meeting tersebut, selalu ada saja yang pihak-pihak yang mencoba melobi (yang ini dari kedua belah pihak) dengan bahasa yang disepakati "bahasa Inggris". Kacaunya kejadian itu selalu saja terjadi di masing-masing ruangan, tinggal menunggu saat yang tepat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gencatan senjata selalu terjadi saat waktu berbuka untuk "snack" tiba. Saat itulah semua urat-urat kembali pada tempatnya dan para peserta kembali menjadi orang "Inggris", sibuk bercerita tentang hal-hal yang nggak perlu, saling bertukar perbendaharaan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena setiap kali seperti itu - entah siapa penemu gencatan senjata ala tukang obat - tiba-tiba ketika kami maju ke depan dan menggambarkan apa yang ada dalam kepala kami dalam bentuk kotak dan awan-awan, tiba-tiba semua kembali menjadi normal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sejak saat itulah, setiap kali kami berselisih pendapat dengan mereka, White Board menjadi sarana ampuh untuk mencari solusi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Berkerumun di depan white board pun ada urutannya, pertama 1 orang yang maju, kemudian dari pihak lawan maju 1 orang. Tidak ada kata sepakat maju lagi 1 orang. Hingga akhirnya bisa 20 orang mengerubung white board.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Nggak mutu ya ? Habis mau bagaimana lagi, ketika bahasa Inggris bukanlah bahasa Ibu masing-masing, maka bahasa isyarat dalam bentuk gambar pun menjadi solusi ampuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Nah, kembali ke workshop kemarin, tiba-tiba saya teringat masa-masa yang dihabiskan dengan mereka selama 1 tahun 5 bulan. Rekan-rekan saya yang dulu menjadi teman seiring dalam berdiskusi sudah berganti, mereka pun demikian, tetapi tetap saja penemu solusi ala White Board tidak lekang oleh jaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-5324977047492931368?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/5324977047492931368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=5324977047492931368&amp;isPopup=true' title='166 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5324977047492931368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/5324977047492931368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/meeting-ala-white-board.html' title='Meeting ala White Board'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SMHcER-u94I/AAAAAAAAAN8/ERAA2zVffvY/s72-c/meeting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>166</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4662169877949018884.post-4515020743777002804</id><published>2008-09-05T04:29:00.007+07:00</published><updated>2008-09-05T05:24:43.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita konyol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kantor'/><title type='text'>Kamisan (baca : Kemisan)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SMBT6f-8O1I/AAAAAAAAAN0/iecuvsD60Tw/s1600-h/images%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242282230742268754" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SMBT6f-8O1I/AAAAAAAAAN0/iecuvsD60Tw/s200/images%5B5%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah dua bulan terakhir ini, di kantor ada jadwal baru, yang dengan semena-mena mengusik rutinitas "gym" saya, judulnya "Kamisan" (baca : Kemisan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengusik, karena acara kamisan tercinta ini adalah meeting dengan Presiden Komisaris serta para petinggi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengusik, karena setiap hari Rabu malam, beberapa rekan saya termasuk saya sendiri, sudah mulai mengalami insomnia dan semangat luar biasa, contohnya saya dan salah satu rekan saya, sejak hari Rabu, kami berdua sudah mulai membicarakan apa yang harus dipresentasikan, membicarakan kemungkinan pertanyaan, puncaknya hari Kamis pagi, sejak dini hari, tepatnya pukul 03 pagi, acara rutin bangun setiap jam menjadi penanda datangnya hari Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan saya yang lain lagi, khusus setiap Rabu, mulai tidak fokus dan sibuk beranjang-sana ke "cubical" rekannya lain dan tepat hari Kamis pagi - puncaknya hari Kamis sore, beralih menjadi ibu hamil muda, mual-mual. Lucunya baru kemarin dia sadar, mual-mual itu akibat dari stress, yang berasal dari naiknya si asam lambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu pun yang tidak ketar-ketir menghadapi acara Kamisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan BOD sampai menggelar acara "try-out" menghadapi "meeting" Kamis sore. Lengkap dengan segala analisa, apa yang akan menjadi titik perhatian para petinggi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam meeting Kamisan itu pun tidak pernah sama, tapi tidak akan jauh dari pukul 05.00 sore. Selesainya pun juga tidak pernah sama, yang pasti meeting tersebut lamanya 2 jam. Hingga kemarin, rekor meeting terlama terjadi 3 minggu lalu, selesai pukul 09.00 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ruang meeting pun, para peserta rapat yang nota bene adalah para "pemimpin kecil", tindak-tanduknya kembali menjadi anak kecil. Berlomba-lomba naik lift menuju ruang meeting, memilih posisi aman (jauh dari bapak Presiden atau minimal tidak dalam jangkauan pandangan langsung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lucu adalah salah satu direktur kami, dia selalu memilih tempat duduk yang terujung (pak Presiden tidak pernah duduk di ujung meja, selalu di posisi samping meja), dengan alasan agar pandangannya tidak terhalang jika para "pemimpin kecil" sedang presentasi. Kami tidak boleh duduk di kursinya, siapa pun akan diusirnya, termasuk saya yang waktu itu kehabisan kursi favorit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, setelah dua kali mencoba menghindar dari jangkauan pandangan langsung, tetapi selalu saja disebut (walaupun di bagian akhir), akhirnya memutuskan untuk menduduki tempat yang jauh namun dalam radius pandangan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah serunya, si "Group Head Sales" dan "Group Head Sales Strategy", setiap minggu, alasan mereka jika sales tidak naik, sebenarnya selalu itu-itu saja, tapi mereka pintar mengemasnya dengan tata bahasa Indonesia "ngeles".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contohnya : "Sebenarnya, sudah dalam pantauan, tetapi untuk daerah yang itu pak, memang agak terlewat walaupun sudah dipantau." atau "Masalahnya karena produk penunjang baru tersedia minggu lalu, sehingga sales menjadi terganggu, walaupun sisa produk penunjang juga masih ada di pasar, tetapi ya itu tadi, karena yang baru baru dilepas, susah pak naiknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya sih, karena sudah pernah kena "arahan panjang" dari bapak Presiden, yang mengakibatkan beberapa bapak direktur juga kena "arahan" gara-gara saya, punya kalimat ampuh, judulnya "Ya, Ya, Ya, Baik Pak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di antara yang tidak enak, satu hal yang selalu ditunggu-tunggu peserta rapat, makan malam gratis. Biasanya kalau meetingnya terpaksa harus lanjut setelah pukul 07 malam, maka dihidangkanlah  makan malam a la jawa timuran (yang ini sih tidak ditolak tapi menghancurkan diet) dan para peserta rapat yang perutnya sudah mulai mengeluarkan musik "keroncong" langsung menyerbu ketika Bapak Presiden mengeluarkan tanda untuk "menyantap".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serunya adalah kalau Bapak Presiden, sudah mengeluarkan kalimat, "Baik, saya rasa sudah cukup, tapi tolong diingat ya, strategi yang saya sampaikan tadi. Tidak ada lagi yang hendak disampaikan kan ?" Wah ... pernah lihat senam anggukan kepala ? Nah, saat itulah seluruh peserta dengan senyum lebar dan anggukan kepala yang seirama, mengeluarkan kalimat "Ya Pak, sudah tidak ada Pak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah pernah lihat anak SD bubar ketika lonceng pulang sekolah berbunyi, datang saja ke acara Kamisan itu, riuh-rendahanya persis anak SD bubaran. Rebutan lift, "High Five" karena selamat, atau saling dorong-mendorong dan setelah sampai di bawah, di lantai tempat kami semua bekerja, yang nyaris senyap karena penghuninya sudah pulang, para peserta rapat biasanya melanjutkan acara reunian, sambil berteriak minta ditungguin, supaya bisa se-lift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, setelah itu selalu menerima pesan singkat dari team saya, kalimatnya pun sama dari minggu ke minggu, "Aman kan mbak ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cerita yang nikmat untuk dikenang dari kantor tercinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4662169877949018884-4515020743777002804?l=tere616-blissfull.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/feeds/4515020743777002804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4662169877949018884&amp;postID=4515020743777002804&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/4515020743777002804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4662169877949018884/posts/default/4515020743777002804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tere616-blissfull.blogspot.com/2008/09/kamisan-baca-kemisan.html' title='Kamisan (baca : Kemisan)'/><author><name>tere616</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08338176884725803925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SKmiDkf5aXI/AAAAAAAAALw/xaN56hyYcZk/S220/white+tuberose.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o5aUiwR1CMs/SMBT6f-8O1I/AAAAAAAAAN0/iecuvsD60Tw/s72-c/images%5B5%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry></feed>
