Senin, 30 Agustus 2010

Indonesia atau Indo, Saudara-Saudara ?

Beberapa waktu lalu di sebuah situs jejaring sosial, ada sebuah komentar mengenai kondisi di Indonesia yang diberikan oleh seorang Indonesia yang kebetulan bertempat-tinggal di luar negeri. Dalam komentar itu, orang tersebut menyebut Indonesia dengan kata Indo.

Saya masih ingat, saat itu saya tidak bisa menahan diri saya untuk menyampaikan keberatan saya terhadap penggunaan kata Indo, dengan memintanya menggunakan kata Indonesia atau jika hendak menyingkatnya bisa dengan kata Ind.

Saya pun kemudian menerima balasan darinya, yang mengatakan bahwa kata Indo itu lazim dipergunakan oleh orang-orang Indonesia yang bertempat tinggal di luar Indonesia. Lagipula kata Indo itu tidaklah mengandung konotasi merendahkan seperti kata Indon yang digunakan oleh orang Malaysia.

Sebuah komentar balasan yang membuat saya terhenyak dan berbalik memperhatikan penyebutan Indonesia yang dipergunakan oleh rekan-rekan saya yang kebetulan bertempat tinggal di luar negeri.

Komentar yang membuat terbangun dari hipnotis bahwa hampir sebagian besar rekan-rekan saya yang bertempat tinggal di luar Indonesia, ternyata menggunakan kata Indo sebagai pengganti kata Indonesia.
.
Entah kenapa, saya merasa ada yang kurang tepat dengan kata ganti itu, apalagi karena mereka yang menggunakan kata ganti itu notabene adalah orang Indonesia yang besar dan bersekolah di Indonesia.

Apakah mungkin mereka mendadak amnesia ? Lupa bahwa kata Indo dalam bahasa Indonesia bukanlah kata ganti dari Indonesia, melainkan kata yang memiliki arti orang Indonesia yang berdarah Eropa ?

Jika orang asing menggunakan kata tersebut, masih bisa dimengerti karena mereka bukan orang Indonesia. Tetapi jika yang menggunakan kata tersebut adalah orang Indonesia sendiri, rasanya lidah saya tidak tahan untuk tidak berkomentar.

Apalagi jika mereka yang menggunakan kata tersebut adalah mereka yang berpendidikan tinggi, ambang toleransi saya semakin menipis.

Dulu ketika Indon masih meraja, saya tidak pernah menggunakan kata tersebut jika berbicara dengan pimpinan perusahaan saya yang kebetulan orang Amerika dan Inggris. Saya tetap menggunakan kata ”Indonesia” dan bukan ”Indon”.

Atau ketika dalam percakapan bahasa Inggris, saat kita merujuk kepada bahasa Indonesia yang digunakan dalam tulisan, dimana kalimat yang digunakan hanya merujuk kepada kata ”Bahasa” saja, saya selalu memilih menggunakan ”Bahasa Indonesia”.

Saat ini dimana keindonesiaan kita terusik karena Malaysia, mungkin ada baiknya kita juga berkaca kembali, melihat bagaimana kita meggunakan kata Indonesia sebagaimana layaknya kata tersebut harus diucapkan.

Menjadi orang Indonesia yang dapat bersaing di dunia Internasional bukanlah dengan melupakan hakikat dari bahasa kita sendiri, menjadi orang Indonesia yang tinggal di negara asing bukanlah serta merta membuat kita mendadak amnesia terhadap nama dari negara kita sendiri, dengan menggantinya menjadi ”INDO”.

Saya jadi teringat kicauan burung pagi yang kurang lebih berbunyi ”Lebih berharga mereka yang berusaha berbahasa asing dengan baik dan benar daripada mereka yang tidak bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar.”
Posting Komentar