Rabu, 17 September 2008

Berpikir ala Raam Punjabi

Seperti biasa pagi ini saya berjalan-jalan ke blog tetangga, sambil mengecek tanggapan yang diberikan oleh teman sesama blogger dan tiba-tiba mampir ke salah blogger yang belum pernah saya kunjungi.

Di postingannya yang berjudul “Quote of the day … Jangan Buat Sinetron”, saya menemukan hal yang menarik, ternyata pada umumnya manusia memiliki kesamaan berpikir walaupun bentuk keluarannya berbeda.

Saya tersenyum-senyum sendiri ketika membaca tulisannya si Roy, soalnya Roy mirip seperti saya ketika saya diminta untuk membuat suatu program atau ketika anak buah saya mengusulkan suatu program.

Ketika saya membuat atau mereview suatu program, saya selalu membuat “Plan A” dan “Plan B”. Plan A selalu yang hasilnya indah-indah – siapa sih yang tidak tertarik dengan yang indah - ; sedangkan Plan B selalu yang hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Nah, Plan B itu adalah hasil dari efek sinetron ala atasannya si Roy tadi. Bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu, terus habis yang begini muncul yang begitu, terus saja begini dan begitunya.

Saya baru berhenti berangan-angan ketika anak buah saya melihat saya dengan pandangan “ajaib” dan berkomentar, “seperti sinetron Mbak”.

Hehehehe…setelah itu saya mengeluarkan jurus ampuh, “habis kalau tidak dipikirkan terus hasilnya jelek bagaimana, kita juga kan yang harus tanggung-jawab”, Akhir-akhir ini kalimat andalan saya adalah “kenapa ? seperti sinetron lagi ?”, sebelum mereka mengeluarkan celaan akbar mereka.

Namun setelah saya merenungkan kembali – setelah membaca dan berkomentar di tulisannya si Roy – saya berkesimpulan bahwa mempersiapkan diri untuk menghadapi hal yang terburuk memang baik tetapi terlalu mempersiapkan diri dengan menyiapkan efek A – Z, juga bukan sesuatu yang masuk dalam kategori yang “benar”.

Benar juga nasehat orang tua, berhati-hati memang baik terlalu berhati-hati bisa-bisa dampaknya malah menjadi buruk.

Kalau buat Raam Punjabi sih efektif, sinetronnya kan jadi panjang dan berseri, tetapi buat saya, si pekerja kantoran, kalau kerjanya jadi berseri dan tidak selesai-selesai, alamat dianggap si tukang khayal tapi tidak mampu melakukan eksekusi.

Eh tapi buat Raam Punjabi nggak effektif juga sih, kalau sinetronnya kepanjangan uang yang harus dikeluarkan untuk produksi jadi lebih banyak ….

Tuh kan .. mulai lagi berpikir untung-ruginya ….
Posting Komentar